Longsor Terus Menggerus KBM Dihentikan

Hujan bisa menjadi berkah namun sekaligus musibah bila setiap harinya terjadi hujan. Bencana alam seperti banjir dan longsor hingga memporak-porandakan kehidupan warga masyarakat, adalah fakta yang sulit dibantah

Kupang, citra-news.com – KONDISI gedung sekolah Satu Atap  (Satap) Tunas Harapan Kota Kupang sangat memprihatinkan. Sedikitnya 4 (empat) ruangan ambruk tergerus tanah longsor. Walau demikian  belum satupun pihak di pemerintahan Kota Kupang yang turun membantunya.

Winston Neil Rondo, ST, anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat 01 Pebruari 2019 turun langsung melihat kondisi sekolah itu. Menurut dia, akibat tanah longsor dan diperkirakan akan terus menggerus bangunan gedung sekolah, maka dibutuhkan penanganan segera.

“Melihat kondisi gedung sekolah Satap Tunas Harapan ini menggugah hati kami untuk melakukan terobosan-terobosan. Paling tidak melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkompeten agar segera menurunkan bantuan tanggap daurat. Karena pasca terjadi bencana tanah longsor pihak sekolah telah meliburkan siswanya,”kata Winston

Ditemui citra-news.com di ruang Fraksi Demokrat Gedung DPRD NTT, Kupang, Jumat 01 Pebruari 2019, Winston mengakui dia didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor turun ke lokasi longsor di Satap Tunas Harapan. Menurutnya, letak sekolah yang berada di bibir lereng memang sangat rawan dengan longsor. Apalagi terjadi hujan sepanjang hari plus angin badai mengakibatkan tanah labil.

Akibat tanah longsor tersebut, lanjut Winston, ada 4 (empat) ruangan yang tidak bisa digunakan lagi. Keempat ruangan itu berada di dua gedung yang berbeda. Dimana ruangan kerja yang selama ini dipakai sebagai Kantor ambruk. Sementara di gedung lainnya terdapat 3 (tiga) ruangan yang dipakai untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM).

Karena 3 ruang kelas yang sudah ambruk di salah satu sisinya maka mengantisipasi terjadi longsor susulan, kepala sekolah meliburkan anak-anak. Dari kepala sekolah menyampaikan pihak sekolah telah meliburkan siswa selama 3 (tiga) hari. Terhitung sejak tanggal 1-4 Pebruari 2019. Kalaupun belum ada bantuan tenda darurat maka liburnya diperpanjang.

“Melihat kondisi ini kami meminta pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi NTT segera menurunkan bantuan tenda agar para siswa bisa KBM,”ucapnya sembari berulangkali menelpon pihak BPBD NTT, namun tidak jua tersambung.

Dia menegaskan, ada beberapa bentuk penanganan segera pasca terjadi tanah longsor yang menimpa gedung SATAP Tunas Harapan di Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi NusaTengggara Timur (NTT). Hal pertama, sebut Winston proses KBM harus tetap jalan. Tidak bisa tidak mengingat UAN bagi kelas XII sudah diambang pintu. Untuk itu perlu koordinasi antarpihak terutama BPBD Provinsi NTT untuk segera membangun tenda darurat.

Kedua, Persiapan UAN tidak boleh terganggu. Oleh karena itu segera dibangu tenda darurat agar para siswa persiapan UAN bisa ber-KBM dibawah tenda. Ketiga, kami mengusulkan ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar 3 ruang kelas yang sudah mulai ambruk di beberapa sisi dan kondisi tanah sudah mulai retak itu dipindahkan ke lokasi lain. Ketiga ruang kelas ini adalah ruang kelas XII yang merupakan kelas persiapan UAN.

Keempat, kami juga melakukan koordinasi dengan pihak balai sungai untuk membangun bronjong di sepanjang lereng lokasi gedung sekolah. Karena sekolah yang dibangun sejak tahun 2010 itu sampai dengan saat ini belum terbangun tembok atau bronjong penahan.

Winston menambahkan, ada banyak hal yang dikeluhkan kepala sekolah atas nama Yonisius Nenabu. Mulai dari sarana prasarana hingga kondisi para guru. Dari laporan Ketua Komite Satap Tunas Harapan, Melkior Nokas bahwa jumlah siswa sekitar 300 orang. Untuk siswa kelas XII yang merupkan kelas persiapan UAN sebanyak 135 orang. +++ cnc1

Gambar : Winston N. Rondo (kiri) menyaksikan gedung kantor Sekolah SATAP Manutapen Kota Kupang, Provinsi NTT Jumat 1 Pebruari 2019

Foto : Doc. CNC/Jean Neno – NTT Onlinenow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *