Ada keuntungan-keuntungan dari UNBK dengan system komputerisasi ini, kata dia. Jika para siswa-siswi ini tidak dibekali dalam bidang komputerisasi, maka jika dia masuk dalam dunia kerja dia tidak akan bisa bekerja. Nah, oleh karena itu kita harus menerima kenyataan ini. Sebuah kenyataan yang diperlukan upaya-upaya solutif dari semua elemen masyarakat.
“Tentu UNBK adalah suatu challenge atau tantangan yang luar biasa. Tetapi itu juga merupakan kesempatan yang sangat besar bagi NTT untuk mulai membuktikan kemampuannya. Saya kira selama ini dilatih dengan baik maka orang NTT juga BISA,” tegasnya.
Menurut Prof. Toisuta, persoalan yang paling mendasar untuk dibenahi dalam bidang pendidikan saat ini di NTT paling pertama adalah kemauan kita bersama untuk merubah asumsi-asumsi yang lama. Misalnya, semua pendidikan harus berbasis buku. Tapi itu sekarang sudah tidak bisa lagi. Ia harus berbasis komputer. Nah untuk itu mesti ada sikap sikap dan kemampuan yang baru. Bukan lagi siswa mencari itu tapi dia bisa meng-handle teknologi. Siswa bisa mengerti tidak hanya dari guru langsung tetapi dia bisa mencari informasi di media, misalnya. Itu artinya ada tuntutan-tuntutan yang baru dimana kita harus mengembangkan hal yang baru dengan kapasitas yang baru pula.
Jadi hal yang paling mendasar, beber dia, adalah satu sikap dan kemauan kita untuk betul-betul mau berubah. Untuk mau mengikuti dan menguasai tuntutan-tuntutan jaman sekarang. Nah, komputerisasi adalah salah satu bagian. Tapi masih ada banyak hal lagi misalkan kompetensi-kompetensi yang baru dan cara berpikir yang baru. Karena kebutuhan komputerisasi inikan lebih banyak harus ada kemampuan diri sendiri. Tidak bisa ada apa-apa lalu bertanya pada guru. Dan guru sendiri akhirnya punya peranan berubah. Dia tidak satu-satunya sumber informasi. Guru hanya punya kemampuan untuk memfasilitasi siswa siswinya itu, untuk bekerja dengan sumber-sumber yang baru.
Tantangan Harus Jadi Peluang
Dengan kondisi keterbatasan-keterbatasan kita NTT saat ini, misalnya tidak ada listrik atau tidak mampu beli peralatan komputer dan ketiadaan jaringan telekomunikasi. Lalu kita bersandar pada pemerintah. Itu tidak bisa seperti itu, tegas Prof. Toisuta.













