Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Ketidaksiapan SARPRAS Primadona MASALAH Quota PPDB

CitraNews

Foto copyan lembaran pengumuman PPDB TA 2019/2020 di SMKN 5 Kupang. Doc. CNC/marthen radja.

Perlu diketahui, tidak saja SMKN 5 Kupang lanjut Mursalin. Di sekolah-sekolah lain pun sama permasalahannya yakni soal kesiapan sarana prasarana (Sarpras) dan sumber daya guru yang dimiliki di sekolah itu. Sarpras dan guru yang punya kualifikasi di bidang pengajaran harus sudah ready (siap) sebelum pihak sekolah menerima pendaftaran siswa baru.

“Jumlah Rombel dan tenaga pendidik harus sudah siap sesuai dengan quota yang ditargetkan. Kami disini mentargetkan 486 peserta didik dengan 13 Rombel. Hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah kita membuka jurusan-jurusan (kompetensi keahlian) yang sesuai dengan perkembangan zaman (up to date). Kompetensi harusnya disesuaikan dengan kondisi yang memungkinkan peserta didik tidak mengalami kesulitan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah ini,”beber Mursalin.

Untuk itu maka pada PPDB pada TA 2019/2020, sebut Mursalin, ada 10 Kompetensi Keahlian (Komli) yang ditandai dengan masing-masing warna. Namun dari 10 Kompetensi Keahlian (Komli) yang ada, hanya ada dua yang baru. Yaitu Kompetensi Keahlian Bisnis Konstruksi dan Properti serta Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Bila kita sejajarkan dengan sekolah kejuruan lainnya di Kota Kupang maka SMKN 5 hampir sama jurusan (kompetensi keahlian) yang ada di SMKN 2 Kupang (sebelumnya STM Negeri).

Baca Juga :  Doktor James : KOLABORASI Bumdes Dengan Bumda Perlu Persiapkan SDM Handal

Jadi Kabur Hunce Lapa, Cs Kelola Dana Revitalisasi

Terkait sumber daya guru yang dimiliki di SMKN 5 Kupang, jelas Mursalin, kepada sekolah-sekolah yang memiliki jurusan yang ada dan atau membuka jurusan baru maka tenaga pendidik (guru) wajib ada. Kalau tidak ada guru yang punya basic ilmu sesuai jurusan maka cara lainnya adalah melakukan revitalisasi tenaga kependidikan yang ada di sekolah tersebut.

“Pada tahun ajaran 2018/2019 SMKN 5 Kupang menjadi tempat uji kompetensi bagi seluruh guru bangunan SMK se-Provinsi NTT. Khususnya Teknik Konstruksi dan Properti. Sedangkan di SMKN 5 Kupang tidak memiliki jurusan Konstruksi dan Properti. Sehingga mengikutserta guru-guru yang kira-kira sejajar dengan kompetensi itu. Dan intstruktur atau pelatihnya (trainer) didatangkan dari P4TK Malang. Dari dasar itu pada tahun ini kita membuka jurusan baru yakni Bisnis Konstruksi dan Properti di SMKN 5 Kupang,” beber Mursalin.

Baca Juga :  MINIM Kolaborasi Program SOLIWOA ‘Mengadu’ ke JULIE Laiskodat

Foto Domi Wadu, salah satu guru peserta Uji Kompetensi yang diselenggarakan P4TK Malang tahun 2018. Tampak Domi (kanan berdiri dekat pintu Lab. Praktek) mengawasi siswa kelas XII SMKN 5 Kupang menghadapi Ujian Keahlian Kompetensi (UKK). Doc. CNC/marthen radja.

Lagi-lagi dijelaskan, penerimaan siswa baru disesuaikan dengan daya tampung sekolah. SMKN 5 Kupang punya kapasitas tampung 17 ruang kelas dan ada 33 Rombel. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dalam 2 (dua) sift yakni sekolah pagi dan sekolah siang. Sift Satu pada pukul 07.15-12.30 Wita dan Sift Dua pada pukul 13.00-17.45 Wita.

Baca Juga :  KKl Kota KUPANG Gelar KEJUARAAN Antar DOJO

“Semua pembiayaan untuk kegiatan PPDB di SMKN 5 Kupang pada TA 2019/2020 adalah 100% (baca: persen) dibiayai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019. Oleh karena dana BOS sedang proses penertiban administrasi maka ibu kepala sekolah punya kiat untuk subsidi dulu (pinjam) dari Dana Komite sekolah,”kata Mursalin.

Dikatakannya, panitia PPDB harus bekerja tuntas sampai dengan pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) atau sekarang dikenal dengan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Dalam masa PLS selama 3 (tiga) hari ini siswa baru diperkenalkan mengenai system belajar sampai dengan prospek atau peluang kerja setelah menamatkan pendidikan di sekolah ini.  Dan perlu diketahui Sekolah Kejuruan dapat mengubah minat/bakat anak dalam belajar.

Menjawab citra-news.com soal dana Revitalisasi di kegiatan uji kompetensi tahun 2018, Mursalin mengakui bahwa dia tidak tahu persisnya berapa besar.