Gubernur VIKTOR Tuntaskan MASALAH Tapal Batas di SUMBA

Bupati Sumba Barat Daya, MARKUS Dairo Talu (MDT) mencium Gubernur Viktor saat tiba di Bandara Tambolaka-SBD, Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

Pelan tapi pasti permasalahan tapal batas antarkabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai titik penyelesaian dengan baik. Gubernur Viktor luar biasa bukan?

Citra-News.Com, TAMBOLAKA – SETELAH menyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Manggarai Timur dengan Kabupaten Ngada, Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat kembali merentangkan sayap penyelelesaian sengketa di wilayah tapa batas antara Sumba Barat dengan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Dan dipastikan tapal batas di NASIPANAF antara Kota Kupang dengan Kabupaten Kupang juga tapal batas di LOTAS antara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan Kabupaten Malaka (pemekaran dari Kabupaten Belu, Gubernur segera tuntaskan.

Terhadap tapal batas di Desa Karang Indah Gubernur Viktor dengan sigap meluluhkan hati warga. Padahal dikabarkan, di wilayah tersebut kerapkali terjadi perang antarwarga Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten SBD hingga menimbulkan pertumpahandarah.

Namun akhirnya jua Gubernur Viktor dapat menyelesaikan tapal batas antara Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) dan Sumba Barat Daya (SBD) yang sudah berlarut-larut sejak tahun 2012 silam.

Gubenur Viktor dan Wagub Josef rehat sejenak di VIP Bandara Tambolaka-SBD, dodampingi Bupati Markus Dairo Talu (kanan hadap lensa) Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

Berikut Valerius Guru, Pranata di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT menulis, kedatangan Gubernur Viktor di bandara Tambolaka dijemput Bupati SBD, MARKUS Dairo Talu (MDT) dan Bupati Sumbar, NIGA Dapawole dan sejumlah pejabat lainnya. Nampak bersama Gubernur Viktor, Karo (Kepala Biro) Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius.

Usai sarapan pagi di rumah jabatan Bupati SBD, Gubernur Viktor bersama rombongan konvoi ke desa Karang Indah yang jaraknya kurang lebih 80 kilometer dan ditempuh dengan waktu kurang lebih 2,5 jam. Setiba di desa Karang Indah, Gubernur Viktor dijemput Wakil Bupati SBD, NDARA Tanggu Kaha diiringi tarian masyarakat yang penuh dengan sukacita. Mereka bergembira karena hari itu Gubernur Viktor berkenan mengunjungi mereka.

Dalam arahan singkat, Bupati MDT menegaskan, pihaknya bahagia dan berterima kasih atas kehadiran Gubrnur Viktor dan rombongan di tempat ini. “Hari ini telah hadir di tengah-tengah kita Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laisokdat. Mari bapak, mama, anak-anak muda yang ada di desa ini untuk sampaikan apa isi hati yang selama ini terpendam. Sampaikan dan biarkan Bapak Gubernur yang memutuskan,” kata Bupati Markus.

Gubernur Viktor dan warga Desa Karang Indah dengan kusuk mendengar sambutan Bupati Sumba Barat NIGA Dapawole, Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

Di tempat yang sama, Bupati Niga Dapawole dalam sekapur sirih mengatakan, akan memperhatikan masyarakat yang ada di Desa Karang Indah. “Pemerintah akan memperhatikan masyarakat yang ada di Desa Karang Indah. Karena itu, selamat datang dan kami akan menggendong masyarakat semua karena kita semua saudara,” ucap Bupati Niga.

Usai menyampaikan sekapur sirih, protokol menyampaikan bahwa akan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bibit kelapa dan anakan jambu mete, suasana yang ada di tenda tempat berkumpulnya masyarakat mulai gaduh. Masyarakat menolak dengan tegas penyerahan bantuan tersebut dan berteriak tidak akan bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat (Sumbar).

Hiruk pikuk dengan teriakan masyarakat, Plt. Sekda yang juga Asisten Pemerintahan Sekda SBD, FRANS Lado tampil di tengah masyarakat dan berteriak, “Bapak Gubernur belum bicara. Mari kita dengar apa kata Bapak Gubernur. Semua diam dan duduk.”

Melihat situasi yang memanas, Gubernur Viktor tampil dan memegang mic lalu berkata,”Hei….semua duduk. Semua masyarakat duduk. Dengar saya sebagai gubernur. Duduk, diam dan dengar”.

Sambutan Gubernur Viktor melegahkan hati warga Desa Karang Indah yang bereniat tetap bergabung ke Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

“Sebagai Gubernur, saya minta untuk semua diam. Yang hadir ini pemerintah. Bapaknya kalian. Tidak boleh. Kalau ada yang berbeda, mari duduk dan kita bicara. Kalau ada yang mau berontak, saya ini ahlinya berontak,”ucap Gubernur Viktor lantang.

Gubernur Viktor menambahkan,”Sebagai bapak saya datang di tempat ini dan saya mau dengar dari semua tokoh masyarakat. Saya mau urus dan kita putuskan hari ini. Saya sudah ada di sini. Semua tenang, duduk dan bicara yang sopan. Satu persatu duduk dan bicara, saya dengar dan akan putuskan hari ini juga.”

Setelah itu master of ceremony (MC) mencatat nama-nama para tokoh yang akan menyampaikan isi hati mereka kepada Gubernur Viktor, Bupati Sumbar dan Bupati SBD. Mereka berharap agar ada keputusan yang adil dan bijak dari Gubernur Viktor. Tapi intinya mereka menolak bergabung dengan Kabupaten Sumbar.

Mendengar keluhan dan isi hati masyarakat Desa Karang Indah, Gubernur Viktor meminta kepada Bupati Markus peta. Setelah melihat peta dengan seksama, Gubernur Viktor mengajak masyarakat yang telah menyampaikan isi hati mereka untuk masuk ke dalam kantor desa bersama Bupati Markus dan Bupati Niga serta aparat keamanan.

Kurang lebih 25 menit di dalam Kantor Desa Karang Indah, Gubernur Viktor keluar bersama-sama mereka dan menghadap mic untuk menyampaikan hasil pertemuan tertutup tersebut. “Setelah kami berembuk di dalam maka telah disepakati batasnya. Hari ini juga saya tetapkan batas. Masyarakat yang ada di Desa Karang Indah tetap berada di Kabupaten SBD. Para tokoh telah putuskan. Siang ini saya akan ke Jakarta untuk lapor Pak Menteri Dalam Negeri. Tidak boleh lama-lama di tempat ini. Mari bawa besi gali saya yang tancap di batas itu,” kata Gubernur disambut tepuk tangan yang gemuruh dari masyarakat Desa Karang Indah.

Setelah itu Gubernur Viktor dan rombong menuju ke batas dekat PT Karya untuk menancap batas antara Kabupaten Sumbar dan Kabupaten SBD.

Usai prosesi di tapal batas, Gubernur Viktor kembali ke bandara Tambolaka dengan jet pribadi untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa masyarakat di Desa Karang Indah Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyatakan kesiapannya untuk menerima kunjungan kerja (Kunker) Gubernur NTT, Viktor BungtiluLaiskodat pada Rabu 20 Juni 2019.

Pernyataan kesediaan menerima kunjungan Gubernur Viktor ini disampaikan sejumlah perwakilan masyarakat saat bertatap muka dengan Bupati Markus Dairo Talu di depan Kantor Desa Karang Indah, Selasa petang 19 Juni 2019.

LINUS Lussi Making (kiri) berbincang-bincang dengan Gubernur Viktor (tengah)  didampingi Bupati Markus (kanan)  saat rehat di Bandara Tambolaka-SBD, Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

Ikut hadir bersama Bupati Markus, Kaban (Kepala Badan) Perbatasan Provinsi NTT, LINUS Lussi Making, Plt Sekda SBD yang juga Asisten Pemerintahan, Frans Lado serta sejumlah pejabat dari Pemkab SBD, unsur Forkompinda serta kalangan media pers.

Bupati Markus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan masyarakat di Desa Karang Indah untuk menerima dan menyampaikan aspirasi yang ada di tengah masyarakat.

“Saya berterima kasih, karena masyarakat sudah mau menerima kunker (kunjungan kerja) bapak Gubernur Viktor ke desa ini. Kehadiran bapak Gubernur untuk mendengar aspirasi rakyat yang sebenarnya. Karena itu, saya ajak orang tua dan anak muda semua untuk terima dan sambut bapak Gubernur dengan sukacita. Mari kita tunjukan sikap yang baik dan sopan untuk menerima kehadiran bapak Gubernur di Kabupaten SBD khususnya di Desa Karang Indah,” tutur Bupati Markus disambut tepuk tangan warga.

Kaban Perbatasan Prov NTT, Linus Lussi Making mengatakan, kehadiran Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat) di Desa Karang Indah membuktikan kecintaan dan kepeduliannya untuk masyarakat di Kabupaten SBD.

Valeris Guru (kiri) dan rombongan saat penjemputan Gubernur Viktor tiba di Bandara Tambolaka-SBD, Kamis 20 Juni 2019. Doc. CNC/valerius guru-humas setda ntt.

“Pak Gubernur hadir di tempat ini nanti sebagai bukti cinta beliau untuk membangun masyarakat sesuai spirit NTT Bangkit dan NTT Sejahtera,”ungkap Linus sembari menegaskan, “Tidak ada pemasangan pilar di daerah batas”.

“Bapak Gubernur hadir di sini hanya untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan program pembangunan selama beliau menjadi Gubernur NTT,”tambah Bupati Markus.

Sesuai hasil pantauan di lapangan masyarakat Desa Karang Indah menyatakan ketidaksetujuan mereka untuk bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat. Mereka bertahan di dalam teritorial atau wilayah yang ada sekarang ini yakni Kabupaten Sumba Barat Daya. +++ citra-news.com/valeri guru

Sumber : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *