SUMUR Bor Formula Tepat Atasi KEKERINGAN

Bupati TTS, EGUSEM Pieter Tahun (EPY) blusukan ke Desa Kesetnana memantau perbaikan sumur bor, Senin 18 November 2019. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

Wilayah Provinsi NTT pada umumnya saat ini dilanda kekeringan. Banyak sungai yang juga kering sehingga petani bukan saja gagal panen tapi juga gagal tanam. Disana sini mobil tangki bersileweran melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Apa akal pemerintah menghadapi krisis air bersih ini?

Citra-News.Com, SOE – MENGHADAPI Kekeringan terutama krisis air bersih warga ibu kota, Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berinisiatif menggandeng PDAM setempat memperbaiki jaringan perpipaan yang membentang di wilayah Kota SoE. Tidak kecuali memperbaiki jaringan pipa dari sumur bor yang sudah ‘ditinggal mati’ oleh pejabat pemerintah terdahulu.

“Untuk mengatasi kesulitan air bersih satu-satunya jalan adalah dengan sumur bor. Pemda berupaya  mengadakan pemboran pada tempat-tempat yang ada air. Selain itu memperbaiki jaringan pipa dari sumur bor untuk sebagian masyarakat yang bermukim di sekitar area sumur bor yang ada,”ungkap Bupati EGUSEM Pieter (EPY) Tahun.

Kepada awak citra-news.com di SoE, Senin 18 November 2019, Bupati Epy mengatakan, adanya sumur bor adalah jawaban bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Oleh karena itu jaringan perpipaan yang tersambung dari sumur bor ke konsumen harus selalu dijaga dan dirawat secara baik. Pipa yang sudah rusak atau tersumbat diganti dengan jaringan yang baru.

Bupati TTS, EGUSEM Pieter Tahun (EPY) blusukan ke Desa Kesetnana didampingi pimpinan PDAM SoE, LELY Hayer (kanan)  ketika memantau perbaikan sumur bor, Senin 18 November 2019. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

“Saya memantau langsung perbaikan dan pembersihan sumur bor serta jaringan perpipaannya yang ada di wilayah Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan. Sumur yang sudah dibangun kita bersihkan, jaringan dan mesin pompanya kita perbaiki sehingga satu unit bak penampung yang nantinya dibangun bisa terisi air untuk melayani masyarakat di sekitarnya,”jelas Bupati Epy.

Terhadap sumur yang ada ini, tambah Bupati Epy, masyarakat dipersilahkan untuk mengambil air secara. Termasuk mobil tanki air dengan tarif yang sedikit lebih murah. Pengenaan tarif bagi mobil tanki ini sbagai PAD guna membiayai perbaikan manakala mengalami kerusakan.

Pelayanan PDAM TIDAK Maksimal

Pada kesempatan yang sama Direktur PDAM TTS, LELY Hayer mengakui sumur bor yang sementara dibersihkan oleh petugas PDAM SoE termasuk mesin pompa dan jaringannya. Karena jaringan yang sudah lama terpasang mengalami penyumbatan.

“Selama ini sumur bor yang ada ini tidak bisa dimanfaatkan karena ada penyumbatan pada saluran pompa serta kerusakan pada mesinnya. Namun setelah ada bantuan dari Pemda maka sumur bor ini bisa berfungsi optimal. Tinggal saja dibangun bak penampungnya guna melayani masyarakat di sekitarnya,”jelas Lely.

Menjawab citra-news.com soal keluhan masyarakat akan pelayaan PDAM yang terkesan buruk bagi konsumen, Lely membantahnya. Menurutnya, pelayanan PDAM sudah optimal dilakukan. Hanya saja pada musim kemarau seperti sekarang ini terjadi pengurangan debet air pada sumbernya.

Pimpinan dan staf PDAM SoE  turun ke lokasi memantau kerusakan sumur bor, Senin 18 November 2019. Doc. CNC/jor tefa-Citra News.

“Musim kemarau saat ini orang dimana-mana teriak kesulitan air. Hal yang dialami oleh konsumen PDAM ini lantaran debet air menurun. Lebih dari itu terjadi pemboran liar dimana-mana. Bisa dibayangkan jaringan perpipaan dari sumber air Bonleu hingga Kota SoE dan sekitarnya. Untuk jaringan di wilayah Kota SoE mungkin mudah terpantau tapi jaringan pipa yang berada jauh dari pemukimanan seklalu menjadi korban,”ungkap Lely.

Menurut Lely, pemboran liar aringan pipa terjadi umumnya yang berada di tengah hutan atau lahan pertanian. Selain untuk kebutuhan konsumen masyarakat juga untuk ternak dan tanaman pertanian. Dengan jarak ratusan kilometer dari Sumber Air di Bonleu (kawasan gunung Mutis) maka adalah rawan pemboran pipa atau jaringan terutama pada musim kemarau. Sehingga jelas pelayanan air bersih bagi konsumen tidak maksimal. +++ jofan/citra-news.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *