Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MANDIRI dan Mimpi KESEJHTERAAN Rakyat di Bumi SARAI (Catatan-1)

CitraNews

Padahal bila dikenang Paket MANDIRI (MArtheN DIra Tome- Nikodemus RIhi Heke) terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019). Lebih dari itu Wakil Bupati SARAI, Nikodemus Rihi Heke terlantik sebagai Bupati SARAI Antarwaktu pada Pebruari 2019.

*) bueprint penulis, untuk kepemimpinan di Kabupaten SABU Raijua periode 2019-2024, siapa pemimpinnya sesungguhnya sudah ada. Tetapi terganjal sehingga harus Pemilu Ulang dan akan segera kembali digelar pada pada Juli 2021.

Tinggalkan sejenak perihal tersebut di atas *). Nah, lantaran dalam satu paket kepemimpinan maka sepatutnya dapat melanjutkan apa yang sudah terpapar dalam visi misi pembangunan Kabupaten Sarai. Terlepas dari alasan hukum yang dijatuhkan untuk orang perorangan sehingga setiap orang yang terlibat kasus hukum berupaya ‘cari selamat’.

Baca Juga :  Cegah Capital Flight Bunda JULIE Order Produk dari SMKN 5 Kupang

Akan tetapi secara kepemerintahan yang terbentuk dan bertujuan untuk Memajukan Kesejahteraan Umum (sesuai amanat UUD 1945) maka RAKYATlah yang harus diselamatkan.

Namun sayang yang terpapar  itu ia kini jadi terkapar. Faktanya sangat paradoksal. Dalam kekinaan, kondisi fasilitas dan Sarpras yang sudah terbangun dibiarkan terlantar alias mangkrak. Banyak areal tambak garam yang menjadi sumber potensial ekonomi rakyat setempat, dibiarkan terlantar.

Baca Juga :  Seribu TIILANGGA Bangkitkan Kesadaran Cinta Warisan BUDAYA Leluhur NTT

Padahal di era kepemimpinan Bupati Pertama Marthen DIRA TOME itu, produksi garam SABU Raijua hingga menembus pasaran global. Act local but think global  menjadi spiritnya dalam meneladani setiap derap pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua.

Dan bahkan sang Bupati kemana-mana dan dimana-mana mengkampanyekan produk garam, rumput laut, gula SABU, dan lain-produk unggulan. Dan ini bukan saja dia ucapkan secara verbal belaka (untuk mendapat empati) alias lip service.

Akan tetapi dia bawa dan tunjukkan ke khalayak bukti produknya.Tidak peduli dipolitisir segelintir pihak. Dia hanya mau menunjukkan kepada publik bahwa spirit membangun daerah otonom adalah mendaras pada Kemandirian Sosial.

Baca Juga :  TOLAK Oknum GURU SMKN 5 Kupang Bikin Aksi Demo BERULANG

Ini klop dengan nama Paket MANDIRI bukan? (bersambung) +++ */

*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi Portal Berita citra-news.com