Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Diduga PENGADAAN Beras JPS Covid DIMANIPULASI PT Flobamor

CitraNews

Djungu mengakui, adanya natura Bansos beras JPS Covid-19 diperuntukan ke semua warga terdampak. Tanpa kecuali kepada kelompok Jurnalis atau wartawan dari semua media massa.

“Kami terima data yang dikirim dari Dinas Kominfo Kota Kupang. Dan melalui Dinas sosial kami membagikan beras ke sejumlah wartawan,” kata Djungu.

Terpantau awak citra-news.com di gudang Dinas Sosial Kota Kupang. ada beberapa oknum wartawan antrian mengambil jatah beras.

“Untuk wartawan dijatahkan dua karung. Masing-masing berisi 30 kilogram. Kalau dari provinsi jelas berbeda, karung berwarna kuning dan berlogo komodo, itu dari provinsi, “kata petugas data yang meminta namanya tidak usah dipublikasi.

Baca Juga :  Rekam JEJAK Calon PEJABAT Eselon II Jadi PENILAIAN Pamungkas Walikota CHRISTIAN Widodo

Fakta ini pada beberapa hari sebelumnya awak media ini sudah diinformasikan oleh berapa oknum wartawan. Bahwa selain 60 kilogram beras per orang juga dijatahkan uang sebesar Rp 300 ribu.

Salah seorang wartawan (diminta inisial saja), dia juga KPM penerima Bansos itu mengakui kalau beras diterimanya (terbagi, red) di Rumah Jabatan Walikota Kupang.

Baca Juga :  Ranperda RTRW KOTA Kupang MEMASTIKAN Pembangunan TERARAH dan BERKELANJUTAN

“Ini berasnya kami ambil di Rujab Walikota Kupang. Nanti menyusul terima uang tiga ratus ribu rupiah. Tapi itu uang belum tahu kapan cair. Iya tunggu nanti diinfokan oleh teman-teman wartawan desk Kota Kupang,” kata BM .

Menyoal kualitas beras, juga informasikan bahwa beras dengan kualitas rendah.

“Memang beras JPS Covid-19 itu rendah kualitas. Tapi biar sudah siapa yang mau kasih gratis begini. Apalagi saat pandemi covid-19 semua orang susah dapat makan,”tuturnya.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Lantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru

Eh itu beras Bansos kalau orang yang berduit pantasnya untuk pakan ternak, tambah dia. Baru tiga hari disimpan warna beras kuning-kuning seperti karungnya.

“Ini kita lagi tunggu uang tiga ratus ribu perorang. Tapi warga di beberapa RT ada yang sudah terima uang dan beras. Lain tempat belum. Jangan-jangan pemerintah hanya janji saja. Ini berarti pemerintah sudah tipu rakyatnya,”tuturnya. +++ citra-news.com/tim