Membangun PRO RAKYAT Ada Pro dan KONTRA

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat didampingi Bupati TTS Epy Tahun menanam anakan pohon Kaliandra dan Lamtoro Terambah di Besipae TTS, Jumat 05 November 2021. Doc. citra-news.com/biro AP

Gubernur Viktor : “Meskipun dalam pembangunan itu ada pro dan kontra. Tapi harus tetap dilakukan karena kita yakini yang kita kerjakan ini berguna untuk banyak orang…”

Citra-News.Com, KUPANG – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, VIKTOR Bungtilu Laiskodat menyatakan semua program pembangunan akan berhasil dengan baik jika ada kolaborasi dan sinergisitas antarpihak.

“Keterlibatan Pemprov NTT, Pemkab TTS, Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui risetnya, juga masyarakat dan dunia usaha pasti berhasil dalam pembangunan. Melalui kolaborasi dan sinergisitas yang benar semua pihak program pembangunan pasti akan berhasil,” kata Gubernur Pro Rakyat ini di Besipae TTS, Jumat 05 November 2021.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Besipae kali ini, Gubernur Viktor didampingi Rektor Undana Prof. Ir. Fredriek Benu, P.hD dan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun. Serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Menurut Gubernur Viktor kerjabersama yang saling sinergis akan dapat menumbuhkan ekonomi dalam memerangi masalah kemiskinan.

“Bersama Bapak Bupati TTS dengan kepemimpinan yang baik ini sering turun ke desa-desa. Tentunya kita butuh pemimpin seperti ini sehingga bisa bersama masyarakat dalam program kerja untuk menumbuhkan ekonomi dan menangni masalah kemiskinan di daerah ini,” tandasnya.

Sembari berharap, pembangunan di kawasan Besipae akan terus berjalan baik. Bahwa dalam pembangunan meskipun itu ada pro dan kontra tapi harus tetap dilakukan. Karena kita yakini yang kita kerjakan ini berguna untuk banyak orang dan manfaatnya juga besar bagi anak dan cucu kita.

Diketahui Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur NTT ke Besipae Kabupaten TTS kali ini terkait dengan Pengembangan Hutan Energi Berbasis Masyarakat.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan pembangunan yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi harus dengan sinergi yang benar bersama Pemerintah Kabupaten serta pihak Perguruan Tinggi, dunia usaha serta dengan pemberdayaan masyarakat.

“Kita menanam lamtoro teramba dan kaliandra disini yang nanti dipakai untuk pakan ternak dan juga energi terbarukan. Kalau dulunya daunnya untuk makanan sapi dan kayunya dibuang sekarang kayu dan rantingnya juga bisa dipakai untuk kebutuhan ekonomis. Nah, pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar sektor diantaranya pertanian untuk energi, peternakan, kehutanan dan pariwisata,” jelas Gubernur Pro Rakyat ini.

Pulau Timor Jadi Sumber Protein Untuk Indonesia

Sinergisitas dan kolaborasi antara Pemprov NTT dengan Pemkab TTS dan juga pihak Undana ini untuk pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang baik. Dalam upaya pengembangan lamtoro serta kaliandra.

“Itu kita sinergikan dengan peternakan sapi-sapi. Dari sini masyarakat juga akan belajar bagaimana peternakan sapi yang hebat hingga pembuatan susu sapi. Kita harapkan pulau timor akan menjadi sumber protein untuk dikirim ke seluruh Indonesia,”tuturnya.

Terhadap program Pemprov NTT tersebut, Bupati TTS Egusem Piter Tahun sangat sangat apresiatif.

“Terima kasih kepada bapak Gubernur juga Wakil Gubernur bersama para jajaran, serta Undana yang sudah memilih Kawasan Besipae sebagai Pengembangan Hutan Energi Berbasis Masyarakat. Program ini sangat bagus dan harus tetap kita dukung. Kalau programnya jalan baik tempat Ini bisa jadi tempat wisata dan bisa tumbuhkan ekonomi. Terima kasih juga untuk Undana yang perhatikan serius potensi tempat ini,” ungkap Bupati Epy.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Undana Prof. Ir. Fredriek Benu, P.hD menjelaskan perihal program tersebut.

Dia membeberkan, program ini kita namakan Pengembangan Hutan Energi Berbasis Masyarakat. Luas kawasannya 3.780 Ha. Didalamnya ada kawasan untuk Konservasi, peternakan, kehutanan yang terintegrasi bersama pertanian dan peternakan.

“Program ini harus turut melibatkan masyarakat. Ada sejumlah spot yang menjadi keterlibatan aktif masyarakat untuk menanam seluruh tanaman yang sekaligus sebagai makanan ternak. Kami sudah bagi dengan 4 kelompok masyarakat,” ujar Fred Benu.

Ada beberapa tanaman untuk pakan ternak diantaranya lamtoro keramba dan kaliandra. Tentunya disitu juga digabungkan dengan sistem alekroping dengan tanaman pangan baik kacang hijau atau jagung.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Penanaman anakan Pohon Kaliandra dan Penanaman Lamtoro Teramba.

TJPS Mengatasi Kemiskinan Ekstrim

Sebelum melakukan kunjungan ke Besipae, Gubernur juga ikut dalam kegiatan Panen Jagung Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) di Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

Pada kesempatan tersebut Gubernur mengungkapkan kegiatan TJPS juga untuk membantu penanganan kemiskinan di NTT.

“Ini tugas kita untuk juga dalam penanganan kemiskinan ekstrem di NTT. Ini sejalan dengan amanat dari bapak Presiden dalam mengatasi masalah kemiskinan. Lahan 800 Ha disini ini harus dipakai untuk tanam jagung,” tegasnya.

Gubernur Viktor menambahkan, ini juga bukti terima kasih kepada Bapak Presiden dimana Bendungan Raknamo yang dibangun itu berguna untuk masyarakat. Terima kasih juga kepada jajaran TNI yang sudah membantu masyarakat disini.

Dalam kegiatan Panen tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lucky F. Koli, S.Pt menjelaskan program TJPS di wilayah tersebut diusahakan untuk bisa 3 kali panen. Dan produksi panen diharapkan bisa mencapai 7 ton per hektar.  +++ citra-news.com/biro AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.