“Kali ini kita khusus berbicara soal. Karena orang muda kadang terkesan sulit untuk mencintai lingkungan. Orang muda bukan lagi menjadi masa depan gereja tetapi masa kini gereja, kalau bukan orang muda siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi, dan perlu menjadi pribadi yang taku akan Tuhan dan baik dengan sesama”, ujarnya.
Menurutnya, saat ini, isu bunuh diri sangat tren di Kota Kupang. Sehingga dalam acara ini juga menghadirkan pembicara yang secara khusus membawa materi terkait hal itu, dan bagaimana cara untuk mengatasinya.
“Dari pengalaman pribadi, saya menangani beberapa kasus orang yang ingin mengakhiri hidup. Untuk mencegah hal itu harus berangkat dari keluarga, karena keluarga adalah gereja mini. Hendaklah menanamkan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga,” harap dia.
Pastor Paroki Santu Fransiskus Dari Asisi ini meminta agar para orang tua pun memberikan perhatian kepada anggota keluarga terutama pada anak-anak.
“Para orangtua jangan terlena dengan kesibukan. Sisihkan waktu juga memberikan perhatian dan mengurus keluarga”, tandasnya.
Diketahui, kegiatan tersebut digelar selama dua hari mulai tanggal 7 hingga 8 Juni 2024 oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Kupang. Dan berlangsung di Gereja St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua.
Terjerumus Karena Frustrasi
Kegiatan diikuti oleh 100 peserta dari sembilan paroki di Wilayah Kota Kupang, dengan beberapa narasumber. Diantaranya, Romo Longginus Bone, yang merupakan koordinator orang muda Katolik Keuskupan Agung Kupang, dr. Mimi Mari, dan Abdi Keraf Dosen Psikologi Universitas Nusa Cendana.












