Menurut Andriko, untuk membangun Provinsi NTT dibutuhkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan potensi-potensi yang telah tersedia.
Terdapat 5 (lima) poin potensi Provinsi NTT untuk mendukung peningkatan PAD. Pertama, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. NTT punya 1.305 potensi destinasi wisata alam, budaya dan minat khusus yang didukung oleh 10.803 pelaku usaha ekonomi kreatif dan 726 motif tenun ikat yang luar biasa. Sehingga ini merupakan salah satu penggerak ekonomi yang harus terus kita dorong.
Pada peringatan HUT NTT ke-66 tahun kita telah memperoleh rekor MURI kategori Parade Tenun Jenis dan Asal Daerah Terbanyak di Indonesia. Selanjutnya tanggal 20 Desember sebagai Hari Bertenun dan kita sukses menggelar Parade Exotic Tenun NTT dengan tajuk “NTT Bertenun” yang diharapkan dapat menjadi event internasional ke depannya. Kemudian yang kedua sumber daya laut seperti rumput laut, garam, pembudidayaan lobster dan kerapu. Saya yakin masa depan pangan kita ada di sektor kelautan dan perikanan.
Ketiga, potensi pertanian, melalui kontribusi swasembada pangan. Sebelumnya, pada Rabu (5/2/2025) bersama Gubernur terpilih, Kepala Daerah se- Provinsi NTT dan Forkopimda Provinsi NTT, kita telah menggelar pertemuan bersama Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman di Jakarta dalam rangka membahas pembangunan pertanian untuk swasembada pangan di NTT.
Keempat, kita punya potensi energi baru terbarukan seperti potensi tenaga surya di Kabupaten Sumba Tengah, angin di Kabupaten TTS lalu panas bumi di Kabupaten Ngada Dan Kelima, adalah Konektivitas antar pulau melalui Pembangunan infrastruktur untuk mendorong perekonomian di NTT.
Gubernur Terpilih Melki Laka Lena pada kesempatan yang sama menyampaikan dua gagasan yang akan diusungnya bersama Wakil Gubernur Terpilih Johni Asadoma untuk mendorong peningkatan pembangunan ekonomi di NTT.

Pertama, sebut Melky, kedepan Melki dan Johni akan berfokus untuk menggerakkan hilirisasi non tambang di NTT.
Sudah cukup (stop sudah) kita keluarkan barang dari NTT ini dalam bentuk mentah atau gelondongan. Kita harus mulai mengeluarkan produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi.
Dengan dukungan seluruh stakeholder, ada nilai tambah dari produk di NTT ini bisa kita kembangkan dengan baik. Kita akan berfokus pada hilirisasi non tambang karena kita ingin mengembangkan sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan termasuk pariwisata dan sebagainya itu harus ada nilai tambah bagi Provinsi NTT.
Hal Kedua, terkait dengan investasi kata Melky, NTT ini perlu kita dorong agar investasi bertumbuh dengan baik melalui dua hal, yaitu pertama optimalkan yang sudah ada saat ini. Kemudian yang kedua membuka kantong-kantong investasi baru kita di di NTT yaitu sektor industri.
Turut hadir pada kegiatan ini, Perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT dan peserta dari perwakilan Asosiasi, Pelaku Usaha, Perbankan, Industri Keuangan, Akademisi, ASN dan Mahasiswa. +++ marthen/CNC













