Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Bupati VALENS Sebut TANTANGAN Utama Penanganan STUNTING di Daerah Adalah BUDAYA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Justru dari asupan makanan bergizi ini angat dibutuhkan untuk mengiptimalisasi tumbuh kembang anak. Tapi kita di TTU ada yang pantang makan telur, ikan, ayam, kacang hijau, dan lain sebagainya. Sehingga anak-anak yang baru lahir itu tidak konsumsi apa yang menjadi nutrisi itu,” kata Bupati Valens dan diamini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Ceunfin.

Baca Juga :  RAKER Bersama KEPALA Daerah Pj. Gubernur ANDRIKO Melejitkan ENAM Agenda PRIORITAS

Menjawab wartawan upaya pemerintah setempat mengatasi hal ini, beber Valens, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU tengah menjalin komunikasi intensif dengan para pemangku adat.

Tujuannya adalah mencari alternatif dan menyepakati hal baik sesuai tuntutan zaman. Bahwa anak-anak berusia 0–5 tahun, srcara adat tidak lagi dikenakan larangan adat yang membatasi asupan gizi mereka.

Baca Juga :  Upaya Taktis Bupati ROBY Cegah Dini DBD

“Kita tidak bisa ambil keputusan sendiri. Kita harus duduk bersama para pemangku adat untuk tidak membiarkan anak-anak terbelenggu oleh ikatan adat. Anak-anak harus memperoleh asupan gizi yang cukup sampai usia lima tahun,” tegasnya.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, Bupati Falentinus Kebo. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kabupaten Timor Tengah Utara, Bupati Falentinus Kebo.