Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Ketika LAMPION Menjadi CAHAYA UMKM, Budaya, dan HARMONI yang Menyatukan KEBERAGAMAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Kika : dr. Christian Widodo, Johny Asadoma, Paul Liyanto, dr. Widya Cahya Widodo pada penutupan Festival Kupang Lampion Street Market, Minggu (8/3/ 2026). Doc. CNC/Prokompim Setda Kotakpg

Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat NTT bukanlah perbedaan yang……….

Citra News.Com, KUPANG – MALAM perlahan turun di ruas Jalan El Tari Kota Kupang, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT deretan lampion merah yang menggantung di sepanjang jalan berayun pelan tertiup angin laut Kupang.

Baca Juga :  Cinta PRODUK Lokal MENCEGAH Capital Flight

Aroma makanan dari puluhan tenda UMKM bercampur dengan riuh tawa pengunjung yang masih memadati area festival. Walau seakan festival ini membungkus pesan Lampion Terakhir di Jalan El Tari Kota Kupang.

Di tengah suasana hangat itu, penutupan Kupang Lampion Street Market pada Minggu (8/3/2026) menjadi lebih dari sekadar akhir sebuah festival. Ia berubah menjadi simbol bagaimana ruang publik dapat menyatukan ekonomi, budaya, dan keberagaman dalam satu perayaan bersama.

Baca Juga :  Pasangan CHRISTIAN SERENA Berikhtiar Menjadikan Kupang KOTA HIJAU dan Bebas SAMPAH

Di panggung utama, dr. Christian Widodo, Wali Kota Kupang, berdiri menyapa masyarakat yang hadir. Ia datang bukan hanya untuk menutup acara, tetapi juga untuk menyampaikan pesan tentang masa depan ekonomi kota yang bertumpu pada kekuatan usaha kecil.

“Selama tiga hari ini kegiatan Kupang Lampion Street Market telah menggerakkan ekonomi di Kota Kupang dan meningkatkan daya saing UMKM,” ujarnya disambut tepuk tangan pengunjung.

Festival yang berlangsung sejak 6 Maret itu menghadirkan 70 pelaku UMKM dengan beragam produk kuliner dan kerajinan. Hampir semua tenda dipadati pembeli sejak sore hingga malam hari.

Baca Juga :  Program NYATA di Ujung JANJI Christian Serena Melabuhkan Liang KUBUR GRATIS

Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pemandangan ini bukan sekadar keramaian festival, melainkan gambaran nyata bagaimana ekonomi rakyat bergerak.

Walikota Christian menegaskan bahwa struktur ekonomi Kupang memang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. Tidak banyak sumber daya alam yang menjadi andalan, sehingga UMKM menjadi motor utama penggerak ekonomi masyarakat.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kupang Lampion Street Market. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kupang Lampion Street Market.