Citra News.Com, KUPANG – DI TENGAH derasnya arus digital dan perubahan sosial yang kian sulit dikendalikan, sebuah pemandangan berbeda terlihat di Masjid Nurul Hidayah, Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu (9/5).
Ratusan anak dan remaja duduk rapi, memegang Al-Qur’an, mengikuti pembukaan Akademi Qur’an V Tahun 2026 yang digelar DPD Hidayatullah Kota Kupang.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, SH dalam sambutannya mengatakan, bagi sebagian orang, kegiatan itu mungkin hanya agenda keagamaan rutin. Namun bagi Pemerintah Kota Kupang, momentum tersebut dibaca lebih jauh.
Menurut Sekda Jefry, Akademi Qur’an sebagai upaya menanamkan harapan dan menyelamatkan arah moral generasi muda di tengah zaman yang bergerak terlalu cepat.
“Sesungguhnya hari ini kita tidak hanya menghadiri sebuah kegiatan seremonial semata, tetapi kita sedang menyaksikan tumbuhnya harapan bagi bangsa ini, terutama bagi generasi muda di Kota Kupang,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di tengah kekhawatiran meningkatnya degradasi moral, kekerasan remaja, hingga kecanduan media sosial, kehadiran ratusan anak muda dalam forum pembinaan spiritual menjadi pemandangan yang memberi optimisme tersendiri.
Sekda Jefry bahkan mengaku terharu saat memasuki lokasi kegiatan dan melihat dominasi peserta muda memenuhi area masjid. Baginya, itu adalah pertanda bahwa nilai-nilai keagamaan belum kehilangan tempat di hati generasi muda Kota Kupang.
Fenomena ini menjadi penting karena tantangan generasi hari ini tidak lagi sederhana. Anak-anak muda hidup dalam dunia yang serba cepat, terbuka, dan nyaris tanpa batas. Informasi bisa diakses kapan saja, tetapi nilai dan keteladanan justru semakin sulit ditemukan.













