Para TAHANAN Harus Diperlakukan Secara MANUSIAWI

LUKAS Laksana Frans saat kegiatan Deklarasi Resolusi pemasyarakatan tahun 2020 di SoE, Timor NTT, Kamis 27 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Selama berada di rumah tanahan negara para narapidana (Napi) diperlakukan secara manusiawi. Selain mendapat hak remisi juga para diberikan pelatihan ketrampilan yang memadai.

Citra-News.Com, SoE – RUMAH Tahanan Negara (Rutan) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Deklarasi Resolusi pemasyarakatan tahun 2020 di Aula Rutan SoE.

Kepala Rutan Kabupaten TTS, LUKAS Laksana Frans, dalam penjelasannya menyatakan pada bulan Agustus 2020 sedikitnya ada 123 Napi di RUTAN Soe akan diberikan hak Remisi. Karena Remisi adalah hak dari pada semua Narapidana diwilayah hukum manapun di Indonesia.

“Biasanya para Napi diberi Remisi pada setiap tahun di bulan Agustus. Sudah tentu yang mendapat remisi adalah para Napi yang berprilaku baik, memiliki ketrampilan, serta beberapa faktor lain yang dinilai baik,”kata Lukas.

Rutan SoE  selalu memanusiakan manusia,tegas dia. Dalam artian bahwa semua tahanan dan narapidana akan diperlakukan selayaknya manusia. Selama beradadi Rutan para Napi dilatih dan dibimbing sehingga ketika yang bersangkutan dinyatakan bebas dan kembali ke tengah masyarakat, dipastikan akan meninggalkan kejahatan sebelumnya. Ia lalu berbalik untuk melakukan hal-hal yang dapat bermanfaat bagi banyak orang.

“Di rumah tahanan SoE, selalu membimbing para narapidana agar menekuni kegiatan ketrampilan yang diajarkan dalam Lapas (lembaga pemasyarakatan). Sehingga ketika kembali ke masyarakat umum atau kembali ke tengah keluarga, dia bisa mengembangkan ketrampilan yang dia tekuni selama berada di Lapas,”kata Lukas.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP ARIA Sandi.S.IK. Senada dengan Lukas, Kapolres Aria juga menyampaikan bahwa bukan di Rutan saja diperlakukan secara manusiasi.

LUKAS Laksana Frans pose bersama dan suasana kegiatan Deklarasi Resolusi pemasyarakatan tahun 2020 di SoE, Timor NTT, Kamis 27 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

“Bukan hanya di Rumah Tahanan (RUTAN) saja yang memperlakukan  tahanan secara manusiawi, namun di para Tapol (Tahanan Polisi) juga diperlakukan manusiawi. Para Tapol dan narapidana harus diperlakukan baik juga. Seperti filosofi yang mengatakan bahwa jika binatang yang buas dan liar yang ditangkap lalu diikat, diperlakukan dengan kejam maka ketika lepas dari ikatan, dia akan semakin buas dan semakin liar. Tetapi jika kita perlakukan dengan baik maka ketika dilepas dia akan menjadi baik,”ungkap Aria.

Sementara Ketua Pengadilan Negeri (PN) SoE, I WAYAN Yasa, SH,MH, mengatakan, jangan masyarakat menganggap bahwa para Napi diperlakukan baik sehingga membuat mereka merasa betah di rumah tahanan.

“Karena memang penyiksaan secara fisik itu tidak ada dan dilarang. Tetapi para Napi dan tahanan akan tersiksa secara batin. Karena mereka tidak memiliki kebebasan untuk dikunjungi dan mengunjungi. Bayangkan saja walaupun kita dilayani dengan baik namun dikurung pada suatu bilik, pasti kita merasa tidak sejahtera karena ruang gerak kita dibatasi,”tandasnya. +++ jor/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *