Festival IKAN DUGONG Bangkitkan KELESUAN Dunia Pariwisata NTT

EDEN Klakik (kiri) dan A.M Amtiran saat memberikan keterangan pers tentang pengresmian prasarana pariwisata dan pelaksanaan Festival Ikan Dugong di Kabupaten Alor Provinsi NTT. Doc.marthen radja/citra-news.com

Dampak pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Tak pelak dalam tempo yang panjang ini jua dunia pariwisata pun harus ‘mati suri’. Kondisi ini akan diperparah lagi jika kepala dinas  pariwisata harus berpasrah diri pada situasi dan kondisi (Sikon) yang ada.  Astaga…!

Citra News.Com, KUPANG – PEMBANGUNAN pariwisata sebagai lokomotif (penggerak) bagi sektor-sektor lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sedang mati suri. Alasan utamanya karena sedang berada dalam liang pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Industri dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, EDEN Klakik menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kelesuan dunia pariwisata di Provinsi NTT. Bumi Flobamora yang sangat potensial untuk pengembangan kepariwisataan, harus jedah sesaat lantaran terdampak pandemi Covid-19.

“Memang masyarakat dunia saat ini tengah mengalami pandemi Covid-19. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat umumnya. Sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan di Provinsi NTT sudah tidak lagi berjalan normal. Karena tersandung oleh wabah Covid-19. Akibatnya beberapa kalender event yang sudah diprogramkan harus dibatalkan,”ungkap Eden ketika ditemui awak media di Kupang, Rabu 15 Juli 2020.

Di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini, sambung dia, dinas pariwisata provinsi mencoba mencari strategi untuk bisa menggelar beberapa event pariwisata yang sudah diprogramkan. Salah satu diantaranya adalah pengresmian 4 (empat) unit cottage dan satu unit resto di Keluarahan Moru Kabupaten Alor Provinsi NTT.

“Kami sudah menyusun penjadwalannya dan berharap Bapak Gubernur NTT yang meresmikan bangunan Cottage dan Resto yang ada. Sekaligus juga ikut menyaksikan Festival Ikan Dugong dan Festival Al-Quran yang digelar oleh Pemkab Alor. Dari rundown jadwal yang ada terlaksana tanggal 29-30 Juli 2020,”kata Eden.

Adanya event pengresmian ruamh adat dan dua Festival ini, tambah Eden, menjadi momentum yang pas dalam kerangka membangkitkan kelesuan dunia pariwisata NTT saat ini. Namun tentunya dalam pelaksanaannya tetap mengikuti aturan-aturan normatif Covid-19.

Penataan Rumah Raja KUI

Hal senada juga ditambahkan Kepala Seksi (Kasie) Pengembangan Wisata, A.M Amtiran. Menurut Amtiran, pembangunan 4 (empat) unit cottage dan Resto tersebut terlaksana pada tahun 2019. Disebutkan, ada dua prasarana yang dibangun yakni penataan lingkungan Rumah Adat di Istana Raja Kinanggi (Raja KUI). Dan juga pembangunan 4 (empat) unit Cottage dan satu unit Resto.

Menjawab besaran dana, urai Amtiran, untuk penataan lingkungan Rumah Adat Raja Kinanggi menghabiskan dana sekitar Rp 211 juta. Sedangkan pembangunan Cottage dan resto ‘menelan’ dana sebesar Rp 1,2 miliar.

“Oleh karena pembangunannya pada tahun pertama masa jabatan pak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, maka sepatutnya beliau yang meresmikan bangunan tersebut,”ucap Amtiran.

Meskipun pelaksanaan event Festival Ikan Dugong dan Festival Al-Quran menjadi gawenya Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, tambah Amtiran, namun karena eventnya bersamaan maka selayaknya Gubernur NTT pun dijadwalkan secara khusus.

Kabupaten Alor sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan, harus terus digemakan oleh media masa cetak dan elektronik. Sehingga seluruh pelosok masyarakat tahu bahwa mereka punya keunggulan-keunggulan komparatif.

Adalah aneh kesannya, ungkap Amtiran, jika pariwisata NTT hanya berjalan  di tempat saja. Nah, untuk bisa tereksplor secara meluas  dinas pariwisata perlu menggandeng teman-teman dari media massa. Kalau tidak iya begini-begini saja. Ditambah lagi dengan alasan pandemi Covid-19 dunia pariwisata pun lesu. Padahal priwisata NTT menjadi prime mover pembangunan.  Dan tentunya dinas periwisata menjadi ujung tombaknya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *