Gerakan TJPS Antara TANTANGAN dan HARAPAN (Seri-1)

Mayor Infantri PETTER G.Untaya saat menghadiri diskusi terbatas gerakan TJPS di Aula Dinas Pertanian Provinsi NTT, Jl. Polisi Militer Kota Kupang-Timor, Selasa 06 Oktober 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah tantangan. Karena menanam jagung pada musim kering atau pada akhir musim hujan, bukanlah hal yang gampang. Apalagi dengan kondisi NTT yang mengalami musim panas lebih lama daripada musim hujan. Lalu bagaimana strategi dari para stakeholder?

Citra-News.Com, KUPANG – PERWIRA SEKSI (PASI) Binwalwil Ster Korem 161 Wira Sakti Kupang, Mayor Inf. PETTER G.Untaya menyatakan pihak TNIAD khususnya sangat mendukung gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang diluncurkan Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat. Namun diperlukan kerjasama yang saling sinergis dari semua stakeholder. Mengingat gerakan TJPS secara teknis dilaksanakan pada akhir musim hujan.

Demikian Mayor Petter ketika rapat bersama stakeholder OPD tingkat Provinsi NTT pada Selasa, 06 Oktober 2020 di Aula Kantor Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jl. Polisi Militer Kota Kupang, Timor-NTT, Selasa, 06 Oktober 2020.

“Sejak awal Gubernur NTT meluncurkan program pertanian melalui gerakan TJPS ini, pak Danrem perintahkan kami bertemu bapak gubernur untuk bekerjasama. Karena sudah jauhari kami dari TNI AD sudah lakukan untuk mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat NTT di aras bawah. Jalinan kerjamasama serupa ini baik untuk tingkat nasional maupun di daerah. Mari kita saling menopang demi mewujudkan kesejahteran rakyat NTT,”ajak Mayor Petter.

Menurut Mayor Petter, progam Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) adalah tantangan. Karena menanam jagung pada musim kering atau pada akhir musim hujan, bukanlah hal yang gampang. Apalagi dengan kondisi NTT yang mengalami musim panas lebih lama daripada musim hujan.

“Menghadapi kondisi NTT yang rawan kekeringan seperti saat ini, sudah tentu para pelaksana gerakan TJPS        punya kiat khusus dan strategi-strategi jitu. Karena harapannya program ini harus sukses. Hemat kami melalui gerakan TJPS yang terintegrasi ini, NTT jangan lagi terus diplesetkan Nanti Tuhan Tolong. Tapi menjadikan NTT Nikmat Tiada Tara,”ungkap Mayor Petter.

Selama ini petani kita umumnya menanam jagung pada periode ‘OkMar’, tambah dia. Karena pada bulan-bulan antara Oktober-Maret ada hujan. Akan tetapi jika bulan sebelum atau setelahnya ditanami jagung, dipastikan tidak berproduksi secara signifikan. Lalu juga menjati hambatan soal ketersediaan pakan.

“Tapi kami yakin setiap OPD yang berkepentingan  secara teknis bisa menjawab tantangan ini. Untuk pelaksanaanya di lapangan kami punya tenaga hingga tingkat Babinsa. Dan kami siap membantu pemerintah mensukseskan gerakan TJPS ini,” tegas Mayor Petter.

Lucky : Saya Selalu Ditelpon Gubernur VIKTOR

Dinas Pertanian sebagai leading sector (sector hulu) bagi OPD (organisasi perangkat daerah) lainnya diharapkan sesering mungkin melakukan pertemuan bersama. Guna menyatukan persepsi sehingga gerakan TJPS ini sukses di tingkat petani.

Kika : LUCKY F. Koli, S.Pt (kanan) didampingi Ir. Miqdon S. Abolla, M.Si dan Mayor Inf, PETTER G.Untaya dalam diskusi terbatas tentang gerakan TJPS di Aula Dinas Pertanian Provinsi NTT, Jl. Polisi Militer Kota Kupang-Timor, Selasa 06 Oktober 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Sangat kami harapkan peran aktif dari semua semua sector. Bapak Gubernur pada setiap kesempatan selalu mengingatkan kami bahwa gerakan TJPS  harus sukses. Lagi-lagi tadi pagi (Selasa, 06 Oktober 2020, red) saya ditelpon bapak Gubernur bahwa gerakan TJPS harus sukses. Sehingga langkah-langkahnya secara teknis harus lebih dini kita persiapkan,” kata LUCKY F.Koli, S.Pt dalam rapat tersebut.

Lucky, sang Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi NTT saat pertemuan didampingi Sekretaris Dinas, Ir. MIQDON S. Abolla,M.Si. Usul saran dan pendapat pun mewarnai dinamisasi gerakan TJPS. Disaksikan awak citra-news.com para utusan OPD beri komentar kontradiktif soal manajemen pelaksanaanya di lapangan.

Suasana diskusi terbatas gerakan TJPS di Aula Dinas Pertanian Provinsi NTT, Jl. Polisi Militer Kota Kupang-Timor, Selasa 06 Oktober 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Beberapa staf dari Dinas Peridustrian dan Perdagangan menilik soal tantangan-tantangannya. Bahwa manakala over produksi jagung dan ada peningkatan populasi ternak, kemana pemasarannya. Persoalan pemasaran ini oleh Dinas PMD menyatakan pihaknya punya BUMDes di setiap desa. Diharapkan ada kerjamasama PT Flobamor.

Sementara dari Dinas Peternakan menyatakan, justeru pakan ternak menjadi kendala utama dalam upaya peningkatan populasi ternak sapi di NTT. Melalui gerakan TJPS diharapkan limbah jagung menjadi industry pakan ternak.

“Nah, tantangan-tantangan ini yang perlu terus kita diskusikan. Di paruh tahun 2020 ini kita sudah coba di beberapa lokasi. Hasilnya dari 1.700 HA gerakan TJPS itu menggembirakan. Untuk anggaran murni tahun 2021 kita kembangkan sekitar 40.000 HA. Menuju upaya ini kita perlukan kolaborasi dan sinergisitas antar sector terkait. Sehingga dalam diskusikan secara terus menerus, ini kita punya persepsi yang sama dalam menjalankan misi program TJPS ini,”tambah Miqdon. (bersambung) +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *