Sebagai tokoh adat masyarakat Naioni, ungkap Nenosaban, kami merasa bangga karena dari 52 kelurahan di Kota Kupang, kami Kelurahan Naioni mendapat penghargaan yang sangat luar biasa dari Pak Jokowi.
“Beliau sebagai presiden sudah memberikan anggaran untuk infrastruktur jalan sekaligus datang melihat secara langsung faktanya di lapangan. Walaupun beliau tengah persiapan mengakhiri jabatannya sebagai Presiden. Tapi tokh beliau menyisihkan waktu datang ke NTT melihat kami anak-anaknya di Naioni Kota Kupang yang mengalami kesulitan infrastuktur”, ungkap Nenosaban.
Hanya saja kami resah dan kecewa dengan Pemprov dan Pemkot Kupang, tambah dia. Pemerintah tidak menyediakan sarana lampu jalan di lokasi kedatangan Prediden Jokowi sehingga suasananya gelap gulita.
Kondisi ini menjadikan kekecewaan warga masyarakat Naioni yang memegang teguh etika dan budaya. Mestinya pemerintah harus menghargai tamu negara yang datang. Dengan memasang lampu jalan sehingga tamu tidak kegelapan.
Tampak Pj. Walkot Kupang Linus Lusi mendampingi Presiden Jokowi (gbr. atas) dan Am Soleman Ninosaban (gbr. bawah). Doc. CNC/editan
Saking kecewanya Ketua KPM Kelurahan Naioni ini menuangkan kata-kata yang tidak sopan di hadapan panitia Kunker Presiden Jokowi. Karena Pemkot Kupang dan Pemprov sungguh tidak beretika menyuguhkan pelayanan kepada tamu negara dalam kegelapan tanpa penerangan lampu jalan. Dan itu sungguh-sungguh memalukan kami masyarakat yang memegang teguh etika dan budaya ketimuran.
Lebih lanjut dia mengatakan, kami warga Naioni menduga proyek lampu jalan sudah dibagi habis diantara pemerintah dan anggota DPRD Kota Kupang. Sehingga lampu jalan yang terpasang tidak berkualitas, akibatnya gelap di TKP.
“Saya warga RT 10 RW 04 Kelurahan Naioni lahir 30 November 1969 menyatakan ini sangat meresahkan dan memalukan sekali. Menerima bapak Presiden Jokowi dan rombongan dalam kegelapan. Tolong Pemkot Kupang dan Pemprov NTT tidak membuat malu kami warga masyarakat”, pinta dia.
Adapun tamu yang hadir serombongan Presiden diantaranya Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Sekda Provinsi NTT Kosmas D. Lana serta unsur Forkopimda Provinsi NTT dan Forkopimda Kota Kupang. +++ CNC/*












