Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TERMINAL Bello RIWAYATMU Dulu, KINI dan NANTI Jadi PERPINDAHAN Antara Moda

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

BM : Betul sekali! Dengan peningkatan jumlah hunian/penduduk di Kota Kupang, iya otomatis kebutuhan transportasi juga meningkat. Seperti saya katakan tadi bahwa tujuan dibangunnya Terminal Bello ini kan untuk menjawab kebutuhan transportasi bagi warga masyarakat di wilayah pinggiran kota. Selain itu sebagai tempat perpindahan antara moda. Contohnya penumpang dari angkutan pedesaan (pickup ) berpindah ke angkutan dalam kota.

CNC : Apa pendapat Anda terkait maraknya angkutan online membuat Angkot sepi penumpang.

BM : Sesungguhnya kehadiran angkutan online karena krisis angkutan umum yang ada. Untuk itu kita sudah lakukan komunikasi dengan pemilik angkutan, pihak Organda, untuk mereka bisa memperbaiki mereka punya jasa angkutan. Agar masyarakat/penumpang pun layak dapat memanfaatkan angkutan itu lebih aman dan nyaman.

Baca Juga :  POLISI Target Utama Teroris di Indonesia

CNC : Lagi-lagi soal penertiban kendaraan, apakah asesoris pada kendaraan dan atau ada “sopir tembak” juga ikut ditertibkan?

BM : Itu bagian yang saya maksudkan menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Sepanjang pengamatan kami pasca pengoperasian kembali Terminal Bello, masyarakat sekitar cukup antusias manfaatkan Angkot yang ada. Pagi mereka datang antar anak sekolah di terminal sini kemudian anak sekolah memanfaatkan jasa Angkot yang ada. Begitu juga kendaraan pickup sudah mulai tertib. Kemudian warga sekitar yang punya usaha datang menjajaki barang jualan mereka disini. Jadi ada dampak ikutannya dimana ada geliat ekonomipun bertumbuh di sekitar sini.

Baca Juga :  BERAS Harga MELAMBUNG Pihak BULOG Edarkan Beras MURAH Tapi TERBATAS

CNC : Apakah ada kendala yang berarti pacca pengoperasian kembali Terminal Bello?

BM : Di sekitar wilayah Bello dan Sikumana da banyak “jalan-jalan tikus”, iya bisa saja sopir Angkot tidak menyinggahi Terminal Bello. Tinggal saja bagaimana kesadaraan para sopir Angkot. Oleh karena itu sengaja kita tempatkan petugas jaga di setiap persimpangan.

CNC : Konon ada Kartu Kendali yang disiapkan, apa fungsinya.

BM : Bahwa setiap kendaraan wajib masuk area terminal kita siapkan Kartu Kendali untuk memantau aktivitas kendaraan pada hari itu. Sekaligus mengeduksi para pengemudi jika pada suatu saat sudah tidak ada petugas jaga di persimpangan yang kerap jadi.”jalan tikus” itu. Kalau kendaraan masuk kota di malam hari tentu bisa ditolerir. Karena Angkot paling banter jam malam 7 sudah masuk garasi. Apalagi petugas kita juga hanya jam jaga pada pagi, siang ,dan sore hari. Jadi kita bisa maklumi hal-hal seperti itu kasuistis dan insidentil
saja.  +++ marthen/CNC

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Moda Transportasi Darat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Moda Transportasi Darat.