Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Ketika LAMPION Menjadi CAHAYA UMKM, Budaya, dan HARMONI yang Menyatukan KEBERAGAMAN

CitraNews

Transaksi Hampir Rp1 Miliar

Dari sisi ekonomi, dampak festival ini terlihat cukup signifikan. Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, Andree Hartanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons luar biasa dari pelaku usaha maupun masyarakat.

Seluruh slot UMKM terisi penuh, bahkan panitia mencatat adanya daftar tunggu dari pelaku usaha yang ingin ikut berpartisipasi.

Baca Juga :  TERIMA GDPK Christian Widodo Tekankan KEBIJAKAN Berbasis DATA Fondasi MASA DEPAN Kota KUPANG

Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Bank Indonesia, transaksi selama dua hari pertama sudah mencapai hampir Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Hingga hari penutupan, total perputaran uang diperkirakan mendekati Rp1 miliar.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi sekaligus potensi besar UMKM di Kota Kupang,” kata Andre.

Baca Juga :  Tempo 100 Hari Kerja Walkot CHRISTIAN Fokus Mengurus SAMPAH dan Pemberdayaan UMKM

Cahaya Lampion Berbias Harapan

Saat acara penutupan usai, lampion-lampion masih menggantung menerangi jalan. Beberapa pengunjung masih berfoto, sementara pedagang perlahan mulai merapikan lapak mereka.

Namun bagi banyak orang, tiga hari festival itu meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar perayaan budaya. Ia menjadi bukti bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh dari ruang publik yang inklusif, dari kolaborasi berbagai komunitas, dan dari semangat keberagaman yang dirawat bersama.

Baca Juga :  PEMKOT Kupang Raih Opini WTP Tapi BPK RI Lampirkan Sejumlah TEMUAN

Di bawah cahaya lampion yang perlahan redup malam itu, Kupang seakan menegaskan satu hal: Kota ini tidak hanya hidup dari aktivitas ekonominya, tetapi juga dari harmoni masyarakat yang menjaganya.  +++ marthen/*