Dolfus Tuames : Adanya pepohonan tidak sekadar penutup lahan (land cover) tapi fungsi utamanya adalah mencegah banjir dan di saat hujan lebat pepohonan dapat menyimpan air hujan sehingga tidak dibuang percuma ke laut.
Citra News.Com, KUPANG – TANAM Tanam Sekali Lagi Tanam. Ajakan ini telah melagenda oleh mantan Gubernur NTT El Tari. Kemudian dipertegas lagi oleh Gubernur Ben Mboy dengan Operasi Nusa Makmur dan Operasi Nusa Hijau.
“Seruan ini penting untuk dilaksanakan oleh masyarakat di semua tingkatan. Bahwa adanya pepohonan tidak sekadar penutup lahan (land cover) tapi juga fungsi utamanya adalah dapat menyimpan air hujan sehingga pada saat musim hujan tidak terjadi banjir dan air hujan tidak dibuang percuma masuk ke laut”, demikian Kepala Balai Pengelolaan DAS Benain Noelmina, Dolfus Tuames di Kupang, Kamis (10/10).
Kepada awak portal berita citra-news.com Dolfus mengatakan, semua kehidupan di alam kita ini ada di dalam daerah aliran sungai (DAS). Secara morfologis batas- batas DAS itu adalah wilayah yang dibatasi oleh punggung gunung maupun punggung bukit yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan. Kemudian dialirkan melalui sungai-sungai dan dibuang ke laut atau danau.
“DAS itu sendiri sebenarnya kawasan hutan, lahan milik masyarakat, milik swasta, milik agama, dan berbagai macam status. Tidak ada satu jengkal tanahpun yang tidak masuk didalam DAS”, jelas Dolfus.
Disebutkan, jumlah DAS di NTT ada 3.977 DAS. Kita di NTT masuk dalam kategori DAS Kepulauan. Berbeda dengan pulau-pulau besar mereka tergolong DAS Kontinental atau DAS Besar yang luasannya 1 juta hektar.














