Pada kesempatan itu Wagub Josef menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Lembaga Agama dan Para tokoh agama yang selama ini telah berpartisipasi dalam memajukan pembangunan maupun dalam memelihara kerukunan umat beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Putra aaal Ngada ini juga mengharapkan dukungan, kerja sama dan partisipasi kita semua dalam memelihara suasana yang kondusif bagi terselenggaranya pembangunan daerah.
Ketua Panitia, Dr Yuliana Salosso, saat menyampaikan laporan tertulis dari Ketua FKUB NTT, Dr Maria Theresia Geme mengatakan, NTT dikenal memiliki masyarakat yang rukun dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa tanpa melihat perbedaan agama, suku, ras, dan golongan.
Kearifan lokal sangat berkontribusi dalam kehidupan kerukunan antar umat dan masyarakat di NTT. Sehingga FKUB melaksanakan dialog antar umat beragama itu untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat NTT berbasis kearifan lokal.
Salloso yang juga adalah seorang Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Undana Kupang berharap
Diharapkan melalui Dialog Keagamaan ini dapat membangun komitmen bersama dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di NTT yang berbasis kearifan lokal.
Turut hadir pada acara pembukaan dialog tersebut diantaranya Ketua dan Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT, Maria Theresia Geme dan Pdt. Jusuf Nakmof beserta para pengurus FKUB Provinsi NTT.
Juga hadir Kepala Dinas Sosial Provinnsi NTT, Jamaludin Ahmad, Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Regina Manbait, Kabag Kesra Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Maria Enjelika Corohama. +++ citra-news.com/biroAP setdantt












