LIFT Mataram Mendidik Anak Bangsa Jadi PILOT

Ibarat gayung bersambut, dengan dibukanya rute baru penerbangan WINGS AIR Kupang – Lombok – Kupang maka akan dapat mengakomodir semua aspek pelayanan. Selain untuk kepentingan ekonomi dan pariwisata juga pendidikan.

 

Lombok, citra-news.com – LOMBOK Institute of Flight Technology (LIFT) Academy Mataram adalah sebuah lembaga pendidikan di wilayah Timur Indonesia yang mempersiapkan para putra-putri anak bangsa untuk menjadi pilot.

Hal ini dikatakan  T. Tarigan Sibero, SE, MBA  kepada wartawan di D’Praya Hotel Mataram, Sabtu 26 Mei 2018.

Tarigan yang juga Air Vice Marshal (Ret) Lombok Institute of Flight Technology ini berharap, agar para putra-putri lulusan SMA/SMK dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat melanjutkan pendidikan ke LIFT.

“Kalau dulu sekolah untuk jadi pilot hanya ada di Jawa. Daripada jauh-jauh ke Jawa, sekarang sudah ada juga Sekolah Pilot di Lombok Mataram NTB. Sehingga anak-anak dari NTT bisa sekolah di LIFT saja. Kan Lombok jaraknya lebih dekat dengan Kupang NTT,”tuturnya.

Dengan adanya rute baru penerbangan Wings Air Kupang – Lombok pergi pulang, menurut mantan pilot ini, akan sangat memudahkan anak-anak NTT bisa melanjutkan Sekolah Pilot ke Lombok Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Sekarang umumnya anak-anak dari wilayah Indonesia Timur udah banyak koq yang sekolah Pilot di Kota Mataram ini.  Memang saat ini belum ada dari NTT tapi dari Papua tidak saja laki-laki tapi juga perempuan. Saya yakin sudah ada penerbangan Kupang Lombok bisa menggugah anak-anak NTT akan datang Sekolah Pilot di Lombok,”harap Tarigan.

Menjawab pengetahuannya tentang NTT, purnawirawan TNI AU ini mengaku ketika masih tentara aktif, tidak saja Kupang tapi juga Dili Timor-Timur (sekarang Negara Timor Leste) menjadi base camp-nya.  “Sehingga banyak hal saya ketahui tentang NTT. Tidak saja anak- anak dari Papua yang bisa jadi pilot. Anak-anak NTT juga sangat potensial untuk menjadi pilot”.

Soal eksistensi LIFT Academy di Kota Mataram, jelas Tarigan, LIFT dibuka untuk umum sejak tahun 2011 dan menjadi satu-satunya sekolah penerbangan di Wilayah Indonesia bagian Timur. Yang mau diwisuda pada bulan Mei 2018 sekitar 8 orang calon pilot. Dan kalau dihitung semuanya  sudah pada Angkatan ke-12.

LIFT Academy, kata Tarigan, mendapat pengakuan dan bahkan pujian dari Dirjen Perhubungan Udara. Bahwa LIFT di Kota Mataram ini satu-satunya sekolah penerbangan di tanah air yang berani bergeser ke wilayah Indonesia bagian Timur. Karena yang lainnya kan hanya berkutat di Jawa dan bergeser sedikit lebih jauh ke Sumatera, tandasnya.

Lamanya pendidikan, lanjut dia,  maksimum selama 2 tahun. Selama itu ada tingkatan pendidikan mulai dari PPL (Private Pilot Licence) dan ada CPL (Commersial Pilot Licence). Kalau sudah lulus CPL para out put LIFT Academy biasa dipakai Airline. Kalau PPL biasanya untuk pesawat-pesawat pribadi.

“Biaya sampai selesai pendidikan rata-rata 550.000 US Dolar dan kalau dirupiahkan sekitar 700-an juta. Ini sudah terhitung semua kebutuhan selama pendidikan. Bagaimana cara bayarnya saya gak tahu. Karena saya hanya bagian quality control aja”.

Tarigan mengaku, sudah ada banyak lulusan LIFT Academy yang sudah jadi pilot. Itupun harus memakan waktu antara 4-5 tahun. Karena awal-awalnya mereka harus jadi Ko Pilot dulu. Dan dari lulusan yang ada sudah banyak  dari Papua selain laki-laki juga ada calon pilot perempuan. Umumnya lulusan LIFT Academy Mataram, tambah dia,  mereka sudah bisa bawa pesawat terbang jenis single engine. Iya sejenis ATR gitu. Jam terbangnya juga baru sebatas 160-an jam. Berarti harus membutuhkan waktu 4-5 tahun lagu baru bisa mampu menerbangkan pesawat jenis turbo. +++ cnc1

 

Gambar : T Tarigan Sibero, SE, MBA dan istri (ke-3 dan ke-4 dari kiri) pose bersama wartawan NTT di Lobi D’Praya Hotel Lombok. Doc. marthen radja/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *