BANK NTT Jalin Kerjasama TATAKELOLA Keuangan SEKOLAH

JEFRY A. Riwu Kaho (Ke-5 dari kiri) pose bersama pegawai Bank NTT di Restauran Nelayan Kupang, Jumat 09 Agustus 2019. Doc, CNC/marthen radja.

Jefry : Dakam menatakelola keuangan Bank NTT memperkenalkan E- Monitoring. Tujuannya agar lebih teringrasi dan tepat pemanfaatannya, cepat prosesnya dan valid pertanggungjawabannya.

Citra-News.Com, KUPANG – DIREKTUR Bank NTT Cabang Kupang, JEFRY Alex Riwu Kaho mengatakan, pemanfaatan E-Monitoring melalui aplikasi CMS (cash management system) memudahkan  pihak sekolah menatakelola keuangan.

“Dari sisi tatakelola keuangan sangat membantu baik guru kepala sekolah maupun bendahara  untuk mampu kelola sumber-sumber dana yang ada supaya lebih cepat prosesnya, tepat pemanfaatannya, dan valid untuk pertanggungjawabannya,”jelas Jefry kepada wartawan usai melakukan sosialisasi E-Monitoring kepada beberapa kepala sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang di Restauran Nelayan, Jumat, 09 Agustus 2019.

Menurutnya. Sekolah memiliki beberapa sumber dana. Entah dana BOS (bantuan operasional sekolah), dana komite, SPP, dan lain-lain sumber dana. Namun dalam pengelolaannya pihak sekolah belum melakukan secara integrative. Untuk itu maka Bank NTT melakukan sosialisasi dan edukasi secara bertahap dengan time schedule yang disepakati antara pihak sekolah dengan pihak Bank NTT.

JEFRY A. Riwu Kaho (ke-5 dari kiri) pose bersama pegawai Bank NTT di Restauran Nelayan Kupang, Jumat 09 Agustus 2019. Doc, CNC/marthen radja.

“E-Monitoring ini baru kita launching. Bagi kelompok orangtua yang telah merasakan manfaatnya diharapkan untuk berbagi pengalaman kepada yang lain. Kerjasana pemanfaatan E-Monitoring ini kita baru lakukan dengan Yayasan Citra Bangsa. Pengembangan ke depan dengan Yayasan Swastisari, juga dengan Yayasan Reformasi. Dalam kerjasama yang sedang kita kembangkan ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat yang baik bagi dunia pendidikan,”jelas Jefry.

Dikatakan Jefry, pihak sekolah hanya mempersiapkan data-data. Antara lain, data-data siswa, data-data guru, data-data pelajaran, absensi, dan data-data lain yang dibutuhkan.

Jalinan kerjasama Bank NTT dengan pihak sekolah ini, aku Jefry, erat hubunganya dengan manajemen penatakelolaan keuangan. Menggunakan aplikasi CMS (cash management system) supaya pengelolaannya lebih mudah, lebih teratur, dan petanggungjawabannya dari sisi akuntability lebih terjamin.

Menjawab citra-news.com terkait sumber dana yang dimiliki sekolah disimpan saja di Bank NTT, Jefry mengatakan, menyikapi aturan Bank Indonesia tentang Gerakan Nasional Non Tunai, maka aplikasi CMS bisa lebih aman dan nyaman.

“Kalau orang dulu ke Bank tarik uang tunai, kerapkali terjadi perampokan di tengah jalan. Dengan modus macam-macam. Perampokan melakuan penggembosan ban mobil kemudian membawa kabur uang. Nah, dengan adanya CMS dan transaksi non tunai bisa mengurangi risiko-risiko orang melakukan tunai uang dalam jumlah besar,”tandasnya.

Dari sisi akurasi, tambah Jefry, ada jaminan keamanan  serta efisiensi waktu. Dengan media CMS maka waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi sangat real time. Dari sisi data sangat valid dan capability. Demikian juga dari sisi administrasinya sudah dengan system digital. Sehingga risiko hilang sudah sangat diminimalisir.

Bank NTT Perlu Sosialisasi Secara Intensif

Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan karena aplikasi E Monitoring adalah hal baru maka dibutuhkan sosialisasi secara intensif. Terutama kepada orantua siswa sehingga bisa dipahami dan bisa mengoperasikan E-Monitoring secara baik.

Kepala SMKN 5 Kupang, SAFIRAH C. Abineno dan Visi-Misinya diabadikan Selasa, 06 Agustus 2019. Doc, CNC/marthen radja

“Dari testimony yang dikemukakan salah satu orangtua siswa sekolah Citra Bangsa memang sangat bagus. Hanya saja pihak Bank NTT juga harus lebih banyak sosialisasikan ke tengah orangtua siswa. Karen setiap sekolah memiliki siswa dari latar belakang eknomi yang berbeda-beda. Soal data KBM bagi kami di SMKN 5 Kupang menggunakan doble sift. Atau ada yang sekolah pagi dan sekolah siang. Kondisi ini jelas berbeda dengan  di sekolah Citra Bangsa,”tuturnya.

Dari sisi keamanan dan kenyaman keuanghan sekolah, beber Safirah, SMKN 5 Kupang pada tahun ajaran 2019/2020 dana PKL (praktek kerja lapangan) siswa kelas IX sudah disimpan di Bank NTT Cabang Walikota Kupang.  Sementara dana BOS sudah di-Giro-kan di Bank NTT Cabang Utama Kupang.

“Hanya saja aplikasi CMS ini kami harus pelajari lebih jauh. Memang dari sisi tata kelola keuangan sekolah sudah sangat bagus. Hanya saja penerapan E-Monitoring bagi orangtua siswa mutlak penting. Agar orangtua bisa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.  Bagi guru mungkin lebih mudah penerapannya tinimbang oragtua siswa,”tuturnya.

Suasana KBM SMKN 5 Kupang di bilangan Jalan Naga Jamal Naikoten I Kota Kupang, Timor  Provinsi NTT. Foto diabadikan Selasa, 6 Agustus 2019. Doc, CNC/marthen radja.

Menjawab citra-news.com penerapan E-Monitoring juga menjadi salah satu misi dan program kerja Kasek (Kepala Sekolah) Safira. “Iya ini sudah menjadi misi saya dalam menjalankan tugas saya selaku kepala sekolah. Salah satu misi saya adalah membina dan meningkatlan kejasama dengan seluruh komponen masyarakat secara berkesinambungan. Dan kerjasama E-Monitoring dengan pihak Bank NTT ini adalah aplikasinya,”ucap Safira.

Siswa SMKN 5 Kupang tengah mengerjakan item pekerjaan gedung dua lantai yang tidak diselesaikan panitia pembangunan tahun 2018. Doc, CNC/marthen radja.

Untuk diketahui, tambah Safirah, di SMKN 5 Kupang ada 10 (sepuluh) kompetensi keahlian. (Komli). Dan pembiayaan dari masing-masing Komli oleh masing-masing Ketua Komli (Kakomli). Selama ini sumber dana yang ada banyak yang disalahgunakan. Akibatnya beberapa item pekerjaan tidak bisa diselesaikan.

Contoh, sebut Safirah, pembangunan gedung dua lantai dua Ruang Kelas Baru (RKB) yang bersumber dari sana Bantuan Pemerintah Pusat (APBN) dan Dana Komite tahun 2018. “Beberapa item pekerjaan tidak bisa diselesaikan pekerjaan karena pos-pos dana yang ada main copot sana copot sini. Belanja bahan material pasir misalnya dikatakan kurang lalu ambil dari item belanja semen misalnya. Namun menjadi kelebihan material dan digunakan oleh oknum guru tanpa ada pertangungjawaban yang jelas,” beber Safirah.

Siswa SMKN 5 Kupang tengah mengerjakan item pekerjaan gedung dua lantai yang tidak diselesaikan panitia pembangunan tahun 2018. Doc, CNC/marthen radja.

Nah, dengan adanya aplikasi E-Monitoring dari Bank NTT ini, tambah Safirah, pengelolaan keuangan ke depannya bisa lebih terarah. Atau lebih tepat dan valid pemanfaatannya. Untuk ke depannya perlu ada kerjasama model E-Monitoring dengan aplikasi CMS ini. +++ marthen/sitra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *