NTT -Nusa Tangguh Tumbuh- MELAWAN Musuh ENDEMIK

llustrasi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan JOSRF Adrianus Nae Soi. Doc. citra-news com/istimewa

Ditengah pandemi Covid19 Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk tetap fokus melawan musuh endemik yang sekian lama membelenggu. Musuh Endemik apa saja?

Citra-News.Com, KUPANG – MEMAKNAI Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengajak masyarakat NTT untuk tetap membangun sikap optimisme.

Adalah fakta bahwa munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020, sejak itu pula peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI dirayakakan secara sederhana dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam momentum peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk meninggalkan rasa takut yang berlebihan dan tetap membangun sikap optimisme.

“Saya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur di mana-pun berada, agar meninggalkan ketakutan berlebihan terhadap ancaman covid-19. Mari kita mulai membangun kepercayaan diri untuk kembali kerja produktif dengan memperhatikan protokol kesehatan. Orang yang dipenuhi rasa takut berlebihan adalah ciri orang yang hidup tanpa harapan. Marilah kita memelihara sikap optimis dan positif untuk memerangi virus ini dengan disiplin dan hidup solider dengan sesama,” demikian Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat menyampaikan Pidato Radio Gubernur Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memperingati HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI tingkat Provinsi NTT, di ruang rapat Asisten, Senin 16 Agustus 2021.

Diketahui, dalam pidato radio dan disiarkan secar langsung RRI Kupang ini, diikuti secara virtual (Daring) oleh seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan kalangan media massa.

Wagub Nae Soi menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi di tengah pandemi Covid19, untuk tetap fokus melawan musuh endemik yang sekian lama membelenggu. Musuh endemik dimaksud adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Ia harus dilawan dengan memanfaatkan segala kekayaan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat NTT.

Dia mengatakan, untuk mengatasi pandemi Covid19 ini, Pemprov NTT terus giat melakukan promosi, pencegahan, penanganan, perawatan dan rehabilitasi kesehatan dengan membentuk Gugus Tugas COVID-19 dan memberdayakan rumah sakit yang ada di seluruh kabupaten/kota. Juga melakukan refokusing dan realokasi anggaran selama 2 (dua) tahun ini untuk penanganan Covid-19.

Endemik Itupun Kian Redup

Dalam pidatonya Wagub Nae Soi mengemukakan derap pembangunan yang sudah, tengah, dan akan dilaksanakan. Menggapai Visi pembangunan ‘NTT Bangkit Menuju Sejahtera’ beberapa sektor pembangunan terus menggeliat. Dan sektor-sektor yang dibeberkan dalam pidato radio ini dipandang sebagai sektor vital dalam mendukung penurunan angka endemik yakni kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

Pembangunan di bidang kesehatan, kata Wagub Nae Soi, kita patut berbangga dengan upaya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (Bumil KEK) dan Balita KEK di 22 Kabupaten/Kota, kita telah berhasil menurunkan angka stunting secara cukup signifikan dari 35,4 persen pada 2018 menjadi 30 persen pada tahun 2019 dan 24,20 persen pada tahun 2020. Serta konsisten penurunan 23,20 persen berdasarkan data stunting periode pertama bulan Februari tahun 2021.

Sementara di bidang pendidikan, Pemprov NTT terus berupaya meningkatkan kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas. Melalui peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisiapsi Murni (APM) pada setiap jenjang pendidikan. Berikut, peningkatakan akreditasi sekolah serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Saat ini kita (Pemprov NTT, red) juga kembangkan 9 sekolah pusat keunggulan (Central Of Excellent) atau sekolah percontohan (sekolah model, red) yang akan menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada serta memanfaatkan sumber daya alam lokal dalam bidang kemaritiman, seni budaya, pariwisata serta industri kreatif.

SMKN 5 Kupang salah satu Sekolah Pusat Keunggulan (COE).Tampak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov.NTT,  LINUS Lusi  pose bersama Kepala SMKN 5 Kupang, SAFIRAH C. Abineno. Doc. marthen radja/citra-news com

“Kita terus dorong penataan SMK untuk ciptakan tenaga kerja yang terampil. Ke depan, untuk menjawab tantangan modernisasi dan penguasaan teknologi, pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur difokuskan untuk beberapa bidang. Yakni pendidikan yang membentuk logika dan sains, pendidikan literasi seperti penguasaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, membaca dan menulis (literasi san numerasi, red) serta pendidikan yang membentuk etika dan budi pekerti,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Sementara untuk pengembangan sektor pariwisata, meski di tengah pandemi ini Pemprov NTT terus melakukan upaya penataan destinasi wisata unggulan NTT. Dintaranya nembangun infrastruktur penunjang berupa home stay, cottage dan restaurant pada 7 (tujuh) lokasi pariwisata estate. Yaitu di Pantai Liman Kabupaten Kupang; Desa Wolwal Kabupaten Alor; Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao; Lamalera di Kabupaten Lembata; Koanara di Kabupaten Ende; Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Pramaidita di Kabupaten Sumba Timur.

“Saya minta Pemerintah Daerah di ketujuh destinasi pariwisata estate tersebut untuk meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi serta mempersiapkan masyarakat dalam rangka kesinambungan pengelolaannya. Pemerintah Kabupaten diharapkan menyediakan infrastruktur penunjang lain, seperti jalan, air bersih, listrik dan komunikasi, serta memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menjadi pemilik atas obyek wisata tersebut,” jelas Wagub.

Di bidang pertanian dan peternakan, lanjut Wagub Nae Soi, Pemprov NTT sejak tahun 2019 melaksanakan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Di mana pada musim tanam Oktober 2019 sampai Maret 2020 (MT Okmar), TJPS dilaksanakan pada 7 (tujuh) kabupaten dengan target 2.400 Ha. Dimana realisasi tanamnya seluas 2.310,53 Ha. Hasilnya realisasi panen seluas 2.017,53 Ha dan produksinya mencapai 9.538,90 ton.

Pada musim tanam April sampai September (MT Asep) 2020 diperluas di 16 kabupaten dengan luasan lahan terverifikasi seluas 5.210 Ha. Realisasi tanamnya seluas 1.732 Ha dengan jumlah realisasi panen seluas 1.109,16 Ha dan produksinya mencapai 2.258,18 ton.

Periode Oktober 2020 sampai Maret 2021 juga dilaksanakan pada 16 kabupaten dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 Ha. Realisasi tanamnya seluas 8.098,5 Ha dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 Ha dan produksinya mencapai 15.117 ton.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan pendapatan petani melalui peningkatan produksi dan produktivitas jagung serta pemerataan kepemilikan ternak sapi dan peningkatan populasi ternak sapi,” kata Wagub Nae Soi

Sementara di sektor (bidang, red) peternakan, Wagub Nae Soi menjelaskan, peternak NTT setiap tahun secara terus-menerus berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau secara nasional.

Bahwa rata-rata setiap tahun dikirim 12 juta kg daging sapi untuk mencukupi konsumsi daging sapi secara nasional yang masih tergantung pada impor.

Populasi ternak sapi di NTT terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2019 populasi ternak sapi di NTT sebanyak 1.087.761 ekor. Ia meningkat menjadi 1.176.317 ekor di akhir tahun 2020.

Pemerintah juga sedang mengembangkan sapi Wagyu, persilangan dengan sapi lokal melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB). Dimana pada tahun 2020 telah disediakan benih/bibit (semen) sapi Wagyu sebanyak 1.300 strow yang disebar ke 3 (tiga) kabupaten yakni Kabupaten TTS, (Timor Tengah Selatan), Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Kupang dan Instalasi Lili sebanyak 1.020 strow.

Tahun 2021, tambah Wagub, kita sebar di Kota Kupang, Kabupaten Belu, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Ngada, Manggarai dan Manggarai Timur sebanyak 280 strow.

“Tahun 2021 telah lahir anak sapi persilangan Wagyu dengan sapi lokal sebanyak 34 ekor yang tersebar di Instalasi Lili 2 ekor (Wagyu x Sapi Bali), di Kabupaten Kupang 12 ekor dan Kabupaten TTS sebanyak 20 ekor (wagyu Simental),”beber Wagub.

Di bidang infrastruktur, lanjut Wagub Nae Soi, Pemprov NTT berkomitmen untuk memenuhi ketersediaan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan di NTT. Khususnya pada daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata.

Prinsip utama dari penyediaan infrastruktur adalah pembangunan yang menyeluruh, tuntas dan tidak boleh setengah-setengah.

Sehingga dari total panjang jalan Provinsi 2.650 kilometer/Km. Kondisi jalan yang belum mantap (rusak berat dan rusak ringan) pada tahun 2019 sepanjang 906,12 Km. Dan pada tahun 2020 dikerjakan sepanjang 365,03 Km dan pada tahun 2021 ini akan dikerjakan sepanjang 585,38 Km.

Pekerjaan infrastruktur jalan ini dengan skema penganggaran yaitu Pinjaman SMI, Pinjaman Bank NTT, Pemberian Hibah Jalan Daerah, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pemprov NTT juga menitikberatkan penyediaan jaringan air minum dan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) di beberapa daerah.

Diperlukan Sinergisitas dan Kolaborasi

Pada kesempatan tersebut, Wagub Nae Soi juga menegaskan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah kabupaten/kota. Yakni selalu bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Perlu menjaga stabilitas, ketentraman dan ketertiban di daerahnya masing-masing dengan meningkatkan koordinasi dengan Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah).

“Hendaknya kita tidak boleh berpikir spasial.
Tapi harus membangun kerjasama antar daerah dalam satu kawasan serta kepala daerah harus punya jiwa enterpreneurship (kewirausahaan). Juga yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian sampah plastik,”ucapnya.

“NTT memiliki potensi yang sangat besar. Kita sesungguhnya tertinggal karena kita malas dan belum memiliki kemampuan untuk mendayagunakan potensi yang begitu kaya. Karena itu, hal yang dibutuhkan saat ini adalah inovasi teknologi dan kerja keras serta kolaborasi untuk mengelola potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Pada akhir pidatonya, Wagub memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kemajuan daerah ini.

“Secara khusus kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada para medis, tenaga kesehatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah berjuang di garda terdepan dalam menangani covid 19 di daerah ini,” pungkasnya. +++ marthen/citra-news com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *