Kain Tenun Maumere ‘Laris Manis’ Di tangan Ibu Negara

Penulis : Armando WS

Editor : marthen radja/cnc

Maumere, citranews.com – LAKSANA isi syair lagu ‘Maumere Manise’ // Maumere … kalau masih ingat e…// jangan lupa maumere manis e//.

Kalau lagu ini dilantunkan saat kepulangannya dari bumi Nian Tanah Sikka  sudah tentu  potongan syair lagu ini terus menggema di telinga Ny. Mufida Jusuf Kalla, juga rombongannya. Tapi paling tidak buah tangan berupa kain tenun ikat Maumere yang dibeli ibu negara dan rombongannya ketika melawat ke bumi Nian Tanah Sikka menjadi ‘tanda mata’ yang sulit lekang dimakan jaman.

Tidak mempertimbangkan harga, Ny Mufida JK dan rombongan memborong semua kain tenun ikat yang dipajang di ruang Sikka Convention Center (SCC) Maumere. Padahal kalau dikalkulasikan secara ekonomis maka harga kain tenun ikat Maumere antara 1-3 juta  selembar. Tergantung kualitas kain yang dihasilkan (ditenun) secara tradisional oleh kaum perempuan Sikka yang diwariskan secara turun temurun itu.

Terkait kunjungan ibu negara Ny. Mufida Jusuf Kalla (JK) ke Maumere pada Rabu 4 April 2018, saat sosialisasi bahaya Narkobajuga berdampak pada kekerasan perempuan dan anak, serta pornografi dan pornoaksi, para siswa SMAK Frater begitu antusias. Bahkan muncul sifat keingintahuan mereka yang dibuktikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang silih berganti dari siswa dan peserta.

Usai dari  pondok Frateran Maumere, ibu negara dan rombongan menuju SCC Maumere meninjau sosialisasi tentang parenting. “Kepada calon Pasutri (pasangan suami isteri) yang muda, rencanakan secara matang dalam berumah tangga. Dan rencana punya anak apa dampaknya dan rencana ekonomi rumah tangga ke depan,” pesan isteri orang nomor dua RI itu.

Usai dari ruang seminar, ibu negara dan rombongan diajak Ketua Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya menuju lapak (stand) pameran kain tenun ikat Maumere. Di lapak inilah ibu negara bercengkerama dengan para ibu penjaga stand. Ibarat setali dua uang sambil bercakap-cakap tapi dagangan juga laku terjual. Tidak diyana kain sarung tenun ikat Maumere laris manis karena ‘diborong’ oleh orang-orang Jakarta itu. +++ mof/cnc

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *