IKHLAS MELAYANI Kiat Sukses Dalam JABATAN

MATHIAS M.Beeh, S.ST.Par, MM. Doc.marthen radja/citra-news.com

Apapun jabatan atau kedudukan yang diemban seseorang harus diikuti dengan spirit pelayanan yang universal. Artinya dengan tidak membeda-bedakan kelompok atau golongan.

Citra News.Com, KUPANG –  TERLANTIK menjadi salah satu pejabat di lingkup Pemerintah Provisi Nusa Tenggara Timur (Prov. NTT), bagi MATHIAS M.Beeh, S.ST,Par.MM adalah hal baru.

“Bagi saya ini hal baru. Mengapa. Karena beralih dari jabatan fungsional ke jabatan struktural   bagi saya bukan perkara gampang. Ini hal baru dan punya tantangan yang maha berat,”    ungkap Mathias atau akrab disapa MAT ketika diwawancarai awak citra-news.com, pekan lalu di Kupang.

Menurut mantan Kepala SMKN 1 Kota Kupang Provinsi NTT ini, ketika mendapat surat undangan dari Badan Kepegawaian Daerah Sekretariat Daerah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) pada Jumat, 11 Juli 2020, dirinya langsung menghadap kepala dinas (Kadis).

“Saat saya menghadap pak Kadis, beliau memberikan proviciat sekaligus beberapa masukan yang berarti terkait tugas-tugas penanganan pendidikan menengah (Dikmen) di Provinsi NTT. Hal yang paling penting menurut pak Kadis adalah semangat (sprit) melayani. Sebagai abdi negara harus ikhlas hati dalam memberikan pelayanan. Karena yang dilihat bukan jabatan atau kedudukanmu itu apa. Akan tetapi apa kerja nyatamu setelah berada pada jabatan itu. Jadi hasil kerja yang ditunjukkan,”beber dia.

Memang spirit pelayanan sudah juga saya lakukan selama menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Kupang, sambung Mat. Namun tentunya ada beberapa perbedaan prinsip antara jabatan fungsional dan jabatan struktural. Kalau di sekolah kami harus berhadapan dengan sisa dan guru serta pegawai tapi setelah menjabat sebagai Kepala Bidang Dikmen di Dinas PK Provinsi NTT, kondisinya pasti berbeda. Ini yang saya maksudkan hal baru di jabatan struktural.

Menjawab rentang waktu melayani pendidikan di SMKN 1 Kupang, jelas dia, menjadi kepala sekolah sudah 7 (tujuh) tahun lebih. Ini waktu yang cukup lama, lho. Sudah banyak hal yang kami lakukan disana meski tidak sesempurna sesuai harapan kebanyakan orang tua siswa atau pihak lainnya. Akan tetapi hasil kerja kami guru-guru di SMKN 1 Kupang paling tidak sudah kami tunjukkan dan sudah dirasakan masyarakat. Kata kuncinya asal kita melayani dengan ikhlas hati.

“Ini tentunya hal-hal baik yang selama ini ada di sekolah, saya pasti akan bawa ke dinas. Untuk bidang Dikmen sudah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Ia harus bersinergis dengan bidang-bidang lain, utamanya Bidang GTK (Guru dan Tenaga Kepedidikan),”kata Mat.

Adanya fakta pandemi Covid-19 saat ini dimana ruang tatap muka antara guru dan siswa tidak terjadi. Pembelajaran dilakukan berbasis jejaring IT. Karena itu butuh sinergisitas dan harus punya persepsi yang sama dalam penatalaksanaan pendidikan khususnya di Provinsi NTT. Perlu menggerakan semua sekolah menengah atas khsususnya untuk meresponsnya dengan baik.

SAMA Antara Sekolah Swasta dan Negeri

Terkait target mutu, tegas Mat, jangan membeda-bedakan antara sekolah swasta dan sekolah negesi. Semua sekolah harus punya standar yang sama dalam meraih mutu pendidikan. Erat terkait di dalamnya  untuk peningatan SDM (sumber daya manusia) maka sarana prasarana (Sarpras) harus memadai dan siap pakai.

Oleh karena tuntutan Kurikulum 2013 (K-13) stressing  atau penekanannya lebih pada pendidikan karakter maka guru dituntut untuk berkreasi dan inovatif dalam menciptakan suasana pembelajaran.

“Jangan  jadi perbedaan antara sekolah swasta dan sekolah negeri. Harus diperlakukan sama dan seimbang. Baik untuk aspek psikomotorik, afektif, juga aspek kognitif,”tegas Ketua MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) SMA/SMK se-Kota Kupang ini. +++ marthen/citra news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *