Kerja Cerdas AWAS di Hari Pers Nasional

Bupati Roby Idong : Kerja nyata yang dilakukan bersama-sama menjadi kekuatan besar kita membangun bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Maumere, citra-news.com – MENYONGSONG Hari Pers Nasonal (HPN), para awak media di Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Sasarannya pada  lokasi tumpukan sampah yang ada di seputar Kota Maumere.

Ketua Panitia Penyelenggara, Tovik Koban (Kontributor TV One) kepada citra-news.com di Maumere, Senin 4 Pebruari 2019, menjelaskan dalam menyongsong HPN 2019 AWAS melebur diri ke tengah masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sampah.

“Mengapa AWAS menjadikan kerja bakti di lingkungan sampah sebagai agenda utama kita. Ini berangkat dari fakta lapangan kalau virus DBD di Kabupaten Sikka terus mewabah masyarakat di hampir semua kecamatan. Dengan keterlibatan aktif para awak media ini sekaligus juga                    mengedukasi masyarakat akan arti pentingnya kebersihan lingkungan,”ucap Tovik.

Disebutkan dalam rangka HPN ini ada dua agenda kegiatan yang digelar AWAS. Yaitu kegiatan bakti social yang dilakukan pada Jumat 8 Pebruari 2019 bertempat di Kampung Buton. Bakti social ini melibatkan masyarakat sekitar dan sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah). Dan pada Sabtu 9 Pebruari 2019 AWAS menggelar diskusi public terbatas dengan thema, Apa Kata Mereka Tentang Pers di Kabupaten Sikka. Selaku panelis AWAS melibat tokoh akademisi, Pater Otto Gusty Modung, Doktor Gerry Gobang, Bupati Roby Idong, Ketua DPRD Sikka, dan Kapolres Sikka, Rickson PM Sitohang.

“Untuk kelancaran jalannya kegiatan ini kami telah membentuk panitia pelaksana yang didalamnya adalah orang media,”tambah Sekretaris panitia Vicky da Gomez.

Tovik menegaskan, dengan curah hujan yang hampir setiap harinya menggenangi bumi Nian Tana Sikka maka tumpukan sampah sulit dielakkan. Dan tumpukan sampah itulah menjadi tampat empuk perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypti penyebab DBD.

Ditambah lagi dengan perilaku masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat, kata Tovik, maka pemandangan kota semakin semrawut. Untuk itu AWAS tergerak hati untuk ikut terlibat aktif membersihkan lingkungan sampah yang terus mengganas di ibukota ini. Lebih dari itu sebagai inisiator sekaligus sebagai motor penggerak upaya cegah dini akan bahaya DBD yang juga terus mengancam nyawa.

Sementara Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si atau bisa disapa Roby Idong saat tatap muka dengan awak media, memberikan apresiasi dan mendukung penuh kerja cerdas AWAS membantu pemerintah.

“Rencana AWAS melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sampah sekaligus membasmi  jentik nyamuk, ini upaya kerja nyata yang perlu dicontohi. Saat ini memang lingkungan kita semakin tidak elok. Bau busuk dimana-mana sungguh menyengat. Adanya sampah berserakan dimana-mana membuat kita semakin tidak sehat,”kata Roby.

Upaya kerja nyata dan sama-sama kerja ini, tambah Roby, sekaligus juga AWAS mengedukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan. Dengan melakukan kerja bakti secara berkala kita menekan wabah penyakit musiman seperti virus DBD ini. Termasuk menekan penyakit lingkungan oleh ulah masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Karena tumpukan sampah atau genangan air di selokan (drainase) yang tersumbat menjadi tempat pembiakan nyamuk DBD. +++ amor/cnc

Laporan : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Bupati Roby Idong foto bersama AWAS di Maumere, Senin 4 Pebruari 2019

Foto : Doc. CNC/Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *