SOPHIA Semarakan UMKM di NTT

Tim Dirjen Pajak Wilayah Nusa Tenggara beraudiens dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, di Gedung Sasando Kupang, Timor NTT, Rabu 04 September 2019. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Humas dan Protokol Setda NTT.

Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terbilang Gubernur NTT yang berani melegalkan minuman keras (Miras). Padahal 7 gubernur sebelumnya, peredaran (pemasaran) Miras ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, karena selalu disita aparat kepolisian. Lalu apa yang melatarinya hingga Miras ini bebas beredar?

Citra-News.Com, KUPANG – MASYARAKAT NTT belum banyak yang mencerna kebijakan Gubernur VIKTOR melegalkan minuman keras (Miras) berupa sopi  atau moke. Produk dari nira lontar, gewang, kelapa, dan bahkan dari pohon enau ini disuling menjadi minuman yang memabukan ini sudah menjadi tradisi budaya masyarakat lokal NTT.

Bagi Gubernur Viktor produk ini dipandangnya sebagai komoditas potensial yang perlu dikembangkan secara masiv, demi memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan  di NTT. Namun perlu dikurangi kadar alkoholnya melalui proses penelitian secara ilmiah.

Dan alhasil melalui penelitian oleh para pakar dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, produk dari sopi asli ini sudah berubah nama dan nilai rasanya. Dari sebelumnya keras dan memabukan itu kini SOPHIA rasanya lebih soft karena kadar alkoholnya sangat rendah.

Terkait produk SOPHIA ini Gubernur Viktor juga membahasnya dalam audensinya dengan tim dari Dirjen Pajak Wilayah Nusa Tenggara (NT).

NTT memiliki potensi minuman khas yakni sopi, kata Viktor. Hanya saja selama ini proses pembuatannya masih sangat tradisional. Sehingga masih banyak kandungan methanol di dalamnya, yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh.

Oleh karena itu setelah saya (VBL) jadi gubernur, tambah Viktor, saya serius mendorong untuk melakukan penelitian terhadap minuman ini. Dan saat ini kami memiliki minuman khas NTT berstandar intrnasional yang sangat nyaman dikonsumsi. Namanya SOPHIA dan telah banyak diminati oleh masyarakat di mancanegara.

Menurut politisi dari Partai Nasdem ini, sektor yang akan berkembang pesat di NTT adalah pariwisata, pertanian holtikultura dan petenakan. Asalkan kita mampu mengerjakannya secara baik.

Kakanwil Dirjen Pajak Wilayah NT, TRI Bowo dan tiim pose brsama Gubernur Viktor dan Wakapolda NTT, Brigjen. Polisi, Johny Asadoma. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Biro Humas dan Protocol Setda NTT.

”Dari sector unggulan yang ada ini NTT juga memiliki potensi minuman khas yakni sopi. Hanya saja selama ini proses pembuatannya masih sangat tradisional. Sehingga masih banyak kandungan methanol di dalamnya, yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh. Sebagai gubernur saya pastikan kalau ke depan ekonomi kerakyatan di NTTakan berkembang luar biasa. Dan hal ini tentunya akan menaikkan PAJAK di NTT,”beber Viktor saat beraudiens dengan tim dari Kanwil Dijen Pajak Wilayah NT di ruang kerja Gubernur Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Kupang, Rabu 04 September 2019.

TRI Bowo pose bersama Gubernur Viktor dan Wakapolda NTT,  Johny Asadoma (kiri). di Gedung Sasando Kupang, Timor NTT, Rabu 04 September 2019. Doc. Foto CNC/Sam Babys-Humas dan Protokol Setda NTT.

 Di hadapan Kepala Wilayah Direktorat Jendral (Kakanwil Dijen) Pajak Wilayah Nusa Tenggara (NT), TRI BOWO, Gubernur Viktor menyatakan kalau NTT memiliki potensi yang sangat luar biasa. Baik sector pariwisata, pertanian maupun peternakan. Hanya saja sekian lama belum mampu dikelola secara serius (maksimal).

Selain ketiga sector tersebut diatas, potesi yang luar biasa yang telah dikerjakan sekian lama oleh masyarakat yakni SOPI yang sekarang diberi nama SOPHIA (Sopi Asli) NTT, tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Kakanwil Dirjen Pajak Wilayah NTT, TRI BOWO menjelaskan, mengenai bentuk kerjasama yang telah dibangun oleh Dirjen Pajak Nusa Tenggara dengan Provinsi NTT.

“Saat ini kami telah membangun kerjasama dengan dengan Bank NTT berkaitan dengan marketing bagi UMKM. Baik kerajinannya maupun kulinernya. Pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pajak ini lebih familiar di masyarakat. Dalam hal ini kami berkolaborasi dengan pihak media,”beber TRI. +++ citra-news.com/humasntt

Sumber : Sam Babys/Biro Humas dan ProtokolSetda NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *