Terobosan BARU Ala Gubernur VIKTOR di HUT NTT Ke-61

NAZIR H. Abdullah saat diwawancarai awak citra-news.com di Kupang, Rabu, 18 Desember 2019. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

Nazir Abdullah : Patut menjadi catatan sejarah untuk pertama kalinya Provinsi NTT punya Hak Paten (Hak Kekayaan Intelektual/HAKI) untuk produk unggulan budaya. SOPHIA-Sopi Asli khas NTT- dengan nilai rasa dan zero methanol bertaraf internasional dan IG Tenun Ikat NTT. Kedua produk ini di-launching pada tanggal 20 Desember 2019, tepat di hari ulang tahun Provinsi NTT ke-61.  Luar biasa…!

Citra-News.Com, KUPANG – MASYARAKAT NTT tidak saja lelah dalam sebuah penantian yang panjang. Namun juga secara ekonomi terus merugi akan semua produk unggulan yang dihasilkan dari bumi pertiwi Flobamora. Bahkan juga tindakan criminal akibat menengak Miras –minuman keras berakhol (moke, arak, sopi) hingga pelakor harus masuk bui pordeo.

Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), NAZIR H. Abdullah mengatakan, ini semua terjadi lantaran produk unggulan yang sudah membudaya ini secara de jure tidak tercatat dalam HAKI. Sehingga peredaraannya ‘bebas hambatan’ bagi para pihak dimanapun berada.

Dia mencontohkan, kain Tenun ikat asli NTT dengan beragam motif banyak diklaim orang luar sebagai produk miliknya. Pemasarannya pun sulit dibendung hingga ke mancanegara dan diakui sebagai hasil industri dari perusahan garmen tertentu diluar NTT.

Demikian juga produk minuman berakohol, mulai dari proses hingga peredarannya sulit dibendung. Meskipun pemerintah telah berupaya untuk membatasinya namun karena alasan sebagai sumber penghasilan apalagi karena tuntutan adat maka ia terus beredar.

“Di era Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan ruang bebas namun terbatas. Artinya bebas bagi masyarakat NTT untuk melipatganakan usaha  ekonominya itu tapi terbatas bagi pihak luar untuk memasarkannya secara bebas di luar sana. Karena rugi dong secara ekonomi. Kita punya motif tenun ikat tapi dicaplok orang luar sebagai miliknya,”ungkap Nazir ketika ditemui awak citra-news.com di Kupang, Rabu 18 Desember 2019.

Nazir menuturkan, guna melindungi hak cipta dan mendapatkan kepastian hukum Gubernur NTT melalui Dinas Perindag Provinsi NTT saat ini sedang meratifikasi produk hukumnya yang memberikan keuntungan ganda bagi masyarakat NTT.

Untuk produk unggulan nan khas NTT, tenun ikat, pada tahun 2021 semua pengrajin tenun ikat di Povinsi NTT memiliki IG (Indikasi Geografis). Saya (Nazir M. Abdullah, red) selaku kepala dinas oleh bapak Gubernur Viktor memberikan tugas untuk men-design-nya sampai pada produk hukumnya. Dan sudah kami lakukan di tahun 2019 ada 8 kabupaten di NTT yang sudah mengantongi IG Tenun Ikat.

NAZIR H. Abdullah dan labelisasi SOPHIA produk khas NTT zero methanol dilaunching Gubernur Viktor pada Jumat 20 Desember 2019 di Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Doc.CNC/marthen radja-Citra News

“Saya pastikan tahun 2021 Provinsi NTT bebas IG. Karena itu tepat di HUT NTT ke-61 tanggal 20 Desember 2019 bapak Gubernur Viktor akan me-launcing  dua produk NTT yakni SOPHIA dan IG Tenun Ikat. Setelah 8 kabupaten sudah bebas IG nanti terus menyusul kabupaten lainnya sampai tahun 2021 target NTT Bebas IG tuntas untuk 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT. Langkah bijak bapak Gubernur Viktor ini dalam kerangka peningkatan ekonomi masyarakat menuju sejahtera. Kami dinas ini sudah wujudnyatakan visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Dengan langkah aksi labelisasi SOPHIA dan IG Tenun Ikat,”beber Nazir.

Dia menambahkan, adalah langkah bijak Gubernur NTT dalam melegalisasi usaha ekonomi masyarakat terhadap minuman berakohol. Selain harganya lebih tinggi dari pasaran sebelumnya juga peredarannya untuk kalangan terbatas. Dan para pengrajin Miras diberikan ijin produksi.

“Bagi para pihak yang tidak mendapatkan ijin resmi akan berujung pada urusan hukum. Pihak kepolisian sudah tentu tidak mentoleir usaha-usaha tanpa ijin alias pengusaha liar. Termasuk perbuatan melanggar menengak miras oleh kalangan usia dibawah 21 tahun,”tegasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *