Relawan Men-‘JODOH’-kan JOKOWI di Ultah MOELDOKO ke 61

Ucapan selamat ulang tahun (Ultah) bersahut-sahutan dari para kerabat. Tidak hanya ucapan yang diberikan untuk Moeldoko tapi salah satu kejutan terucap dari relawan ‘JODOH’ (Jokowi – Moeldoko) berharap Moeldoko bisa mendampingi Jokowi sebagai calon Wakil Presiden di Pemilu Presiden RI tahun 2019.

Jakarta, citra-news.com – KEPALA Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendapat kejutan di ulang tahun (Ultah) nya yang ke-61. Keluarga dan rekan kerabat juga relawan ‘Joldoh’ menyambut Moeldoko dengan lagu selamat ulang tahun.

Moeldoko tidak menyangka mendapat kejutan dari para kerabat dekatnya. “Opo iki?,”kata Moeldoko ketika turun dari mobil dan mendengar lagu ‘selamat ulang tahun’ di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 8 Juli 2018.

Setelah sambutan hangat an ucapan selamat ulang tahun bersahut-sahutan kemudian acara dilanjut dengan potong tumpeng serta kue tart. Tidak hanya ucapan ulang tahun yang diberikan kepada kepala staf kepresidenan itu. Harapan dan doa keluarga serta kerabat pun dipanjatkan  agar Moeldoko untuk maju serta mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Bahkan  salah satunya harapan terucap dari relawan relawan Jokowi – Moeldoko (JODOH) berharap Moeldoko bisa mendampingi Jokowi sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres).

“Semoga Pak Moeldoko bisa mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Untuk menjaga NKRI tetap aman,” kata Dini, koordinator JODOH. “Amin,” sahut para kerabat Moeldoko.

Tidak hanya para kerabat, hadir pula Jokowi KW, Reza Srimulyadi yang memberikan selamat kepada Moeldoko. Selanjutnya ucapan juga diberikan oleh HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) yang berharap Moldoko tetap berjaya dan sehat selalu.

Moeldoko juga diberikan hadiah sebuah lukisan dari Kawan Moeldoko. Setelah mendengar harapan serta doa, Moeldoko pun memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada para kerabat. “Saya enggak ngerti acaranya seperti ini. Biasanya di rumah sempet potong tumpeng di rumah,” kata Moeldoko.

Dia menjelaskan datang ke Taman Suropati lantaran diundang oleh komunitas biola. Mereka, kata Moeldoko, sempat diundang untuk mengisi acara saat dirinya masih menjabat menjadi Panglima TNI. “Ok saya datang, enggak taunya di sini kakek semua sama nenek-nenek,” kata Moeldoko sambil berseloroh.

Moeldoko pun meminta momen ulang tahunnya tidak disinggung pembicaraan politik. Dan dia meminta kepada publik agar jangan berspekulasi terkait dirinya yang maju di Pilpres 2019.

“Ini ulang tahun, jangan bicara politik, intinya saya mensyukuri alhamdulillah sampai sekarang bisa bekerja sama-sama dengan petani berkembang dengan baik. Berikutnya saya di KSP (Kepala Staf Kepresidenan) mohon doa restu dari teman-teman sekalian saya akan bekerja yang terbaik. Jangan berspekulasi yang aneh-aneh,” ungkap Moeldoko.

“Saya tidak pernah bersepekulasi, hidup saya ini hanya yang ada di depan mata itu yang saya kerjakan. Intinya kita mengabdi untuk bangsa dan negara,” lanjut Moeldoko.

Usai memberikan sambutan, Moeldoko juga sempat berdendang bersama para kerabat. Dan menemani para komunitas biola untuk bernyanyi bersama.

Pilkada Serentak 2018 Lancar, Moeldoko Puji KPUD

Sebelumnya di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa 3 Juli 2018, Moeldoko mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Serentak yang berlangsung lancar pada 27 Juni lalu. Menurut dia, aparat keamanan telah menjalankan tugas dengan baik.

“Tugas oleh aparat keamanan sudah bagus, karena apa? Karena semua telah berjalan dengan baik tanpa ada sesuatu yang berdarah-darah,” kata .

Selain itu, Moeldoko juga memuji kerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Berkat KPUD, pemilihan kepala daerah di 171 daerah berjalan sesuai rencana. “Kita perlu apresiasi tugas yang dijalankan KPUD telah berjalan bagus,” ucapnya.

Ketua Umum HKTI ini menambahkan, lancarnya pelaksanaan Pilkada serentak 2018 tidak lepas dari kesadaran rakyat Indonesia. Dia menyebut, saat ini masyarakat semakin matang dalam berdemokrasi.

“Kita perlu apresiasi proses demokrasi yang dijalankan bangsa Indonesia sangat bagus dan sangat matang, di mana pada proses awal semuanya berjalan bagus. Semua bergerak, semuanya memiliki tanggung jawab politik tinggi, sehingga partisipasinya ada dan itu terlihat dari suasana sebelum pemilihan,” tutur Moeldoko.

Moeldoko juga memuji kondisi yang tetap tenang saat hitung cepat (quick count) hasil pilkada. “Walaupun quick count, semuanya tenang. Tidak ada pertikaian yang berlebihan. Ini menunjukkan pada kita dan pada dunia bahwa bangsa Indonesia telah memiliki tingkat demokrasi yang cukup matang. Saya pikir dunia mengapresiasi,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura ini. Sembari menambahkan Pilkada Serentak 2018 masih diwarnai kecemasan terhadap ketidaknetralan aparat keamanaan dan PNS. +++ citranews.com/merdeka.com

Gambar : Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ketika dilantik Presiden Joko Widodo jadi Kepala Staf Kepresidenan. Doc. CNC/tirto.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *