KANGKANGI Aturan Partai Golkar PECAT Bupati GIDION

Melki Laka Lena : Golkar solid karena kekuatan bersama serta mentaati dasar-dasar dan prinsip-prinsip berorganisasi yang benar. Bukan karena jabatan politik orang-perorangan.

Kupang, citra-news.com – KETUA Dewan Pimpinan Daerah tingkat II (DPD II) Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur,  Gideon Mbili Djora telah dipecat dari jabatannya oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemecatan dilakukan karena sudah berulangkali mengangkangi aturan dan prinsip-prinsip organisasi yang sudah baku yang digariskan  DPP Partai Golkar.

Penegasan itu disampaikan Laka Lena dalam temu pers di kediamannya di bilangan Jalan Nangka Oeba Kota Kupang, Jumat 11 Januari 2019.

“Orang kebanyakan tentu berpandangan kalau pemecatan dilakukan ini pasca pembakaran baliho Caleg dengan gambar (foto) saya. Tapi itu bukan alasan mendasar. Dasar pertimbangannya karena pak Gideon sudah berulangkali mengangkangi aturan dan prinsip-prinsip organisasi. Meskipun berulangkali juga kami sudah berupaya dengan pelbagai cara,”ungkap Laka Lena.

Pemecatan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, atas nama Gidion Mbilijora (Bupati Sumba Timur), beber Laka Lena, ini terjadi karena pelbagai pertimbangan-pertimbangan dan keputusan partai. Baik di tingkat DPP partai Golkar hingga DPD I Provinsi NTT yang harus dijalankan oleh semua DPD II Partai Golkar se-Provinsi NTT. Tetapi seringkali aturan dan keputusan partai ini tidak ditaati atau diabaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur. Terutama konsolidasi menyangkut pen-caleg-kan yang harus benar-benar menjadi focus perhatian DPD I Partai Gokar NTT. Itu artinya semua DPD II harus merapikan struktur kepengurusan mulai dari tingkat kecamatan dan desa/kelurahan sampai dengan kepengurusan partai Golkar di tingkat RT/RW.

Nah dari semua yang kami sudah sepakati, berkali-kali kami minta data laporan hanya Sumba Timur saja yang tidak pernah memasukan data laporan. Seluruh kabupaten/kota yang ketuanya bupati, wakil bupati, ketua/wakil DPRD, atau pejabat apapun di daerah, semuanya patuh. Dan sudah berkali-kali juga kami ingatkan melalui surat agar memberikan laporan data. Bahkan dalam pertemuan DPD I Partai Golkar sudah diancam pula kalau tidak berikan laporan maka akan didiskualifikasi.

Jadi berkali-kali dikasih peringatan, entah dalam bentuk tertulis atau pertemuan-pertemuan tapi jutsteru berkali-kali juga ada pembangkangan dan kelalaian yang terjadi. Bahkan waktu kita ketemu di Jakarta tanggal 20 Desember 2018, kembali diingatkan akan disiplin partai. Bahwa kalau kita benar-benar disiplin dan solid maka Golkar akan menang lagi di Pemilu  Legislatif 2019. Kita menang karena system, kita menang karena semua lini kuat dan solid, menang bukan karena kekuatan orang perorangan. Golkar menang karena kekuatan bersama.

Masih berkaitan dengan disiplin dan penerapan prinsip-prinsip berorganisasi, kami buat lagi yang namanya Rapat Koordinasi (Rakor)  seluruh pengurus DPD I dan DPD II se-NTT. Kemarin kita Rakor tanggal 6 Januari 2019, hampir seluruh DPD II hadir, kecuali DPD II Sumba Timur. Ada beberapa yang tidak hadir secara fisik karena ada alasan-alasan prinsip tapi data laporannya masuk ke kita DPD I. Seperti dari Manggarai karena alasan penerbangan yang tiba-tiba dibatalkan. Namun laporannya tetap masuk ke kami.

Tapi anehnya, teman-teman dari Sumba Timur ini sama sekali tidak memberikan laporan.  Juga tidak ada konfirmasi. DPD II lainnya complain, wah kalau DPD II Sumba Timur terus menerus membuat pelanggaran seperti ini tapi tidak ada sikap tegas dari DPD I maka kami juga akan melakukan hal yang sama. Sehingga kami membuat undangan khusus lagi untuk Sumba Timur. Kemudian besoknya mereka datang antar laporan jam 2 siang.

Namun dalam rapat pleno yang dihadiri pengurus DPD I, Dewan Pertimbangan Partai Golkar bapak Feliks Pulu, dan beberapa lainnya. Disini terjadi perdebatan yang sengit. Dan ini sudah menjadi kebiasaan kami di Partai Golkar manakala dalam forum resmi selalu berdebat. Tapi setelah rapat kembali solid.

Ternyata SK PAW Satu Paket

Dikatakannya, untuk kasus Sumba Timur kita lalu buat SK Pemecatan baik untuk Ketua atas nama Gideon Mbilijora dan Sekretaris DPD II Golkar Sumba Timur atas nama Robert Riwu. Setelah disampaikan ke DPP mengenai SK pemecatan untuk satu paket, malah dari DPP memuji-muji, “Wah bagus nich!”

Karena memang kami di Partai Golkar sudah biasa menghadapi badai mbuat peta konflik. Dan ini malah bagus karena memang kami sangat sering menghadapi ‘badai’ seperti ini. Justru dengan membuat hal kontroversi seperti ini menunjukkan kecintaan orang terhadap Partai Golkar tinggi. Kalau tidak ada riak-riak malah dirasa agak aneh.

Dari fakta pemecatan pak Gideon selaku Ketua dan pak Robert selaku Sekretrais DPD II Golkar Sumba Timur ini menunjukkan penegakan disiplin partai dan penerapan prinsip-prinsip berpartai berlaku buat siapa saja tanpa kecuali. Tidak memandang jabatan atau kedudukan seseorang. Jabata politik dia (Gideon Mili Djora) kita hormati karena itu kerja buat rakyat. Tapi tugas utama dia sebagai sebagai pimpinan partai juga tidak bisa terabaikan. Karena itu dua hal yang berjalan bersamaan dan saling bersinergis. Tidak bisa dipertentangkan,”jelas Laka Lena.

Sembari menambahkan, pak Joseph Nae Soi (Wakil Gubernur NTT) saja taat aturan dan hadir dalam pertemuan menyangkut kepartaian. Dari DPP Jakarta pak Markus Melkianus Mekeng ketika saya telpon menyangkut pemecatan ini dia sedang berada di Swiss. Tapi beliau respon baik tentang hal ini. Jadi kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang menantang seperti ini.

Mudah-mudahan dengan keluarnya SK Pemecatan ini bagi kami proses pergantian ini tetap berjalan. Besok (Sabtu, 12 Januari 2019) Tim kami turun ke Waingapu. Kami utus 4 orang dari DPD I Partai Golkar NTT berangkat ke Sumba Timur membawa SK Pemecatan terhadap Gideon Mbilijora dan Robert Riwu. Tim ini mengagendakan melakukan pertemuan dan berdiskusi membahas berbagai hal dengan jajaran pengurus DPD II Golkar Sumba Timur, Caleg-caleg, dengan Fraksi Partai Golkar, para sesepuh dan senior, penasehat dan semua perangkat kepengurusan partai Golkar. Kita juga mengundang pak Gideon Mbili Djora dan pak Robert. “Saya hanya mau katakan semua itu diselesaikan sesuai dengan prosedur organisasi yang normal saja. Dan sesungguhnya masalahnya tidak sesimpel itu atau sekadar pemecatan saja.  Tapi namanya ekses karena dia alasan kesibukan dan lain-lain. Dan ekses ini telah berlalu sehingga perlu ada pergantian,”kata Laka Lena.

Soal pembakaran baliho pada Rabu 9 Januari 2019, Laka Lena berulangkali menegaskan, sebenarnya bukan karena hal ini lalu dilakukan PAW Ketua DPD II Golkar Sumba Timur. Hanya saja ini sedikit berbeda karena direspon dengan kapasitas yang lain oleh pendukung yang diluar Partai Golkar. Kami tahu persis bahwa yang kemarin yang melakukan pembakaran baliho atau yang membuat keributan itu saya sudah lakukan crosscheck  lapangan bahwa itu bukan orang-orang di Partai Golkar. Jadi kenapa kami memaafkan karena iya namanya ekses. Daripada kita ribut-ribut soal ekses itu tidak terlalu penting. Maka sebaiknya kita minimalisir saja.

“Dampak negatifnya kita minimalisir kita maksimalkan hal positif dari keputusan pemecatan ini. Karena hal ini baik bagi Golkar Sumba Timur, baik bagi masyarakat Sumba Timur. Tapi mudah-mudahan hal yang positif ini menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa dalam berpolitik itu kita harus lebih memahami prinsip-prinsip, dasar-dasar dan tatakrama,”tuturnya.

Pengalaman serupa Sumba Timur, sebut Laka Lena, dia sudah lakukan di beberapa DPD II. Diantaranya, DPD II Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Ngada, dan di Kabupaten TTS. Mungkin ke depan DPD yang mana lagi. Kalau masih ada lagi DPD-DPD II yang coba-coba bermain-main dengan prinsip-prinsip dan aturan Partai Golkar, pasti saya akan sapu bersih. Ada DPD-DPD yang bergerak diluar prinsip-prinsip dan disiplin partai yang sudah digariskan DPP maka akan mengalami nasib yang sama.

“Bagi saya dengan kejadian ini justeru Golkar makin solid terkonsolidasi. Artinya walaupun pihak yang merasa dirugikan ‘terbang’ ke DPP Jakarta untuk beri argumentasi apapun, bagi saya itu sangat sulit. Karena apa yang saya lakukan ini sudah terkonsolidasi,”tegasnya. +++ cnc1

Gambar : Bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si ketika menghadiri RUPS Bank NTT di Kupang, Rabu 28 November 2018

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *