Jangan USIR Anak dari Sekolah

Bupati Roby : Setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Itu hak dasar anak. Negara melalui lembaga pendidikan berkewajiban memnuhi hak-hak anak.

Maumere, citra-news.com – BUPATI Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos. M.Si mengingatkan para guru terutama kepala sekolah, anak-anak (peserta didik) tidak boleh diusir dari sekolah karena belum melunasi biaya pendidikan.

Penegasan itu disampaikan Bupati Roby, demikian ia akrab disapa di hadapan lebih kurang 1.500 kepala sekolah dan Komite Sekolah se-Kabupaten Sikka, di Aula Sikka Convention Center (SCC), Jl. Ahmad Yani No. 41 Maumere Flores NTT, Selasa 26 Maret 2019.

“Saya meminta bapak dan ibu guru terutama kepala sekolah semuanya, dari tingkat Taman Kanak hingga tingkat SLTA untuk tidak boleh memulangkan anak-anak dengan alasan belum melunasi biaya pendidikan”tegas Bupati Roby seperti dilansir Kepala Bagian Humas Setda Sikka, Even Edomeko S.Fil melalui siaran pers yang dterima citra-news.com, Rabu, 27 Maret 2019.

Dikatakan Roby, setiap anak mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Itu hak dasar anak, tegasnya berulang. Negara melalui lembaga pendidikan baik sekolah negeri maupun sekolah swasta bersama semua elemen masyarakat berkewajiban memenuhi hak-hak anak itu.

“Saya menegaskan hal ini didasarkan atas banyaknya laporan. Baik dari orang tua siswa ataupun siswa sendiri yang mendatangi Bupati dan Wakil Bupati Sikka dan mengadu  anak-anak mereka atau diri anak itu diusir dari sekolah karena belum melunasi biaya pendidikannya,”ucapnya.

Berdasarkan data Berita Sikka untuk musim ujian tahun 2019 ini, setidaknya sudah ada 17 anak dan atau orang tua yang datang melaporkan perihal pengusiran tersebut. Dan pengaduan dilakukan baik di kantor bupati maupun di rumah jabatan kedua pemimpin rakyat Kabupaten Sikka ini.

Permintaan saya ini kata Roby, karena peristiwa usir-mengusir itu akan membawa dampak tidak baik pada anak didik. Mereka akan merasa minder dan kurang percaya diri. “Jika mereka lapor ke orang tuanya yang miskin, orang tua ikutan stress. Kerjanya jadi terganggu. Ini tolong jangan terjadi lagi. Soal biaya bisa dicari. Tapi hak anak wajib dilayani,”pinta Roby.

Semua orang tua tentunya merasa sedih kalau anaknya malas bersekolah. Tapi sekolah justru mengusir anak yang rajin bersekolah. Padahal kita sekarang sedang berjuang untuk keluar dari miskin dan bodoh.

“Iya, solusinya adalah pendidikan. Yang tidak sekolah (formal) saja diberi kesempatan pendidikan informal atau nonformal, dan program belajar luar sekolah untuk yang tua-tua. Kenapa anak yang sudah sekolah diusir?,”ucapnya retoris.

Pemerintah Siapkan Dana Operasional

Masih menurut Bupati Roby, oleh karena pnddikan merupakan tanggung bersama maka   pemerintah sesungguhnya telah berupaya mempersiapkan dana operasional. Misalnya melalui  dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dana pendidikan Program Keluarga Harapan (PKH), dana PIP (Program Indonesia Pintar). Dan lain-lainnnya.

Kepala Sekolah bersama guru-guru dan Komite Sekolah bertugas me-manage dana itu dengan baik untuk biaya pendidikan sehingga tidak lagi anak yang diusir.

Dalam kewenangan penanganan pendidikan, saat ini beban tanggng jawab itu ada porsinya a-masing. Untuk tingkat SMK/SMA dan sederajat serta Sekolah Biasa menjadi kewenangan Pemerintahan Provinsi. Sedangkan untuk lembaga satuan pendidikan mulai dari TK, SD, dan SMP dan sederajat menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

“Terkait pendidikan saya berkonsultasi dengan bapak Wakil Gubernur NTT (Drs. Josef Adrianus Nae Soi, MM). Kata Bapak Wakil Gubernur, memang anak-anak tidak boleh diusir dari sekolah karena urusan uang sekolah. Soal kurangnya dana operasional itu akan kami perjuangkan bersama, baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Sikka,” jelas Roby.

Terkait penegasan Bupati Roby, beberapa kepala sekolah memberikan tanggapan positif. Salah satu guru kepala sekolah yang tidak mau disebut namanya, mengapresiasi penegasan Bupati Sikka tersebut.

“Saya suka dengar ini. Memang kami kesulitan mengelola dana operasional yang tidak banyak juga. Tapi saya tadi jadi terbuka mata dan melihat bahwa memang yang bapak Bupati omong itu. Saya harap bapak Bupati bisa membantu memperjuangkan tambahan dana pendidikan dasar ini,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga; Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Yosef Benyamin, SH; dan para Camat dari 21 kecamatan se-Kabupaten Sikka. +++ edomeko/marthen-cnc

Gambar : Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos. M.Si memberi keterangan pers kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Kantor Bupati Sikka, di bilangan Jl. Ahmad Yani No. 41 Maumere Flores NTT

Foto : Doc. CNC/evenedomeko-humas setda sikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *