SMKN 1 Kupang Mengepak Sayap Bisnis ke ALFA Mart Class

Dunia kerja saat ini tidak saja menilik bekal ilmu pengetahuan. Akan tetapi skill (ketrampilan) kerja. Fakta ini menjadikan animo masyarakat lebih memilih mendaftarkan putra/putri mereka ke sekolah menengah kejuruan.

Kupang, citra-news.com – MEMBACA peluang kerja saat ini dimana lebih mengedepankan ketrampilan kerja maka pihak Kementerian Pendidikan Nasional telah merevitalisasi jurusan-jurusan yang sudah ‘out of date’ (tidak sesuai dengan perkembangan jaman).

Hal itu dikatakan Kepala SMKN 1 Kupang, Mathias M. Beeh, ST. PAR, MM kepada citra-news.com saat ditemui diruang kerjanya, Kamis, 25 April 2019.

Dikatakan, dalam merespon tuntutan jaman ini pada tahun 2015 bagi sekolah menengah kejuruan (SMK), diwajibkan membuka jurusan-jurusan yang sesuai dengan perkembangan jaman (up to date).

“Untuk kita di sekolah negeri, pihak Kementerian Pendidikan mewajibkan kita harus membuka jurusan-jurusan  yang sesuai dengan perkembangan jaman (up to date). Lebih dari itu harus sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Kemudian setelah itu dilakukan penilaian oleh BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan). Setelah melalui proses penilaian yang panjang BNSP kemudian menerbitkan sertifikat kompetensi. Ini sesungguhnya memberikan warning agar orang tidak lagi secara bebas mendirikan sekolah seperti yang dulu,”kata Mathias.

Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) ini lebih lajut mengatakan, untuk SMK Negeri khususnya di Kota Kupang, ada 8 (delapan) SMKN dengan punya home base  atau semacam spesifikasi tertentu. Sehingga mudah membedakan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Dia membeberkan, SMKN 1 Kupang dengan Jurusan Bisnis Manajemen Pariwisata dan Teknik Komputer.  Seiring dengan perkembangan jaman kami di SMKN 1 Kupang sedang membidik Jurusan E-Commers untuk Bisnis Daring dan Online. Sebelum terealisasi jurusan ini,  kami diberi kepercayaan oleh Alfa Mart (Tbk) untuk membuka Alfa Mart Class.

Sembari menunjuk isi WhatsApp Group (WAG) ke Kupang, citra-news.com, jelas Mathias, dirinya mendapat kepercayaan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, untuk ikut Audiensi Program Kerjasama Alfa Mart Class di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada Senin 29 April 2019. Ini sangat prospektif karena saat PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) Alfamart sedang mengembangkan kerjasama pendidikan dengan institusi pendidikan melalui Program Alfamart Class. Dan Tbk Alfamart ini sudah menjalin kerjasama Alfamart Class di 194 SMK di seluruh Indonesia.

Jurusan di SMKN 1 Kupang Dengan Klasifikasi A

Mathias juga mengatakan. kami di SMKN 1 Kupang juga membuka Jurusan Tenun. Khususnya Jurusan Tenun ini kami sedang jajaki dengan pihak Kementerian dan Pemda NTT. Kami yakin dengan terbitnya Surat Edaran bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang mewajibkan memakai kain tenun dua hari dalam sepekan. Ini yang menjadikan kami berinspirasi untuk membuka Jurusan Tenun ikat. Dan tentunya membuka ruang bagi kami untuk bisa merealisasikan rencana ini.

Home base kami pada Jurusan Pariwisata dalam mana pariwisata menjadi salah satu misi sekaligus sector andalan pembangunan NTT 5 tahun ke depan atau sebagai the Ring of Beauty. Untuk misi ini kami mendidik siswa yang lebih mengarah pada pariwisata dengan multiplier effect bila kelak masuk ke dunia kerja,”tandasnya.

Keyakinan Mathias bahwa akan diberi ruang oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilatari lolosnya SMKN 1 Kupang dari penilaian BNSP dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Bahwa sejak tahun 2017 semua jurusan di SMKN 1 Kupang telah terakreditasi dengan Klasifikasi A. Demikian juga tenaga pengajar yang mumpuni dan telah mengantongi sertifikasi dari LSP.

“Saya dalam beberapa kesempatan rapat bersama kepala sekolah SMK se-Kota Kupang, memberikan pandangan kepada mereka akan pentingnya media massa. Kita tidak bisa dikenal luas kalau kita tidak mau menggandeng media massa sebagai mitra. Dengan semakin sering sekolah kita dipublikasi media massa cetak maupun media online maka semakin luas juga sekolah kita dikenal elemen masyarakat,”kata pria akrab disapa MAT asal Pulau Semau itu.

Dia menambahkan, dengan semakin banyak mendirikan SMK sudah tentu semakin selektif juga pilihan masyarakat akan SMK yang berkualitas. Karena tuntutan dunia kerja bagi output tingkat menengah  adalah komptensi keahlian yang dimiliki. Sehingga home base jurusan yang ada juga mengarah pada peluang kerja sesuai perkembangan jaman.

Selain SMKN 1 Kupang dengan home base  tersebut di atas, juga ada SMKN 2 Kupang yang sebelumnya dikenal dengan STM home base-nya pada Jurusan Otomotif dan Perbengkelan. Sementara SMKN 3 Kupang juga home base pada Jurusan Pariwisata. SMKN 4 Kupang pada Jurusan Teknik dan Seni Kerajinan. SMKN 5 sama dengan SMKN 2 Kupang. SMKN 6 sama dengan SMKN 1 Kupang. SMKN 7 Kupang dengan home base-nya pada  Jurusan Perikanan. Dan SMKN 8 Kupang pada Jurusan Pertanian. Silahkan masyarakat memilih sekolah mana yang ter-up to date, ungkap Mathias. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Mathias M. Beeh, ST. PAR, MM, Kepala SMKN 1 Kupang saat ditemui di ruang kerjanya di bilangan Oetete Kota Kupang, Provinsi NTT, Kamis 25 April 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *