Terutama Bagi Siswa PERPUSTAKAAN Adalah TAMAN BACA

“…Kebiasaan membaca seseorang dapat menimba berbagai pengalaman dan pengetahuan, moral, peradaban, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian maju dan modern…” Demikian VALERI GURU dalam tulisan Buku berjudul, Perpustakaan NTT Dalam Lintasan Sejarah.

Kupang, citra-news.com – PEMERINTAH dari waktu ke waktu terus-menerus menggelorakan Gerakan Literasi. Yakni sebuah gerakan untuk membiasakan orang agar gemar membaca. Karena membaca adalah satu aktvitas yang memiliki segudang manfaat.

Mengutip tulisan VALERIUS (Very) P. Guru, S.Sos dalam buku, Perpustakaan NTT Dalam Lintasan Sejarah, bahwa manfaat dari membaca antara lain melatih kemampuan berpikir. Otak ibarat sebuah pedang, tulis Very. Semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya, jika tidak diasah juga akan tumpul. Dengan terus membaca (gemar) otak akan bertambah kuat. Karena itu bacalah buku sebanyak mungkin.

Very, ASN yang mengabdi di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT ini lebih jauh menulis, membaca dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan kita akan percaya diri dalam menatap dunia. Karena ilmu pengetahuan adalah ‘jendela dunia’. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca melalui bahan pustaka.

Terkait bahan pustaka ini, Very juga menulis bahwa perpustakaan telah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menyimpan koleksi bahan cetak dari berbagai pengetahuan. Serta mampu menyediakan infomasi dan referensi yang bermutu bagi public atau pemustaka yang membutuhkannya. Bahkan saat ini berbagai bahan pustaka tersebut tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak. Di era teknologi yang serba digital saat ini perpustakaan juga hadir dalam bentuk e-library.  Dimana koleksi bahan pustaka disajikan secara digital untuk dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Asal tersedia listrik dan jaringan internet.

Dalam kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia maka Gerakan Literasi ini menjadi jembatan menggapai tujuan mencerdaskan anak bangsa. Di lembaga pendidikan formal khususnya, hampir sebagian tingkatan pendidikan memiliki perpustakaan mini (ruang baca). Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah, apalagi lembaga pendidikan tinggi memilkinya.

Pantauan citra-news.com  di Perpustakaan SMKN 5 Kupang contohnya, tersedia banyak bahan pustaka. Terutama buku-buku literatur untuk kebutuhan siswa dan bahan ajar guru. Dalam mana disesuaikan dengan tuntutan kurikulum pendidikan saat ini.

Pelaksana Teknis Kepala Sekolah (Plt. Kasek) SMKN 5 Kupang,  Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd mengatakan, ada banyak jenis buku-buku yang ada di perputakaan. Baik untuk kebutuhan siswa maupun untuk bahan ajar guru sesuai bidang pengajarannya masing-masing.

“Saya kurang tahu ini buku-buku tahun berapa tahun berapa pengadaannya. Tapi yang pasti pengadaannya sesuai kebutuhan sekolah. Lebih dari itu harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum. Karena saat ini kita sudah menggunakan kurikulum 2013 (K-13) maka buku-buku pelajaran terkait Kurikulum 2018, hampir-hampir sudah tidak tersedia lagi di perpustakaan ini,”jelas Asa ketika ditemui awak citra-news.com dan mediapurnapolri.id, di SMKN 5 Kupang, Kota Kupang Provinsi NTT, Sabtu 27 April 2019.

Menurut Asa, pemberlakukan kurikulum tingkat satuan pendidikan ada batasannya. Dengan pemberlakukan K-13 dan penerapan KTSP-nya maka dengan sendirinya kurikulum satuan pendidikan tahun 2006 sudah tidak berlaku lagi.

Sembari menyatakan, sesungguhnya perpustakaan sekolah ini untuk kepentingan siswa. Perpustakaan adalah taman baca terutama bagi siswa karena berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk guru-guru mata pelajaran sebagai bahan ajar. Itupun kalau buku pegangan mereka tidak miliki.

Menjawab citra-news.com soal bahan pustaka di SMKN 5 Kupang, Asa menjelaskan, kita di sekolah ini dan ada beberapa SMK yang sudah melaksanakan K-13 sejak beberapa tahun                  lalu. Ada beberapa sekolah yang K-13 nya tahun 2019 ini terakhir pelaksanaannya.

“Kan bagi siswa kelas tiga tahun 2019 ini sudah tamat. Untuk SMKN 5 Kupang ini tahun terakhir menggunakan KSP 2006. Artinya sudah tiga tahun ke belakang dari tahun 2019 ini kita sudah menggunakan KTSP 2013 (K-13). Jadi siswa yang kelas tiga sekarang ini kan KSP 2006 selesai sudah. Jadi untuk tahun depan dan seterusnya sudah K-13,”tegas dia.

Asa juga menambahkan, perpustakaan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan. Terutama bagi siswa sebagai taman baca untuk menambah wawasan pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Oleh karena itu bahan-bahan pustaka yang tersedia di sekolah inipun disesuaikan dengan perkembangan jaman. ++++++ marthen/citra-news.com

Gambar : Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd (kiri) saat berada di ruang Perpustakaan SMKN 5 Kupang di bilangan Airnona Kota Kupang Provinsi NTT, Sabtu 27 Maret 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *