Giat LITERASI Cara CERDAS Generasi MILENIAL

Dra. SAFIRAH Cornelia Abeineno, Kepala SMKN 5 Kupang Timor-NTT. Foto diabadikan, Sabtu 29 Juni 2019. Doc. CNC/ marthen radja.

Pendidikan atau belajar seumur hidup (long life education) sangat relevan dengan realita kehidupan jaman now. Pesatnya kemajuan teknologi di era milenial ini ‘memaksa’ kita untuk terus berbenah diri. Caranya? Berikut pemaparan SAFIRAH Cornelia Abineno…

Citra-News.Com, KUPANG – GENERASI MILENIAL Berpadu dalam Literasi dan Budaya – demikian thema dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMKN 5 Kupang, tahun ajaran (TA) 2019/2020.

Thema pokok ini merupakan turunan dari spirit pembangunan, NTT Bangkit Menuju Sejahtera yang digelorakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, SH, MSi dan Drs. JOSEF A. Nae Soi, MM. Serta salah satu misi pembangunan Dinas Pendidikan Provinsi NTT yang dikomandani Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd yakni Meningkatkan Sumber Daya Manusia.

Terkait thema MPLS tersebut, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan 5 Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan bagi siswa kata-kata ini mungkin terlalu tinggi untuk dipahami. Namun hal ini sangat penting karena kehidupan di era sekarang ini adalah milik generasi milenial yaitu kalian generasi muda penerus bangsa.

“Generasi Milenial saat ini adalah milik kalian generasi muda. Dan supaya tidak digilas oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat dan cepat berkembang saat ini maka kalian harus mampu membudayakan kegiatan literasi baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,” demikian Safirah dalam sambutannya membuka kegiatan MPLS siswa baru SMKN 5 Kupang, di bilangan Jalan Nanga Jamal Nomor 1 Naikoten Kota Kupang, Kamis, 11 Juli 2019.

Thema MPLS, ‘Generasi Milenial Berpadu dalam Literasi dan Budaya’ terpajang di depan Ruang Kelas Baru (RKB) Gedung Bertingkat SMKN 5 Kupang bernilai Rp 700 Juta lebih dari dana sharing APBN dan Komite Sekolah Tahun 2018 yang belum di-PHO. Doc. CNC/marthen radja

Dikatakannya, Giat literasi dimaksudkan adalah terus menerus membaca kembali catatan tentang materi pelajaran di sekolah. Juga termasuk membaca berita aktual dari berbagai media massa, serta membaca berbagai macam buku literature. Dan kegiatan literasi ini harus dijadikan kebutuhan dan terus membudaya dalam kehidupan kita sebagai siswa yang sementara belajar di sebuah lembaga pendidikan.

“Porsi kalian sebagai siswa adalah belajar dan terus belajar dengan sungguh-sungguh. Terutama giat literasi atau membaca kembali materi pembelajaran di sekolah. Giat belajar adalah kewajiban bagi kalian generasi milenial saat ini. Dengan cara demikian saya pastikan cita-cita kalian akan tercapai, kalau kalian mau dan mampu melaksanakan semua program pembelajaran yang diterapkan di sekolah ini (SMKN 5 Kupang, red),”ungkap Safirah.

Lebih jauh dikatakan, kegiatan literasi adalah kebutuhan yang harus membudaya dalam kehidupan kita.  Sebagai siswa kegiatan membaca kembali catatan tentang materi pelajaran atau belajar dengan sungguh-sungguh adalah bentuk kegiatan literasi. Demikian halnya bagi guru sekalipun.

“Saya berharap selama masa pengenalan lingkungan sekolah ini, anak-anak mulai diarahkan, ditanamkan nilai-nilai sesuai kebutuhan jaman. Anak-anak diarahkan untuk memahami literasi sebagai kebutuhan dan mulai menjadikan literasi sebagai budaya hidup,”ujar Safirah.

Sembari  berucap terima kasih kepada Guru Panitia PPDB (pendaftaran peserta didik baru) TA 2019/2020 di SMKN 5 Kupang. Sekaligus berharap agar menatalaksanakan kegiatan MPLS ini dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi siswa baru.

Pendidikan Bisa Mewujudkan Impian Jadi Kenyataan

Pada kesempatan yang sama kepada awak citra-news.com, Kasek Safirah menyodorkan  inisiasi smart’ (inovatif dan kreatif cerdas) yang dikemas dalam bentuk visi dan misinya selaku kepala Sekolah (Kasek) di SMKN 5 Kupang.

Foto Dra. SAFIRAH Cornelia Abeineno. Doc. CNC/marthen radja   

Kasek Safirah berpandangan, hanya melalui pendidikan kita akan bisa mewujudkan impian menjadi kenyataan (dream comes true). Bahwa kehidupan manusia selalu dinamis dan berorientasi pada kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan kehidupan hari esok

harus lebih baik dari hari ini.

“Visi saya untuk SMKN 5 Kupang adalah Menuju sekolah bermutu untuk mencetak kader-kader bangsa yang berakhlak , berilmu, kreatif, mandiri, dan berwawasan luas,”ucap Kasek Safirah.

Ada 6 (enam) yang menjadi Misi, tambah dia. Yaitu pertama, Menumbuhkan dan meningkatkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut serta menghargai kultur budaya daerah sebagai pedoman kearifan warga sekolah dalam bertindak. (Perayaan hari raya keagamaan, kegiatan ekstrakuikuler diantaranya mengikuti festival seni dan lain-lain).

Kedua, Melaksanakan pembelajaran siswa secara efektifdan efisiensi dengan mengembangkan Kurikulum 2013 berbasis kompetensi. (Guru hanya sebagai fasilitator, siswa yang lebih aktif dalam KBM. Untuk menunjang hal ini maka sekolah menyediakan Wifi Corner agar setiap siswa bisa mengakses inerntuk kepentingan pembelajaran).

Ketiga, Meningkatkan profile kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui pelatihan-pelatihan untuk menciptakan sumberdaya manusia (SDM) yang berbakat, kreatif dan inovatif, serta professional dalam bidangnya. (Supaya siswa berbobot maka guru dan tenaga kependidikan harus professional/berbobot. Untuk itu guru-guru dan tenaga kependidikan akan diakomodir untuk mengikuti Diklat-Diklat baik di tingkat lokal maupun Diklat tingkat nasional).

Thema MPLS, ‘Generasi Milenial Berpadu dalam Literasi dan Budaya’ terpajang di depan Ruang Kelas Baru (RKB) Gedung Bertingkat SMKN 5 Kupang bernilai Rp 700 Juta lebih dari dana sharing APBN dan Komite Sekolah Tahun 2018 yang belum di-PHO. Doc. CNC/marthen radja.

Keempat, Membudayakan dan menembangkan sarana/prasarana secara maksimal serta meningkatkan pengelolaan lingkungan. (Sarana/prasarana yang belum lengkap dan yang belum ada akan diupayakan untuk ada. Karena ke depan SMKN 5 Kupang akan menjadi Sekolah Model untuk semua SMK se-NTT).

Kelima, membina dan meningkatkan kerjasama denga seluruh komponen masyarakat secara berkesinambungan. (Termasuk di dalamnya kerjasama dengan lembaga-lembaga Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Seperti VEDC Malang, dan juga industri-industri berskala nasional. Pada tahun ini ada terobosan baru sehingga tahun ini akan ada siswa yang diberangkatkan ke VEDC Malang untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Industri).

Dan keenam, Menghasilkan tamatan SMKN yang berkualitas dengan karaktermandiri, disiplin, dan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi (enterprenrship) serta dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, professional serta memiliki daya saing yang tinggi terhadap tuntutan perkembangan dunia kerja. (Mimpi saya adalah semua tamatan SMKN 5 Kupang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan juga bisa tembus bursa kerja nasional).

“Cita-cita dan obsesi saya ini kiranya menjadi pedoman bersama untuk memajukan sekolah ini ke depannya. Bahwa setiap orang yang hidup harus memiliki mimpi, harus memiliki visi dan obsesi. Sehingga kita termotivasi dan selalu berusaha untuk menggapainya. Namun harus diingat bahwa mimpi, visi, dan obsesi TIDAK mungkin tercapai bila tanpa adanya misi, cita-cita, dan idealisme,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *