KASEK Bethan Tawarkan STRATEGI Cerdas Dongkrak MUTU Sekolah

MASHUD Bethan, S.Pd saat diwawancarai di SMPN 3 Kupang. Doc.CNC/marthen-Citra News.

Lembaga pendidikan saat ini dituntut untuk menghasilkan out put (lulusan siswa) yang bermutu dan mampu berday saing. Tidak saja pada aspek ilmu pengetahuan dan ketrampilan tapi lebih dari itu adalah pembentukan karakter. Lalu apa instrumennya?

Citra-News.Com, KUPANG – SPIRIT PERUBAHAN menuju Generasi Unggul oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), perlu diterapkan secara masif oleh lembaga pendidikan di semua tingkatan. Terjemahan spirit ini oleh pemerintah Provinsi NTT ala Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi yakni NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Dalam mana salah satu misinya adalah peningkatan SDM yang berdaya saing. Dan Pemerintah Kota Kupang di era Walikota Jefry Riwu Kore dan Wakilnya, Hermanus Man men-design-nya melalui spirit Ayo Berubah.

Kepala SMP Negeri 3 Kupang, MASHUD Bethan, S.Pd. dalam Rapat Komite Sekolah bersama orang tua murid, menyatakan spirit perubahan ‘Ayo Berubah’ kita di lembaga pendidikan mengaplikasikan melalui proses pembelajaran di sekolah.

“Salah satu yang kami rancang di sekolah terkait dengan ketertiban atau kedisplinan. Baik guru, pegawai maupun sisa di sekolah ini. Yakni dengan menerapkan jam sekolah yang dimulai pukul 07.15 Wita, pintu gerbang sekolah sudah dislot (kunci). Itu artinya bagi siswa dan guru pegawai yang terlambat silahkan pulang, tidak kecuali saya selaku kepala sekolah. Ketertiban model ini yang jika disetujui orangtua murid maka ke depan akan diterapkan,”ungkap Bethan dihadapan orangtua dalam rapat Komite di halaman SMPN 3 Kupang, Sabtu 01 Pebruari 2020.

Menurut Bethan, ini merupakan bagian instrument dari terapan soal pendidikan karakter. Karena berbicara soal pendidikan karakater  yang mulai diterapkan nantinya tahun 2021 terkait pola perubahan Ujian Nasional (UN).

Jadi ukuran kualitas out put atau lulusan siswa sudah bergeser dari mutu kuantitas ke karakter. Artinya nilai kelulusannya siswa bukan saja secara angka akan tetapi nilai karakter yang dimiliki siswa peserta didik Sehingga ukuran kualitas ouputnya bukan saja karena nilai tinggi tapi ada perubahan karakter, tandasnya.

“Saya berharap para orangtua ketika anak siswa dari sekolah ini kalau datang terlambat disuruh pulang, kami guru jangan disalahkan. Jangan datang mengamuk di sekolah ini lagi,”tegasnya.

Hal utama terkait agenda rapat kita hari ini soal program kerja pengurus Komite sekolah ini, kata Bethan, dengan muara soal sumbangan dana komite yang bersifat sukarela yang diberikan orangtua. Bersingkungan dengan hal ini soal sumbangan orangtua untuk belanja peralatan, dari para orangtua yang anaknya saat ini duduk di kelas 8 (delapan).

Melalui rapat ini, kata Bethan, adalah elok saya selaku kepala sekolah mau sampaikan uang itu masih ada tersimpan di bendahara. Saya mau tawarkan kalau orangtua setuju kita akan anggarkan untuk belanja peralatan drumb band. Saya mau katakan SMPN 3 Kupang dalam setiap HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tangal 17 Agustus selalu ada lomba. Tapi kami dari SMPN 3 Kupang tidak bisa tampil bahkan saat pawai kita jalan berbaris tapi kepala menunduk, malu jadinya.

Suasana Rapat Komite SMPN 3 Kupang, Timor Provinsi NTT, Sabtu 01 Pebruari 2020. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

“Sejak sekolah ini berdiri tahun 1977 fasilitas/peralatan drumb band tidak ada. Padahal sekolah lain berkompetisi melalui hal-hal kecil seperti ini. Bukannya kita mau menunjukkan mampu tidaknya tapi siswa kita punya potensi menggunakan peralatan music ini. Sehinga jkalau diijinkan orangtua maka uang yang ada kita belanja peralatan drumb band,”pinta Bethan.

Sembari menambahkan, kalau sumbangan uang komite dari para orangtua yang anaknya saat ini di kelas 9 (Sembilan) saya tidak mau campur tangan. Karena saya baru saja dimutasi ke sekolah ini. Sehingga ini porsinya Ketua Komite yang menyampaikan pemanfaatannya.

Saldo Dana Komite  Rp 11.184.000

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite SMPN 3 Kupang, Drs. DAUD U.Z. Kamuri, M.Si menjelaskan, dana komite yang terkumpul sebesar 178.914.000.  Termanfaatkan  atau sudah dibelanjakan sebesar Rp 167 juta lebih. Terdiri dari belanja kebutuhan Laboratorium Bahasa Rp 120 juta; Operasional sekolah diantarana membantu biaya untuk guru honor  sebesar Rp 38 juta; Rehab empat WC sebesar Rp 17 juta; dan membangun Kantin sekolah sebesar Rp 1,3 juta.

“Ini sebenarnya kami paparkan melalui infocus namun tidak memungkinkan maka kami sampaikan saja untuk diketahui. Karena pembiayaan apalagi bersumber dari orangtua siswa harus secara transparan disampaikan,”demikian Daud.

Dikatakannya, soal dana Komite terutama bagi orangtua siswa di Kelas 9 yang awal anaknya masuk disekolah ini sudah melalui kesepakatan yang ditandatangani bersama mengenai draft pemanfaataannya. Kalau sumbangan dana komite dari orangtua siswa kelas 8 apakah elok kalu dikembalikan ke orangtua?

Ini kami kembalikan ke orangtua bagaimana pertimbangannya. Kalau dikembalikan maka sekolah akan siap kembalikan. Tapi kalau sesuai dengan apa yang disampaikan kepala sekolah barusan untuk belanja peralatan drumb band saya kira baik juga untuk kemajuan ana-anak kita juga, ungkap Daud. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *