Harus Ada RESTORASI Pendidikan di NTT

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan pada HUT ke-9 SMPN 6 Nekamese Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Gubernur Viktor : “…Timor dan Sumba, penyumbang terbesar kebodohan dan kemiskinan di NTT. Kalau bodoh dan pemalas daerah kita tidak bisa maju dan berkembang dengan baik…”

Citra News.Com, KUPANG – GUBERNUR Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), VIKTOR Bungtilu Laiskodat menegaskan, pendidikan itu hal penting. Melalui pendidikan kita peroleh pengetahuan dan membentuk kecerdasan. Dengan pendidikan kita mampu membangun imajinasi dan membuat kita jadi orang hebat dan berkualitas.

“Pengetahuan itu inti dari hidup. Orang tanpa pengetahuan sesungguhnya dia tidak pernah hidup. Dan Allah adalah sumber pengetahuan yang awal dan akhir (Alfa dan Omega,red). Jadi yang namanya pendidikan adalah satu-satunya jalan supaya menemukan Allah,”kata Gubernur Viktor dalam sambutannya pada HUT SMPN 6 Nekamese ke-9 dan Peluncuran Buku karya murid dan para guru di halaman SMPN 6 Nekamese, Desa Oelomi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi NTT, Sabtu 15 Agustus 2020.

Menurut Gubernur Viktor, orang yang punya iman teguh pasti mencintai pengetahuan dan rajin membaca. Orang yang rajin membaca punya banyak pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia mampu bangun imajinasi yang membuatnya jadi orang hebat dan berkualitas.

Dia mengatakan, ada 4 (empat) yang menentukan kesuksesan hidup. Yakni punya spiritualitas atau punya keyakinan teguh. Memiliki spiritual yang tinggi dia tidak mudah menyerah (never give up). Hal kedua, punya pengetahuan. Ketiga, punya jaringan atau networking. Dia punya relasi dan mengenal banyak orang, ada jalin kerjasama dengan banyak pihak.  Dan keempat, punya kesehatan yang prima.

Pendidikan punya peran penting membentuk keempat hal tersebut, tegas Gubernur Viktor. Karena itu saya (Gubernur Viktor, red) sangat serius, saya paksa dan terus mendorong agar mengikuti pendidikan. Pendidikan di NTT harus dibangun dalam semangat Restorasi. Mari kita bersama memulihkan pendidikan di NTT. Karena hanya melalui pendidikan kita mampu membangun imajinasi dan membuat kita jadi orang hebat dan berkualitas.

“Tadi dalam sambutan Wakil Bupati Kupang (Jerry Manafe, red) mengatakan dua tiga kali dalam sebulan Gubernur NTT datang ke desa-desa di Kabupaten Kupang. Iya, bukan saja Kabupaten Kupang juga kabupaten lain di daratan Timor dan Sumba. Kenapa itu. Karena Timor dan Sumba adalah penyumbang terbesar kebodohan dan kemiskinan di NTT. Kalau orang bodoh dan pemalas pasti daerah tidak bisa maju dan berkembang dengan baik. Untuk itu kalau saya turun ke daratan Timor dan Sumba, saya tegaskan para Bupati agar merubah mindshet dalam membangun rakyat,”kata Gubernur Viktor.

Orang punya komentar miring, lanjut dia, karena saya mengatakan orang bodoh tidak mungkin masuk surga. Bodoh dan pemalas itu memang Tuhan marah. Orang punya pengetahuan yang baik dia bisa membangun imajinasi. Dan akan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan baik dan benar untuk kesejahteran hidup.

“Dalam Alkitab Tuhan Yesus katakan pergilah dan jadikanlah mereka murid-muridKu. Ini harus kita pahami bahwa pendidikan itu hal penting. Melalui pendidikan kita bangun NTT dengan kecerdasan. Tidak ada negara-negara maju di dunia yang bodoh dan pemalas. Dan untuk NTT harus ada restorasi dalam pendidikan,”tegasnya berulang.

Tahu Tapi Tidak Mengerti

Pada kesempatan itu Gubernur Viktor mengingatkan, para kepala daerah iya, para Bupati/Wakil, Camat, dan Kepala Desa harus merubah mindshet dalam membangun. Untuk mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat, seorang pemimpin harus mampu bertindak tegas. Pemimpin harus tahu dan mengerti bagaimana cara agar rakyatnya bisa maju dan hidup sejahtera.

“Sebagai pejabat public dia jangan tahu tapi tidak mengerti (know but not understand). Dia (pemimpin,red) punya program kerja tapi dia tidak tahu bagaimana menjalankan program kerjanya itu. Padahal dia tahu kalau daerahnya sangat potensial untuk pengembangan pertanian, perikanan, pariwisata, dan lain-lain yang bisa memajukan kesejahteraan rakyat,”tegasnya.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Kepala SMPN 6 Nekemese, Yulianti Pulungtana, S.Pd (gambar kiri), Doc.marthen radja/citra-news.com

Kalau pemerintah Kabupaten Kupang punya program kerja Revolusi 5 (lima) P, sebut Gubernur Viktor, diantaranya ada pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ini harus diintervensi ddengan bantuan sarana prasarana. Misalkan kalau tahun ini petani hanya bisa buka lahan pertanian 1 hektar maka tahun berikutnya pemerintah harus bantu hand traktor supaya bisa buka lahan 5 hektar. Kalau tidak ada air pemerintah bantu alat pompa air. Atau membangun cekdam dan jebakan air sehingga bisa menampung air hujan. Itu contoh-contoh intervensi pemerintah untuk kebutuhan rakyat, tandasnya.

Dia menambahkan, perubahan atau pemulihan (restorasi) itu akan terjadi kalau pemerintah dan rakyat terus bekerja keras. Dan restorasi butuh cara-cara kerja revolusi. Pemimpin harus tegas, harus bertindak keras terhadap rakyat yang bodoh dan pemalas. Harus bisa dirubah mindshet-nya.

“Ada bupati atau mungkin juga rakyat yang tidak suka dengan saya, karena dianggapnya sangat revolusioner. Iya, bagi saya tidak apa-apa. Membangun rakyat di NTT harus dengan cara kerja revolusi, agar rakyat kita bisa berubah. Bukan biasa-biasa saja tapi dengan cara kerja luar biasa. Revolusi itu memang harus ekstrim,”kata Gubernur Viktor. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *