Upaya CEGAH DINI Ala KPK di Pilkada Serentak 2018

Fakta menyebutkan ada sejumlah kasus korupsi yang menjerat eksekutif dalam hal ini oknum-oknum kepala daerah adalah terkait pengelolaan proyek-proyek pembangunan di daerah. Mendaras pada fakta yang sudah terjadi ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan upaya-upaya cegah dini guna mengendus kejahatan korupsi yang nantinya dialami calon kepala daerah setelah terpilih di Pilkada serentak 2018. Karena kejahatan bukan timbul karena niat tapi karena kesempatan.

 

Kupang, citranews.com –KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dipastikan akan memberikan pembekalan Pilkada Berintegrasi bagi 11 (sebelas) calon kepala daerah/wakil kepala daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 27 Juni 2018.

Deputi Bidang Pencegahan KPK RI, David Sepriwasa menyatakan, penyelenggaraan Pilkada Berintegrasi kepada calon kepala daerah yang bertarung pada Pilkada serentak 2018, agar nantinya dapat mengelola pemerintahan secara baik dan efektif jika terpilih. Juga kepala daerah yang terpilih nantinya tidak enggan dalam menjalankan roda pemerintahan. Terutama terkait pengelolaan proyek-proyek pembangunan di daerah.

Demikian pernyataan David seperti dikutip Biro Humas Setda Provinsi NTT melalui siaran pers yang diposting melalui WAG Biro Humas NTT, Senin 30 April 2018.

Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTT, Drs. Semuel Pakereng melalui siaran pers yang ditulis Wilson Boimau membeberkan, pembekalan Pilkada Berintegrasi oleh KPK RI direncanakan tanggal 3 Mei 2018 di Kupang.  Acara akbar ini akan dihadiri selain 11 calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Juga dihadiri pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPK RI, LHKPN, Polda dan Kejaksaan Tinggi NTT selaku keynote speech (pembicara utama).

Pada hari yang sama juga, demikian Boimau, terselip acara deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan calon kepala daerah untuk diketahui public.

Sementara Ketua KPUD Provinsi NTT, Maryanti Lutrumas Adoe membenarkan bahwa pembekalan Pilkada Berintegrasi yang siap digelar pada Kamis 3 Mei 2018 adalah kegiatan KPK RI. “Kegiatan itu dari KPK RI. Kita dari KPUD NTT hanya membantu memfasilitasi dan mengundang pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Paslon Bupati dan Wakil Bupati dari 10 kabupaten se-NTT untuk hadir pada pembekalan dimaksud,”kata Maryanti.

Soal kehadiran Paslon menurut Maryanti dapat bervariasi. Misalnya yang hadir hanya satu orang mewakili Paslon dari masing-masing kabupaten. Atau bisa juga hadir Paslon lengkap. Namun Maryanti meyakini untuk Paslon Provinsi berpeluang hadir kemungkinan calon wakil.

Sebab semuanya sudah punya jadwal kampanye di berbagai daerah dan zona masing-masing.

Kesebelas peserta Pilkada Serentak 2018 itu masing-masing Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, Sumba Tengah, Sumba Barat, Alor, Rote Ndao, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, plus Provinsi (Pilgub/Wagub) NTT. +++cnc1/humasntt

 

Gambar : Drs. Semuel Pakereng (ke-4 dari kiri), Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (doc. marthen radja/CNC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *