GARAM Malaka Berkualitas EKSPOR

Gubernur NTT VIKTOR Bungtilu Laiskodat berharap impor garam di Indonesia  salah satunya dari Kabupaten Malaka NTT. Selain berkualitas impor garam Malaka juga berkualitas  ekspor

Kupang, citra-news.com – BUPATI Kabupaten MALAKA, Stefanus Bria Seran, mengatakan Malaka adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sangat potensial untuk pengembangan usaha garam di Indonesia.

“Hasil garam dari beberapa kabupaten di NTT yang sudah berproduksi menunjukan kualitas impor istimewa. Baik untuk kebutuhan pasar dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor. Sehingga beliau (Gubernur Viktor) berharap impor garam di Indonesia salah satunya dari Kabupaten Malaka NTT. Selain berkualitas impor, garam Malaka juga berkualitas  ekspor,”kata Stef di Gedung Sasando Kupang, 20 September 2018.

Kepada wartawan usai menghadiri acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diego Idong/ROBY dan ROMANUS Woga, mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT ini menjelaskan, untuk menjawab kebutuhan nasional maka Kabupaten Malaka menjadi salah satu wilayah sentra pengembangan usaha garam di Indonesia.

Untuk menjawab usaha yang sangat  prospektif dan menjanjikan kesejahteraan rakyat ini, Pemerintah Kabupaten Malaka telah memberikan ruang usaha pengembangan bagi investor yang mau berinvestasi di wilayah Kabupaten Malaka. Dan salah satu investor yang sudah giat melaksanakan usahanya itu adalah PT Inti Daya Kencana.

“Saat ini pihak PT Inti Daya Kencana sedang membangun tambak garam diatas lahan dengan total luasan 32 hektar. Areal yang ada ini merupakan sebagian dari total luasan 2.500 hektar lahan garam yang siap dibangun di Kabupaten Malaka. Masih terdapat banyak lokasi di sepanjang garis pantai yang juga berpotensi untuk pengembangan garam,”sebut Stef.

Dalam kunjungan kerja bapak Gubernur  NTT baru-baru ini ke lokasi tambak garam, ucap Stef, dari luasan 32 hektar ini baru dimulai membangun tambah garam. Sehingga praktis belum berproduksi.

“Jangan cuma produksi puluhan ton saja. Saya mau garam Malaka berproduksi sampai ratusan bahkan ribuan ton. Karena panjang garis pantai kami ini 87 kilometer tanpa ada tebing. Jadi saya minta jangan main puluhan atau ratusan ton. Tapi ribuan ton untuk setiap kali panen. Nah ini akan bisa terwujud jika semua lahan potensial garam yang ada ini, dikembangkan secara massif,”tegasnya.

Seperti diberitakan citra-news.com sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP) Provinsi NTT, Ir. Semuel Rebo, M.Si, mengatakan, pada Jumat 14 September 2018 Gubernur NTT langsung turun ke lokasi tambak garam di Kabupaten Malaka.

“Ini kunjungan kerja pertama bapak  Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ke Kabupaten Malaka. Saat menyapa warga masyarakat petani garam, bapak Gubernur berharap  pihak pengelola yakni PT Kencana Inti Daya sedapatnya bisa berproduksi 1 juta ton. Dan target ini beliau berjanji pada tahun 2019 beliau sendiri yang datang panen garam,”jelas Rebo di ruang kerjanya, Senin 17 September 2018.

Dikatakannya, Provinsi NTT merupakan daerah potensial garam. Sehingga pemerintah dengan senang hati (welcome) menerima para investor yang mau mengembangkan usaha garam ini. Asal saja mengikuti prosedur terkait ijin usaha dan terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal yang ada, tandasnya.

Selain Kabupaten Malaka juga potensi garam tersebar di kabupaten lainnya di Provinsi NTT. Dan saat ini sedang dikembangkan adalah di Kabupaten Kupang Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Rote Ndao, Nagekeo.

“Kabupaten-kabupeten ini yang jadi potensi unggulan garam NTT. Selain itu di Kabupaten Ende, Lembata, Flores Timur, Sikka, dan Kabupaten Alor,”sebut Rebo.

Terkait prospek pasar, Rebo menambahkan, dengan penekanan program usaha Garam dan Ternak, maka ke depannya Gubernur dan Wakil Gubernur NTT (Viktor dan Josef) tentunya sudah punya mitra dengan beberapa pengusaha garam. Termasuk relasi untuk pemasaran hasil produksi garam dari NTT.

“Saya kira untuk usaha Garam dan Ternak dua hal ini saya kira kita perlu meragukan lagi. Karena pak Gubernur dan Wakilnya sudah punya relasi untuk akses pasar yang bisa memudahkan petani kita.  Asal saja optimalisasikan lahan-lahan garam yang dibiarkan kosong. Produksi dari tambak-tambak garam yang ada ditingkatkan, juga lahan yang ada diperluas. Dengan begitu maka target NTT menjadi  sentral industry garam nasional bisa terwujud,”pungkasnya. +++ cnc1

Gambar : Bupati Kabupaten Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, M.PH (kiri) dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Viktor Manek, di gedung Sasando Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kupang, Kamis 20 September 2018.

Foto : doc CNC/marthen radja

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *