Pemerintah SIAP Mewujudkan KESEJAHTERAAN Rakyat

Tidak berbeda dengan tekad Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat. Bupati Sikka ROBBY Idong juga menyatakan siap mewujudkan ‘Duc In Altum’-Bertolaklah ke tempat yang dalam-. Dengan bekerja keras, bekerja cepat, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas untuk mensejahterakan rakyat.

Maumere, citra-news.com – BUPATI Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo alias ROBY Idong bertekad melanjutkan pembangunan yang lebih maju lagi untuk masa kepemimpinannya 5 (lima) tahun kedepan di Kabupaten Sikka. Ini tidak bedanya dengan tekad Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, agar pemerintah dan pihak gereja serta semua elemen masyarakat berjuang bersama-sama membangun dan mensejahterakan rakyat.

Tekad kedua pemimpin baru di Provinsi NTT ini bahwa akan memberikan pelayanan dengan sungguh-sungguh, dinyatakan dalam kata sambutan mereka, pada acara Pentahbisan Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu di Gelora Samador Maumere, pada Rabu 26 September 2018.

‘Duc In Altum’Bertolaklah ke Tempat yang Dalam –  kata Roby dalam sambutannya, dimaknai sebagai pesan moral bagi pemerintah terutama, untuk membangun masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri.

“Untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik, diperlukan semangat persaudaraan dan persatuan. Karena hanya di dalam persatuan dan kesatuan kita mampu berarak menuju kehidupan yang lebih baik,”kata Roby.

Bupati Roby Idong dalam sambutannya mengatakan umat di Kabupaten Sikka sudah sejak lama hidup berdampingan dengan berbagai agama lain. Dalam keberagaam agama, suku, etnis, merupakan keunikan. Namun tetap satu dan saling menghargai.

Dalam semangat persatuan dan persaudaraan  ini Roby mengajak umat untuk terus bergerak ke tempat yang dalam. Sebab disanalah akan ada hasil yang melimpah. Mari berendah hati. Jangan takut dan harus berani berarak menuju kehidupan yang lebih baik. Pemerintah terus berupaya untuk menjadikan umat yang beriman hidup solider dan mandiri.

Sembari menambahkan, spirit ‘Duc In Altum’ ini menjadi inspirasi kami pemerintah sebagai abdi negara dalam melayani umat dan masyarakat Kabupaten Sikka. Bahwa kami siap menuju tempat yang lebih dalam walaupun banyak tantangan,tegasnya.

Semangat Melayani Umat Dengan Kesungguhan

Uskup Maumere, Mgr. EWALDUS Martinus Sedu, dalam kotbahnya menyatakan peristiwa pentahbisan ini memberikan kesejukan dan peneguhan menjadi penjala manusia.  

Saya merasa sungguh diteguhkan agar saya bersama umat di keuskupan Maumere untuk semakin bertolak ke tempat yang lebih dalam (Duc In Altum). Untuk bergerak lebih berkualitas dan berkarakter dalam reksa pastoral keseharian hidup kami. Bertolak dari semangat ketulusan, kesederhanaan dan kebenaran kami untuk membangun umat,”ucap monsinyur Ewaldus.

Menurut Uskup pengganti Mgr. Kherubin Pareira itu, bahwa dalam kehidupan imannya  menemukan dua hal penting. Pertama, bahwa Kasih Allah itu tidak berkesudahan dalam hidup orang beriman. Orang yang punya iman selalu mengalami tantangan hidup.  Tapi kita harus selalu andalkan Tuhan dalam hidup sehingga lebih semangat lagi membangun umat.

Dalam kasih Tuhan kita akan mengalami dan merasakan indahnya Rahmat dan Kasih Allah. Kasih Allah yang memanggil dan kebebasan manusia dalam menjawab cinta-Nya itu melalui karya-karya nyata pelayanan.

Banyak orang merasakan hidupnya tidak berarti dan bernilai. Dan pada titik inilah kita terpanggil untuk menguatkan mereka. Banyak orang terjebak dalam kehampaan diri dan entah mau berlari kemana lagi. Saya dan anda terpanggil untuk menjadi orang-orang sederhana yang memiliki hati dan penuh cinta untuk saling melayani satu diantara yang lain.

Kedua, pangggilan hidup kita sebagai orang-orang beriman adalah proses menuju kesempurnaan kasih kristiani. Bagaimana pun status atau corak hidupnya dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan cinta kasih. Imamat suci menyempurnakan hidup setiap manusia dengan kurban Kristus setiap hari di altar dalam pelayanan sabda, pelayanan ibadah, pelayanan kudus, serta pelayanan kegembalaan.

Imamat kudus ini mesti dibaktikan sesungguhnya dalam perjalanan bersama di Keuskupan Maumere ini.  Dan menjadi sebuah permenungan bersama bagi kita sekalian bahwa Rahmat dan Kasih Allah itu tercurah dalam segala kekurangan dan kelebihan. Dalam keberhasilan dan kegagalan kita.

Merayakan sukacita tahbisan uskup ini adalah titik awal pergumulan menuju pergulatan panjang. Yang mana didup dengan situasi yang miskin tertindas dan terbatas dengan kekurangan. Harus kita akui bahwa masyarakat kita serba dalam lingkaran ketidakadilan, kemiskinan dan kekerasan dan kita tetap terpanggil untuk memutuskan lingkaran setan itu.

Juga tahbisan suci ini akan menjadi sempurna ketika iman kita tidak begitu menjadi elitis, tertutup dan diskriminatif. Perayaaan ini hendaknya membawa sukacita injil dalam hidup.

Sementara Uskup Denpasar Mgr. Silvester Suri  dalam kotbahnya menyebut motto Mgr. Ewaldus Martinus Sedu adalah ‘Duc In Altum’  bisa ditafsirkan sebagai panggilan kegembalaan. Menjadi uskup adalah kehormatan untuk dapat melayani umat dengan sungguh-sungguh. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang maha berat, kata Mgr.Silvester. Mewartakan Injil, melayani sakramen, dan melaksanakan tugas kegembalaan.

“Ini tanggung jawab yang berat karena di depan ada serigala yang akan mengaum umat. Ada pengajar palsu yang akan menyesatkan umat. Apalagi di era sekarang. Karenanya ‘Duc In Altum’ yang menjadi motto panggilan kegembalaan ini juga menunjukkan kesungguhan menjadi seorang uskup, menjadi penjala manusia. Memberikan pelayanan secara mendalam dari program Sinode (peayanan) sebelumnya,”beber Mgr. Silvester. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, disambut tarian JA’I dari Kabupaten Ngada di Gelora Samador Maumere, Rabu 26 September 2018

Foto : doc.CNC/dinas kominfo kab.sikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *