GERTAK Dinas Kesehatan Tumpas Kasus DBD

Virus demam berdarah dangue (DBD) kian mengancam nyawa. Penderita DBD pun terus bertambah. Berjaga-jagalah sebelum DBD menyerang anggota keluarga kita.  

Maumere, citra-news.com – KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadine Sada Nenu, MPH menyebutkan telah terdata 36 kasus positif DBD. Namun  hanya berselang 7 hari atau tepatnya pada Senin 4 Pebruari 2019 penderita DBD bertambah menjadi 77 orang. Atau selama bulan Januari 2019 terdata 65 kasus dan sampai dengan tanggal 4 Pebruari 2019 bertambah  12 kasus/penderita positif DBD.

Karena itu waspadalah. Penderita DBD terus bertambah. Virus DBD kian mengancam nyawa jika lingkungan sekitar tidak higienis, demikian himbau dr. Bernandine.

Untuk upaya pencegahannya, Dinkes Kabupaten Sikka melalui juru pemantau jentik nyamuk DBD terus melakukan sosialisasi secara rutin hingga ke rumah-rumah penduduk. Bahkan melakukan semacam gerakan secara serentak (Gertak) kerja bakti pemberantasan sarang (PSN).

Gertak melakukan kerja bakti focus ke titik sasaran air yang tidak berhubungan dengan tanah. Yaitu membersihkan bak kamar mandi/toilet; tempat penampungan air; Air jebakan semut (kaki meja); Air pembuangan kulkas;tempat minum burung yang jarang diganti; Pot bunga; Dispenser (wadah air limpahannya); dan barang bekas (apa saja) di sekitar rumah. Ada jentik berarti kita terancam DBD.

Harus bisa dipastikan rumah dan lingkungan sekitar anda tidak ada jentik nyamuk aedes aegypti. Karena 1 jentik betina dalam 12-14 hari akan berubah nyamuk dewasa. Untuk 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur 100-150 butir telur. Itu berarti dalam satu bulan hidupnya 1 nyamuk bisa menghasilkan 600 butir telur.

Jam kerja nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus, pagi pukul 09.00 – 10.00 dan sore pada pukul 15.00 -16.00. Karena itu disarankan anak-anak pakai selalu lotion anti nyamuk pada pagi hari dan sore harinya.

Juga diingatkan agar dalam melakukan PSN jangan salah sasaran. Pemberantasannya tidak lantas memotong pohon, menata bunga, atau memangkas rumput. Karena jentik tidak bersarang di rerumputan.

Upaya lain dilakukan PSN Jumantik Kabupaten Sikka adalah penyemprotan (fogging) ke rumah-rumah-rumah penduduk di seluruh wilayah kecamatan dan desa. Terutama di 20 lokasi di 6 kecamatan yang teridentifikasi kasus DBD terbanyak. Masing-masing Kecamatan Talibura, Kangae, Kewapante, Alok, Alok Timur, dan Kecamatan Alok Barat. +++ amor/cnc

Laporan : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Petugas Jumantik PSN Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka rehat sejenak usai melakukan fogging.

Foto : Doc. CNC/Armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *