Rapat UNIK Ala Gubernur VIKTOR dan Bupati EPY

Suasana Raker di destinasi pariwisata Fatumnasi Kabupaten TTS, Provinsi NTT, Kamis 13 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

Tidak lazim seorang kepala daerah melakukan rapat di arena terbuka. Apalagi dihadiri oleh sejumlah pejabat negara dan kepala OPD. Apakah ini bentuk motivasi atau sekadar sensasi?

Citra-News.Com, SOE – GUBERNUR Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), EGUSEM Piter (EPY) Tahun melakukan cara unik  untuk menyadarkan elemen masyarakat. Terutama bagi pejabat di daerah atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Hampir pasti cara unik Gubernur Viktor dan Bupati Epy melakukan rapat kerja (Raker) di arena terbuka bertujuan untuk menyadarkan elemen masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan alam. Karena alam telah memberikan segalanya bagi kehidupan manusia. Juga memotivasi para pejabat daerah dan kepala OPD untuk berkreasi dan melakukan inovasi-inovasi baru dalam pelestarian lingkungan alam.

Ada tiga kegiatan unik dilakukan di Kabupaten TTS. Masing-masing dua kali Bupati Epymenyelenggarakan pelantikan pelantikan pejabat di Taman Bu’at SoE. Dan kali ini rapat kerja (Raker) dilakukan Gubernur Viktor yang pimpinan OPD se-Kabupaten TTS dan beberapa piminan OPD tingkat provinsi. Dan Raker tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Viktor pada Kamis 13 Pebruari 2020 di Taman wisata Fatumnasi.

Inisiasi smart dari dua pejabat kepala daerah ini tentunya memotivasi semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif memelihara dan melestarikan lingkungan alam yang ada. Gubernur Viktor dalam sambutannya Taman Wisata Fatumnasi Kabupaten TTSmenyatakan, alam dan budaya masyarakat Kabupaten TTS sangat menarik. Namun tidak akan ada artinya bila tidak ditata dan dilestarikan.

 

“Di TTS ini sangat menarik.  Karena TTS memiliki potensi budaya dan alam yang sejuk, maka harus mampu menarik wisatawan datang ke TTS,”kata Gubernur Viktor.

Dia menuturkan,, minat wisatawan untuk bermalam akibat di TTS karena memiliki obyek wisata yang didukung dengan fasilitas yang memadai. Pariwisata harus mengendalikan semua bidang, katanya. Pariwisata ke depan akan menjadi prioritas yang didukung dengan pertanian dan industri yang baik. Pekerjaan pariwisata harus diutamakan, kerajinan masyarakat harus ditampilkan melalui berbagai festival yang digelar pemerintah.

Program Pemerintah Provinsi NTT menjadikan sector Pariwisata prime mover (penggerak ekonomi) maka jalan akses ke obyek wisata harus dibangun lebih baik lagi. Khususnya ruas jalan SoE-Kapan tahun 2021 segera ditingkatkan dari kondisinya saat ini. Destinasi wisata di TTS akan dikunjungi wisatawan jika jalan dalam kondisi bagus. Demikian juga ada pembangunan fasilitas seperti penginapan dan fasilitas pendukung lainnya.

Gubernur Viktor berharap, Bupati TTS harus bisa membuat festival Fatu Nausus dan juga Festival Fatumnasi. Karena daerah TTS ini punya alam yang dijadikan sebagai daerah wisata alam. Destinasi pariwisata TTS harus jadi contoh agar wisatawan setelah berada di TTS lebih lama tinggal dan menikmati panorama alam yang sejuk.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati EPY Tahun memberikan sambutan ketika Raker di destinasi pariwisata Fatumnasi Kabupaten TTS Provinsi NTT, Kamis 13 Pebruari 2020. Doc.CNC/jor tefa-Citra News.

“Bupati diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada. Datangkan 10.000 wisatawan mengikuti festival, itu baru menarik dan itu namanya pariwisata. Bukan hanya undang ratusan orang untuk ikut festival. Namun perlu diperhatikan adalah penataan obyek wisata harus lebih baik lagi. Sehingga ketika mengggelar festival maka banyak pendatang dari luar dengan jumlah yang banyak. Dan ini akan memberikan efek yang luar biasa bagi daerah,”kata Gubernur Viktor.

Dalam Raker tersebut Gubernur Viktor juga meminta kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS agar segera berkoordinasi dengan Kadis Pertanian Provinsi NTT untuk segera menyiapkan lahan dan aneka jenis tanaman pertanian di wilayah TTS. Sehingga ketika ada pengunjung maka mereka bisa menikmati makanan khas TTS.

Gubernur Viktor mengatakan, kalau Pariwisatanya jalan dan didukung dengan peningkatan perekonomian masyarakat maka dampaknya adalah menekan angka kemiskinan dan juga stunting.

Bupati Epy :  Sekaligus Jual Destinasi Untuk PAD

Pada kesempatan yang sama, Bupati EPY dalam sekapur sirihnya mengatakan, kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat tidak memilih tempat yang ekslusif untuk melakukan rapat kerja.

“Kunker bapak Gubernur Viktor hari ini melaksanakan rapat kerja di tempat wisata. Ini sekaligus memberikan motivasi agar ke depan rapat kerja dilakukan di tempat destinasi wisata. Dengan tujuan menjual destinasi wisata di Kabupaten TTS,”ungkap Bpati Epy.

Menurut dia, dengan menyelenggarakan rapat-rapat pemerintahan di obyek wisata, ini sekaligus juga mengajak semua elemen masyarakat agar peduli dengan lingkungan alam yang ada. Serta memiliki daya kreasi untuk ikut memelihara dan melestarikan alam. Kalau kita buat kegiatan di tempat wisata maka akan ada sisipan untuk PAD.

Sembari mengakui, pihaknya sudah dua kalinya menyelenggarakan Rapat penting di lokasi wisata. Hal ini dilakukan agar membangkitkan jiwa dan semangat mendorong serta memperkenalkan wisata TTS.

“Dengan adanya kegiatan Raker yang dibuka oleh bapak Gubernur NTT di Fatu Nausus ini, berarti sudah tiga kali Pemda TTS menyelenggarakan rapat di rang terbuka khususnya di taman wisata. Pelaksanaan Raker ini juga sebagai inovasi bagi Pemda TTS agar ke depan melakukan kegiatan rapat-rapat pemerintahan di tempat wisata,”tandasnya. +++ jor/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *