PERS ‘Menerkam’ JEJAK Program Duet VBL-JNS

Pose bersama Prof Kemeo (Ke-4 dari kiri) dan Benyamin Lola (Ke-3 dari kiri) di Rujab Gubernur NTT, Kupang Sabtu 5 September 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Prof. Kameo menyebut Pers sebagai ring keenam (Heksa Helix) dengan karya-karya jurnalistiknya hingga mampu menggetarkan dunia.  Pers telah mempublikasi isu-isu pembangunan selama dua tahun kepemimpinan Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan Wakilnya JOSEF Adrianus Nae Soi (VBL-JNS), dan telah diketahui publik secara meluas baik regional, nasional bahkan internasional.

Citra-News.Com, KUPANG – SUDAH DUA TAHUN berjalan VIKTOR Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakilnya JOSEF Adrianus Nae Soi (JNS) memimpin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) . Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Duet VBL-JNS telah mengurai visi, NTT Bangkit NTT Sejahtera dengan membungkus 5 (lima) misi di dalamnya. Yakni (1) Mewujudkan masyarakat sejahtera dan adil; (2) Membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (ring of beauty); (3) Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur untuk memperceat pembangunan; (4) Meningkat Kualitas sumber daya manusia (SDM), dan  (5) Mewujudkan Reformasi birokrasi pemerintahan dan meningkatkan kulaitas pelayanan publik.

Prof. Kameo mengatakan, sejak awal memimpin NTT, duet Victory-Josef langsung berhadapan dengan permasalahan pelik yang sudah akut dan sekian lama mencengkram hidup masyarakat NTT. Masalah kemiskinan, pengangguran, kelaparan, gizi buruk dan stunting, human trafficking, sertamasalah kesehatan ibu dan anak. Juga parahnya infrastruktur JALA (jalan, listrik, dan air).

“Semua permasalahan yang ada ini sudah tentu gubernur dan wakilnya tidak bisa bekerjka sendiri. Harus diintervensi atau campur tangan semua pihak, tidak terkecuali pers yang saya namakan ring keenam (heksa helix) pembangunan. Para jurnalis merekam semua problema kehidupan masyarakat dan mempublikasikan secara meluas. Juga beberapa bagian program pembangunan duet VBL-JNS yang sudah dan sedang berjalan terpublikasi. Sehingga masyarakat mengetahui maju mundurnya pembangunan yang terjadi di suatu wilayah,”jelas Prof. Kameo dalam acara yang dihelat Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT (Kominfo NTT) bertajuk, Berbagi Informasi Mengungkap Jejak-Jejak Karya 2 tahun Kepemimpinan Viktor Buntilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi (5 September 2018 – 5 September 2020) di Rumah Jabatan Gubernur NTT bilangan Jalan El Tari Kota Kupang, Timor NTT, Sabtu 5 September 2020.

Prof Kameo tidak mempungkiri sumbangsih dan peran Pers dalam membangun bangsa. Meskipun dalam upaya menjalankan visi dan misi, VBL dan JNS selaku Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mendapat kritikan dan cercaan masyarakat. Tapi harus fair bahwa dalam dua tahun terlampaui VBL dan JNS mengetafet kepemimpinan NTT dengan kondisi NTT tidak dalam keadaan ideal. Atau ibarat ‘negeri seribu masalah’. Pers ‘menerkam’ permasalahan itu dan mempublishednya.

“Peran pers yang berpegang teguh pada prinsip data dan fakta yang obyektif menjadi harapan kita bersama. Dalam masa yang masih tersisa 3 tahun lagi periode kepemimpian VBL-JNS mari kita saling bergandengan tangan. Karena pers adalah mitra pemerintah sehingga kiranya mampu memberikan energi positif bagi kemajuan pembangunan di Provinsi NTT,”ucap Drs. ABA Maulaka, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo NTT.

Kika : Suasana Temu Pers tampak Kadis Kominfo NTT, ABA Maulaka, Kepala Bappelitbangda NTT, KOSMAS Lana, Asisten Pemerintahan dan Pembangunan, BENYAMIN Lola, dan paling kanan (gambar kanan) Prof Kameo dalam temu pers di Rujab Gubernur NTT, Kupang-Timor,  Sabtu 5 September 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Diketahui, selain Prof Kameo yang adalah Staf Ahli Khusus Gubernur juga hadir Asisten Administrasi dan Pemerintahan, BENYAMIN Lola dan Kepala Bappelitbangda NTT, KOSMAS Lana. Tiga narasumber tersebut dipandu Kadis Kominfo NTT, ABA Maulaka.

Prof Kameo menyatakan data empiris menyebutkan, sektor yang paling cepat bertumbuhkembangnya ekonomi masyarakat adalah  Pariwisata. Oleh karena itu VBL-JNS menjadikan pariwisata sebagai prime mover-nya ekonomi NTT. Jika pariwisata adalah prime mover maka sektor-sektor terkait lainnya harus sinergis dan berkolaborasi. Sektor pertanian, perikanan, dan sektor peternakan harus menjadi suplay chain. Dan infrastruktur jalan harus dibangun secara baik untuk memperlancar dan mempercepat aksesibilitas ekonomi masyarakat.

Kemiskinan Itu Merendahkan Martabat Manusia

Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Kosmas Lana menyatakan VBL dan JNS Jadi pemimpin yang Serva Servorum bagi rakyat NTT. Karena seperti yang dikatakan VBL dalam pidatonya awal dilantik jadi Gubernur NTT bahwa Menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur bukanlah tujuan utama kami. Tujuan utama kami adalah mewujudkan panggilan moral spiritual untuk mendukung dan mengangkat masyarakat NTT keluar dari lembah kemiskinan…” Ini pernyataan yang menggelegar saat pidato politk Gubernur Viktor pada 10 September 2018 dihadapan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi NTT, kata Kosmas Lana.

Untuk menggapai panggilan moral VBL-JNS, sambung Kosmas, sudah tentu semua sektor wajib berkolaborasi, berbenah diri, dan bekerja dengan lompatan-lompatan besar dan terobosan baru yang inovatif. Kita tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama dan biasa-biasa saja. Tapi kita harus merubah pola pikir (mindsheet) dan pola tindak yang out of the box.

VBL-JNS yakin, dengen keterlibatan semua pihak dan kerja keras, semua stakeholders terkait maka mimpi ‘NTT Sejahtera’ akan terwujud. Sebagaimana dikatakan Guberbur Viktor bahwa Kita harus berjuang (bekerja, red) secara sungguh-sungguh. Sebab target kita adalah kehormatan. Dan kehormatan itu hanya bisa digapai dengan pengorbanan semua pihak.

Sebagai pemimpin yang lahir dari ‘rahim kemiskinan’, kutip Kosmas, Gubernur VBL dan Wagub JNS juga sangat paham tentang kemiskinan. Bagi VBL-JNS kemiskinan itu masalah psikologis. Dan kemiskinan itu menyakitkan karena merendahkan martabat seorang manusia. Kemiskinan akan menimbulkan efek psikologis yang diderita seseorang yakni rendah diri dan terhina.

“Kemiskinan telah menjadi sejarah hidup saya dan pak Josef Nae Soi. Kami pernah merasakan berapa pahit dan getirnya hidup dalam kemiskinan. Kami telah berjuang dan bertarung untuk keluar dari kemiskinan. Karena itu ketika masyarakat NTT telah mempercayakan tampuk kepemimpinan ini ke atas pundak kami maka sudah tibalah saatnya kami menabuh tambur prang melawan kemiskinan. Kami berdua mau menjadi serva servorum bagi masyarakat NTT yang kami cintai,” Kosmas menguntip pernyataakn Gubernur VBL.

Sementara Benyamin Lola menambahkan, tidak terasa waktu dua tahun telah bergulir cepat. Hari ini 5 September 2020 VBL-JNS genap dua tahun menahkodai NTT. Dipastikan dalam tempo dua tahun kepemimpinan ini digunakan masyarakat untuk mengevaluasi vapaian kinerja VBL-JNS. Ada capaian yang cukup siginifikan dan tentu saja  juga ada kegagalan. Akan tetapi ukuran kegagalan dalam sebuah pemerintahan akan dipotret dengan angka-angka capaian yang rigit dan bersifat statistikal.

“Kalau ditanya kenapa prioritas menanam kelor. Kenapa tidak cendana yang sudah dikenal NTT provinsi cendana. Dari usia tanaman kelor satu tahun sudah bisa panen sementara cendana paling cepat 30-40 tahun baru ada hasilnya. Nah, secara ekonomis rakyat kita butuh cepat maju dan berkembang perekonomian mereka. Jika diukur dengan periode kepemimpinan kepala daerah yang hanya 5 tahun maka produk yang dikembangkan untuk percepatan pembangunan ekonomi adalah tanaman umur pendek.  Termasuk dalam kaitannya dengan tanam jagung panen sapi (TJPS),”jelas benyamin. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *