Berbalut AIRMATA di Saat AKHIR Jabatan JERIKO Titip Kunci Program BEDAH RUMAH (*/Catatan Refleksi)

Tampak ibu Welmince Lanna Gadja mendekap dan menangis di pundak Jefri Riwu Kore. Doc. citra-news.com/pkp setda kotakpg

Oleh *) : marthen radja/citra-news.com
Sumber : jems lutu edo/ PKP setda kotakpg

Jefri Riwu Kore: “…Saya yakin ke depan program bedah rumah ini akan menyentuh masyarakat lebih banyak lagi. Prinsipnya jika pemerintah bekerja jujur pasti semua akan bisa terlayani….”

Citra News.Com, KUPANG – MESKI tinggal menghitung hari untuk akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson (JEFRI) R. Riwu Kore, MM., MH, tetap turun menyapa warganya di semua kelurahan se-Kota Kupang.

Ia sekaligus juga  menuntaskan semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak. Khususnya para penerima manfaat program Bedah Rumah dan warga Kota Kupang pada umumnya.

Sedikitnya ada 110 unit rumah yang diprogramkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2022 sudah tuntas diserahterimakan pada akhir Juli lalu.

“Berkat sinergi dengan semua pihak, Pemkot Kupang dapat merealisasikan program Bedah Rumah seratus persen sebelum tahun anggaran selesai,” kata Jefri Riwu Kore dalam sambutannya.

Mantan anggota DPR RI  yang akrab disapa Jeriko juga menyampaikan terima kasih atas informasi, masukan serta dukungan luar biasa dari semua pihak. Sehingga pemerintah dapat menyelesaikan program ini dengan baik.

Niat tulus Jeriko untuk membantu warga masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi agar bernaung dalam sebuah rumah layak huni, berbuah kenyataan.

Seperti lazimnya rumah-rumah lainnya yang sudah dikunjungi, pada akhir Juli lalu Jeriko berkunjung ke rumah yang baru selesai dibedah. Yakni rumah ibu Welmince Lanna Gadja.

Janda lanjut usia (Lansia) yang hanya menopang sisa hidupnya dengan jadi Tukang Urut itu, ia harus bersimbah airmata saat mendekap Jeriko.

Sebagai tanda terima kasihnya ibu Welmince mendekap erat dan berulangkali mencium Jeriko. Ciuman yang bermakna ragam tentunya untuk sang pemimpin yang sudah memberinya rumah layak huni.

Ibu Welmince yang beralamat tinggal di RT.17/ RW.07, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak Kita Kupang, menjadi rumah terakhir yang dibedah dan ditandai dengan serahterima kunci rumah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada para camat, lurah, para dermawan, relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pegiat sosial media, media online, tokoh pemuda dan unsur LPM yang telah membantu pemerintah Kota Kupang mewujudkan program Bedah Rumah.

Wali Kota Kupang yang akrab disapa Jeriko itu mengakui masih banyak warga yang membutuhkan bantuan rumah. Dia meminta maaf kepada masyarakat Kota Kupang karena belum semua masyarakat bisa terbantu oleh program pemerintah ini. Masyarakat diminta untuk tetap bersabar, karena anggaran Pemkot Kupang sangat terbatas. Sehingga bantuan bedah rumah dilaksanakan secara bertahap dengan melihat berbagai prioritas.

Menurutnya, program bantuan bedah rumah yang dilaksanakan Pemkot Kupang ini adalah sebuah program yang dipikirkan secara baik bersama Wakil Walikota Kupang. Dengan harapan teraksesnya masyarakat yang kurang beruntung terhadap kebutuhan pemukiman yang lebih layak, sehat dan aman.

“Saya yakin bahwa ke depan program bedah rumah ini akan menyentuh masyarakat lebih banyak lagi. Prinsipnya jika pemerintah bekerja jujur pasti semua akan bisa terlayani,” ungkap Jeriko.

Marten Bait, Sekretaris RT.17, Kelurahan Manutapen mewakili keluarga Welmince Lanna Gadja menyampaikan, atas nama keluarga dan masyarakat Kelurahan Manutapen mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota Kupang, Camat Alak dan Lurah Manutapen atas perhatiannya melihat salah satu warganya mendapatkan bantuan bedah rumah oleh Pemkot Kupang.

Diakuinya Welmince Lanna Gadja yang ditetapkan sebagai penerima manfaat program bedah rumah adalah pilihan yang tepat sasaran.

“Program bedah rumah ini benar-benar sangat membantu masyarakat kecil. Kami masyarakat RT. 17 tahu betul bagaimana kondisi rumah ini sebelum dibedah oleh pemerintah. Rasanya sulit bagi mama Welmince untuk bisa memperbaiki rumahnya yang sudah rusak sebagian”, ungkapnya.

Hasil penelusuran tim media benar adanya kalau ibu Welmince adalah seorang janda lanjut usia yang berprofesi sebagai tukang urut.

Di rumah kecil dan tak layak huni itu dia tinggal bersama dengan anak serta cucunya. Sebelum dibedah kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan. Rumah kecil yang telah rusak karena terdampak badai siklon tropis seroja beberapa waktu lalu itu nyaris tak dilengkapi dengan kamar tidur.

Menurut Marten bantuan bedah rumah ini telah membalikkan situasi keluarga kecil ini untuk percaya bahwa ada harapan lewat program pemerintah Kota Kupang. Mereka akan terus mendukung seluruh program pemerintah dan berharap program seperti bedah rumah tetap berjalan di masa-masa yang akan datang.

Mengutip siaran pers bagian Protokol dn Komunikasi Pimpinan (PKP) Setda Kota Kupang, bahwa rumah ibu Welmince adalah rumah yang ke-110 unit dari Program Bedah Rumah Pemkot Kupang tahun 2022.

Sebelumnya selama dua hari berturut-turut Jeriko mengunjungi 7 (tujuh) keluarga penerima manfaat bedah rumah di kelurahan yang berbeda. Tapi tidak bedanya semua penerima manfaat pasti menitikan air mata.

Diawali dengan penyerahan kunci rumah milik janda Novi Ari Tiga di RT. 15/RW. 05, Kelurahan Manulai 2. Selanjutnya rombongan menuju kediaman janda Lodia Manikari di RT. 01/RW.01, Kelurahan Bakunase 2. Kemudian ke rumah Bapak Timoti Bire di RT. 14/ RW.04, Kelurahan Bakunase. Penyerahan hari itu, Kamis (28/7) berakhir di rumah Daniel David Adulenggu di RT.07/RW. 03, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo.

Di hari berikutnya, Jumat (29/07), Walikota Kupang bersama rombongan bergerak menuju Kelurahan Belo tepatnya di RT.18/RW.05, di rumah milik Habel Natun yang bekerja sebagai sopir.

Kemudian menuju rumah milik seorang tukang parkir, Benyamin Ahuluheluw di RT.04/RW.02, Kelurahan Naikoten I.

Terakhir Wali Kota menyerahkan kunci rumah kepada Bapak Samuel Bunda yang bekerja sebagai nelayan, di RT.11/RW. 04, Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama.

Serah terima kunci rumah kepada para penerima manfaat program Bedah Rumah Pemkot Kupang kali ini, merupakan akhir dari tapak jejak perjalanan Jeriko sebagai Wali Kota Kupang periode 2017-2022.

Tapak jejak JERIKO ini hampir pasti akan terus membekas di hati para penerima manfaat program Bedah Rumah.

Bekas torehan itu kiranya nanti dapat bersulang harapan untuk bisa melabuhkan pilihan pada sosok JERIKO. Jika saja Jefri Riwu Kore harus maju bertarung di panggung politik Pilkada Kota Kupang tahun 2024. Semoga !  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.