Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Kain TENUN Bendera MERAH PUTIH 100 Meter LAHIR dari Rahim NEGERI di Timur Matahari (*Part 1)

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy
CitraNews

*) Oleh : marthen radja

NAZIR Abdullah, Kepala Dinas Peindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat diwawancarai di bilangan Jl W.J Lalamentik Kota Kupang. Doc. marthen radja/citra-news.com

Kain Tenun Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter, ia tercipta berkat modal nekat dari anak-anak negeri yang terlahir dari rahim ALOR- Negeri di Timur Matahari

Citra News.Com, KALABAHI – JANGAN pernah bertanya apa yang negara berikan untuk kamu. Tapi bertanyalah apa yang kamu sudah perbuatkan untuk negaramu.

Baca Juga :  WARGA Negara DIINGATKAN Untuk MEMATUHI Aturan dan Prosedur KEIMIGRASIAN

Adagium klasik ini diejawantahkan oleh Kelompok Tenun Ikat Ema-ema (mama-mama, red) binaan Ibu pendeta (Pdt) Liem Pekae.

Hebatnya inovasi ini terlahir dari sebuah peradaban baru tapi naturalis. Karena peralatan tenun bukannya dari mesin tenin melainkan Alat Gedongan yang terbuat dari kayu-kayu hasil kandungan alam Desa Ternate di Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :  Wisata Kebangsaan Warnai SOEKARNO MOON di Ende

Tak terbayangkan meski dengan peralatan sederhana nan tradisional tapi dalam tempo dua minggu saja sudah kelar. Hasilnya terukur dengan panjang 100 meter.

“Pada Hari Ulang Tahun ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) kain tenun Bendera Merah Putih akan membentangi podium upacara bendera di Istana Negara Jakarta. Bisa saya katakan kain tenunan seperti ini hanya terlahir dari sebuah “ide gila”. Tapi alhamdulilah berkat itu datang dari Yang Maha Kuasa dan turun ke akal budi mama-mama Desa Ternate. Sebuah desa terpencil namun kaya akan inonasi-inovasi” ungkap NAZIR Abdullah.