SISWA di 18 Kabupaten se-NTT BELUM 100 Persen UNBK

Prof. Willy : Masih ada banyak siswa NTT mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang. Semua elemen masyarakat harus peduli dengan upaya-upaya melakukan terobosan-terobosan baru.

Kupang, citra-news.com – PELAKSANAAN Ujian Nasional Berbasis Komputer Sekolah Menengah Kejuruan (UNBK SMK) sudah berakhir  pada tanggal 28 Maret 2019. Sementara dilanjutkan UNBK SMA/MA (Madrasah Aliyah) yang pelaksanaannya terjadwal selama 4 hari. Yakni tanggal 1, 2, 4, dan 8 April 2019.

Dan segera menyusul UN tingkat SMP/MTs khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Provinsi Papua Barat UN SMP/MTs dilaksanakan tanggal 23,24,25, dan 27 April 2019. Sementara provinsi lainnya UNBK SMP/MTs terjadwal tanggal 22-26 April 2019.

“Kita sudah selesaikan UNBK untuk SMK. Semua sekolah terlaksana secara baik. Meskipun di beberapa SMK ada trouble (gangguan) terkait jaringan. Namun segera diatasi.  Jadi tidak ada siswa yang ikut ujian susulan karena kendala teknis, kecuali karena alasan siswa sakit,”  jelas Drs. Aloysius Min di ruang kerjanya Jumat, 29 Maret 2019.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT itu mengatakan, kendala teknis yang terjadi saat UNBK merupakan hal biasa bagi Provinsi NTT yang berwilayah kepulauan ini. Namun kendala teknis terkait jaringan mampu diatasi seketika sehingga tidak menjadi persoalan serius.

Tidak berbeda dengan UN (Ujian Nasiona) tahun-tahun sebelumnya, untuk pelaksanaan Ujian UN pada tahun 2019 (tahun ajaran/TA 2018-19) di Provinsi NTT, tegas Alo, belum 100 persen sekolah yang melaksanakan UNBK. Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya peralatan komputer. Selain itu juga soal teknis menyangkut jaringan listrik atau jaringan Telkom.

Khusus UN untuk semua tingkatan pendidikan (SMP-SMA/SMK) pada tahun ajaran 2018/2019 se-Provinsi NTT, kata Alo, belum semua sekolah 100 persen  UNBK. Baru ada 4 kabupaten di Provisi NTT yang SMA/SMK-nya sudah 100 persen UNBK. Yaitu Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Sementara kabupaten lainnya pelaksanaan UNBK SMK sudah 100 persen yakni Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Rote Nao, Manggarai, Manggarai Barat, Sikka, dan Kabupaten Alor. Khususnya UNBK SMA di 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT semuanya BELUM 100 persen.

“Namun perbandingan UNBK tahun 2019 (TA 2018/2019) mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingan dengan UNBK tahun 2018 (TA 2017/2018). “Jika dihitung prosentasenya maka angka kenaikan UNBK dari tahun sebelumnya (2018) cukup signifikan untuk UNBK tahun 2019. Dalam mana UNBK SMA dari 36,34 persen menjadi 72,32 persen. UNBK SMK dari 30,16 persen menjadi 82,44 persen. Dan UNBK SMP/MTs dari 11,61 persen menjadi 18,72 persen,”jelas Alo.

Terkait sekolah-sekolah di NTT belum 100 persen UNBK, Prof Willy Toisuta pada kesempatan terpisah menyatakan, UNBK dengan system komputerisasi adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang tidak bisa ditolak.

“UNBK adalah suatu challenge atau tantangan yang luar biasa. Tetapi itu juga merupakan kesempatan yang sangat besar bagi NTT untuk mulai membuktikan kemampuannya. Saya kira selama ini dilatih dengan baik maka orang NTT juga BISA,” tegas Prof. Willy saat ditemui di Kantor Dinas P dan K Provinsi NTT, Senin 25 Maret 2019.

Lebih jauh Prof Willy menjelaskan, ada keuntungan-keuntungan dari UNBK dengan system komputerisasi ini. Jika para siswa-siswi ini tidak dibekali dalam bidang komputerisasi, maka jika dia masuk dalam dunia kerja dia tidak akan bisa bekerja. Oleh karena itu kita harus menerima kenyataan ini.

“Sebuah kenyataan yang diperlukan upaya-upaya solutif dari semua elemen masyarakat. Bahwa masih ada banyak sekolah di NTT yang ujian nasional masih menggunakan kertas pensil (UNKP), itu fakta. Akan tetapi kita tidak bisa diam. Kita semua harus peduli karena pendidikan tanggung jawab kita bersama. Ke depan kita kita punya upaya-upaya agar suatu saat bisa 100 persen UNBK. Kita harus bisa membuktikan bahwa NTT juga bisa,”tandasnya.

Tidak Ada Siswa SMK Ujian Susulan

Jumlah siswa peserta UN tahun 2019 dengan masing-masing tingkat satuan pendidikan, beber Alo, siswa SMK UNBK sebanyak 21.481 dan UNKP sebanyak 1.234. Jumlah Siswa SMA UNBK sebanyak 50.918 orang dan UNKP sebanyak 12.723 orang.

“Khusus UNBK SMK di Provinsi NTT berjalan lancar. Semenjak hari pertama pelaksanaan yakni 25 Maret 2019 ujian berjalan lancar . Walaupun ada kendala namun tidak terlalu berarti. Kendala tersebut telah diselesaikan dengan segera oleh pihak sekolah. Tidak ada siswa yang mengikuti ujian susulan karena kendala teknis kecuali siswa yang sakit,”kata Alo.

Secara teknis pelaksanaan UNBK SMK dilakukan dalam tiga sesi . Untuk Kota Kupang  selama 4 hari berjalan lancar. Kabupaten Kupang hanya satu sekolah yang menemui kendala teknis. Yakni SMKN Amarasi Barat yang menumpang di SMAN 1 Amarasi Barat, pada sesi 1 sinyal tiba-tiba hilang. Tapi setelah kepala sekolah dan teknisi menghubungi Help Desak (HD) Provinsi. Saat itu juga menghubungi Telkomsel pusat untuk penanggulangan sinyal. Sehingga sei 1 baru terlaksana pada pukul 10.00 Wita.

Di kabupaten TTU hanya SMKN Clarent alami trouble di sesi 1 namun segera diatasi. Di Kabupaten Alor pada SMKN Malaipea. Server mengalami bitlocker padahal siswa sudah sempat lodging. Solusinya ganti VHD baru dan ajukan ‘token transfer respon’ ke pusat sehingga bisa login siswa bisa lanjutkan kembali.

Untuk Kabupaten Manggarai pada SMK Bina Kusuma, lanjut Alo, server utama motherboad’ pada sesi 1 jebol. Sehingga VHD pada server utama dipindahkan ke server cadangan. Lalu HD Provinsi lakukan unlock SN dan unlock sinkron sehingga server cadangan bisa kembali sinkron. Sekolah lainnya yakni SMK Kesehatan Indonesia Timur, server utama mengalami hardening dan virtual corupt, lalu dipakai server cadangan pinjaman dan digunakan vackup vhd hari H3. Oleh sekolah, meminta penambahan sesi dari sesi 2 pindah ke sesi 4.

Di Kabupaten Manggarai Timur pada SMK Cinta Damai, server stanby kuning pada sesi 1. Namun oleh HD provinsi dilakukan unlock SN  sehingga server aktif kembali untuk melaksanakan sesi 1. Untuk Kabupaten Malaka sesi 1 sampai 3 aman. Hanya kendala pada pemadaman listrik. itu terjadi di SMKN Sasitamean sehingga sesi 3 memulainya agak terlambat. “Jadi untuk sementara UNBK SMK tidak mengalami kendala yang berarti. Adanya trouble  telah tertangani secara baik. Kendala teknis bisa diatasi dan tidak ada siswa yang ikut ujian susulan karena kendala teknis, kecuali siswa sakit. UNBK SMA juga diharapkan demikian meskipun terjadwal UN Susulan pada tanggal 15-16 April2019,”jelas Alo. +++  marthen/citra-news.com

Gambar : Drs. Aloysius Min, Sekretaris Dinas P dan K Provinsi NTT di ruang kerjanya Gedung I.H Doko Jl. Soeharto Naikoten I Kupang Timor- NTT

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *