Menjadikan PARTAI BERKARYA The Best di Indonesia

Setelah gigih berjuang melalui tahapan pra syarat ketat KPU RI di momentum verifikasi administrasi (VA) dan verifikasi factual (VF), akhirnya Partai Berkarya dinyatakan Lolos dan menjadi salah satu Partai Politik (Parpol) di kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dalam mana Partai Berkarya ada di nomor urut Parpol ‘7’-TUJUH  itu diyakini angka sakral. Karena jika dianalogikan maka ada 7 (tujuh) hari dalam satu pekan yang menandai kekaryaan manusia dalam kehidupan sosialnya.  

 

Kupang, citranews.com – LILI MEKO, Koordinator Pendampingan Daerah Pemilihan (Kodampil) Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi dua srikandi pengurus DPP Partai Berkarya pada Kamis 24 April 2018 menjejaki kaki di Kota Kupang ibukota Provinsi NTT.

Kedatangan tiga srikandi DPP Partai Berkarya (PB) ini sudah tentu memberi angin segar bagi simpatisan Partai Berkarya di NTT. Namun sekaligus juga menantang pengurus mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC, hingga DPRT/DPRW untuk terus berjuangan dan berjuang terus mengagitasi massa hingga menjadikan Partai Berkarya ‘The Best’ (terbaik) di Indonesia.

“Pesan dari pak Tommy Soeharto, mari kita sama-sama berjuang untuk menjadikan Partai Berkarya ini the best di Indonesia,”ungkap Lili Meko dalam pertemuan dan Silaturahmi DPP dengan Pengurus DPW Parai Berkarya di Sekretariat DPW Partai Berkarya NTT di Kupang, Kamis 24 April 2018.

Bagaimana model dan intrik perjuangan yang dimaksud? Kuncinya demikian Lili, kerja keras, kerja bersama, dan kerja tuntas, serta konsolidasi inter dan antar pengurus dan konsolidasi ekternal dengan anggota partai di lintas kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut srikandi asal Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara itu, kerikil tajam dan riak-riak kecil di dalam sebuah organisasi adalah bagian dari kecintaannya terhadap partai. Kebersamaan dan kekompakan itu yang perlu kita jaga bersama. Jika dari dalam tubuh organisasi tersemaikan soliditas dan benih-benih kekompakan, niscaya Partai Berkarya akan kokoh dan kuat serta berkembang maju.

Dalam forum pertemuan resmi itu semua pengurus menyampaikan isi hati berdasarkan bacaan nurani masing-masing. Dan pertemuan menjadi alot ketika beberapa pengurus memantiknya dengan dinamisasi yang saling memojokkan antar pengurus partai.

“Silahkan saja semua anggota diberi ruang untuk secara terbuka berbicara menyampaikan unek-uneknya. Biar semuanya plong. Asal saja tidak sepadankan dengan permasalahan-permasalahan pribadi,”pinta Lili.

Namun hal yang mengganjal hati, demikian pendapat beberapa pengurus DPW Partai Berkarya (PB) NTT, yang sudah bekerja ekstra menggiring Partai Berkarya ini lolos di dua fakta Verifikasi Administrasi dan Verifikasi Faktual,  kalau hari-hari belakangan sudah dilakukan pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) terutama Bacaleg di tingkat pusat dan provinsi NTT, oleh oknum-oknum yang diduga adalah pengurus DPW PB NTT.

Soal lain yang juga mengemuka hari itu, dari pertanyaan Wakil Ketua Pelaksana Harian DPW PB NTT,  Imanuel Meok adalah soal  SK ‘kurus’ yang konon dibuat Ketua DPW PB NTT, Jan O.Benyamin. “SK kurus itu dibuat kapan dan tujuannya apa. Kami tidak tahu. Karena dari postingan isi WAG kalau sudah ada Bacaleg yang mendaftar. Lho kapan itu ada pembentukan tim 7 sesuai aturan di dalam  PO. Kalau itu dilakukan sepihak oleh SK kurus tadi yang nota bena banyak pengurus DPW PB NTT tidak tahu darimana keanggotaan berasal, itu yang jadi soal. Masih ada banyak hal lain yang tidak beres ibu Kodapil,”tegas Meok.

Membuka tabir dengan pertanyaan-pertanyaan sang Wakil Ketua Pelaksana Harian, Imanuel Meok itu, mulai mengelinding bak bola api dengan sejumlah tanggapan yang menohok. Tidak terkecuali sang Ketua DPW PB NTT, Jan O. Benyamin.

Memandang alotnya pertemuan itu, Lili Meko memutuskan untuk rapat dilanjutkan pada keesokan harinya (Jumat, 27 April 2018). +++cnc1

 

Gambar : Kodapil Sulawesi-Maluku-Papua-Bali-NTT, Lili Meko (ke-5 dari kiri) pose bersama Pengurus DPW Partai Berkarya Provinsi Nusa Tenggara Timur di Sekretariat DPW PB NTT, Kamis 26 April 2018. (doc.marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *