NUTRISI 1 Mangkok KELOR Sama Dengan 7 Mangkok SUSU

Julie Laiskodat : Tim Penggerak PKK Provinsi NTT akan berkolaborasi dengan dinas/instansi terkait untuk pengembangan Kelor (Marungga) secara massif hingga ke desa-desa. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka gizi buruk di masyarakat NTT.

Kupang, citra-news.com – TERNYATA masyarakat belum banyak yang tahu kalau kandungan nutrisi yang ada pada tanaman Kelor (Marungga) lebih tinggi dari sayuran dan buah-buahan apapun. Karenanya Tim Penggerak  PKK  NTT siap mendukung Tekad Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan JOSEF Adrianus Nae Soi untuk membudidaya tanaman kelor (Marungga).

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Nusa Tenggara Timur (TP PKK NTT), JULIE Sutrisno Laiskodat mengatakan, hasil penelitian membuktikan dari segi kandungan nutrisi perbandingannya dalam 1 (satu) mangkok Kelor sama dengan 7 (tujuh) mangkok susu. Sementara dari segi kualitas, Kelor NTT – Indonesia  berkualitas terbaik kedua di dunia setelah Spanyol. Dan NTT memang daerah potensi untuk pengembangan tanaman kelor.

“Dari fakta potensial ini harusnya tidak boleh lagi ada gizi buruk di masyarakat NTT. Karena itu kami akan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk pengembangannya. PKK juga berkomitmen mensukseskan program Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2023 terutama dalam mengembangkan kelor atau marungga di desa-desa,”jelas Julie.

Seperti dirilis Aven Reme, staf Biro Humas Setda NTT, pernyataan Ketua Tim PKK Provinsi NTT ini dalam sambutannya pada acara pembukaan Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT (Rujab) di bilangan Jalan El Tari Kupang, Selasa, 18 September 2018.

Berkaitan dengan cara (pola) kerja PKK, Julie berharap, tidak boleh lagi dari atas ke bawah (top down). Tapi harus dari bawah ke atas (bottom up). Dan kami dari Tim Penggerak PKK dari provinsi akan turun langsung ke desa-desa. Karena disanalan menjadi ujung tombak keberhasilan pelaksanaan program PKK.

Sementara Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. JOSEF A, Nae Soi, MM dalam sambutannya mengharapkan agar aktivitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terus digiatkan dan didayagunakan. “Para kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader Posyandu mesti menghidupkan kembali aktivitas Posyandu di seluruh wilayah provinsi ini. Agar masyarakat NTT semakin cerdas dan sehat serta dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak,”kata Josef.

Sebagai kader khusus PKK dan Posyandu, lanjut dia, tidak hanya dihadapkan pada persoalan kesehatan dan keluarga berencana (KB). Tapi juga harus terlibat dalam sosialisasi gizi buruk, pemberian makanan tambahan, pendidikan, dan persoalan ekonomi masyarakat. Baikdalam wadah perkoperasian maupun kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kegiatan lainnya.

“Kita tidak miskin. Kita tidak bodoh. Yang kita miskin adalah aksesibilitas. Kader Posyandi dan Kader PKK hendaknya menjadi pioneer dlam mensejahterakan masyarakat di desa. Posyandu mesti menjadi central kesehatan masyarakat,”tegasnya.

Wagub Josef juga berharap agar Jambore Kader PKK dan Posyandu dapat memberikan semangat baru buat para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penguatan peran posyandu dalam menekan angka kematian ibu dan anak setelah melahirkan merupakan salah satu program pemerintah Provinsi  NTT untuk 5 (lima) tahun ke depan.

Pada kesempatan itu Wagub Josef juga berterima kasih kepada ibu-ibu yang dengan rela tanpa pamrih berjuang untuk membantu masyarakat kita di NTT. Kegiatan ini hendaknya menjadi ajang sharing antar kader untuk memperkaya pengetahuan sekaligus meningkatkan kinerja  Posyandu masing-masing.

“Saya minta perangkat daerah untuk bekerjasama.melakukan interaksi dan interelasi dengan PKK dalam mensukseskan program dan kegaiatan,”pungkasnya.

Jalin Persahabatan dan Pertukaran Informasi Antara Kader

Ketua Panitia Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK tingkat Provinsi NTT, dr. Dominikus Minggu Mere mengatakan, kegiatan Jambore ini merupakan bentuk pembinaan dan pemberian motivasi secara berjenjang. Para kader yang terlibat adalah Kader Berprestasi di tingkat kabupaten/kota.

Menurutnya, menjadi thema adalah Meningkatkan Profesionalitas Kader Untuk Mendukung Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga. Diikuti oleh 352 peserta dari 22 kabupaten/kota, minus Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Beberapa kegiatan pendukung diantaranya Parade Budaya Flobamorata; Lomba Program dan Lomba Gembira; Pengobatan gratis; dan Diskusi Panel yang menghadirkan pakar kelor dari Bandung dan Yogyakarta.

“Tujuan Jambore ini adalah menjalin persahabatan kader antar daerah dalam semangat pertukaran informasi dan pengalaman.  Juga untuk menyeleksi kader terbaik yang mewakili NTT di Jambore tingkat nasional,”kata Mere.

Hadir pada kegiatan akbar ini selain Ketua TP PKK, juga hadir unsure Forkompinda NTT, Kepala BKKBN NTT, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT dan ketua TP PKK Kabupaten/kota se-NTT. pers. serta undangan lainnya.  +++ cnc1/aven reme-humasntt

Gambar : Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan Piagam Penghargaan kepada Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.Si pada acara Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK Tingkat Provinsi NTT, di Kupang Selasa, 18 September 2018

Foto : doc. CNC/aven reme -biro humas NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *