Bupati ROBY Diminta STOP Bicara NGAWUR Sekadar PENCITRAAN

Siflan Angi : “…Bupati minta akomodir dana Rp 76 miliar untuk bangun air bersih? Saya rasa geli. Seolah-olah ada uang tapi DPRD Kabupaten Sikka TIDAK setuju. Emang-nya akomodir angin apa? Tidak ada uang koq, bicara ngawur sekadar pencitraan saja. Stop sudah…”

Maumere, citra-news.com – BELUM sebulan duduk di kursi Bupati, ROBY Idong sudah melakukan beberapa gebrakan. Masyarakat Kabupaten Sikka khususnya berbangga akan kebijakan Bupati Fransiskus Roberto Diogo atau akrab disapa ROBY Idong ini.

Paling tidak dalam 100 hari kerja, terhitung sejak dilantik 20 September 2018, beberapa upaya kerja nyata sudah dibuktikan oleh Bupati ROBY dan Wakilnya ROMANUS. Selain mengalokasikan anggaran sebesar Rp 76 miliar untuk merevitalisasi pembangunan air bersih di Kabupaten Sikka. Juga menggratiskan pedagang masuk berjualan di Pasar Alok.

Pasangan dengan tagline ROMA dari tiga pasangan kontestasi Pilkada Serentak 27 Juni 2018 ini ingin memberi bukti dari janji-janji mereka saat kampanye. Terungkap fakta diantaranya, Merubah status Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi PPT (Pasar Pagi Terbatas); Menggratiskan pedagang masuk berjualan di Pasar Alok alias tanpa memungut bea. Juga merevitalisasi pembangunan air bersih dan kelistrikan di Kabupaten Sikka; Serta Mere-design drainase di beberapa titik genangan sampah di seputar Kota Maumere.

Sayangnya beberapa kebijakan Bupati ROBY Idong ini dipandang sebagai ‘besar pasak daripada tiang’. Betapa tidak? Menurut salah satu anggota DPRD Kabupaten Sikka, SIFLAN ANGI, bahwa sebuah kebijakan jika tidak ditopang dengan dana yang cukup maka hasilnya sia-sia. Contohnya kebutuhan dana untuk membangun air bersih senilai Rp 76 miliar itu.

“Bupati minta akomodir dana Rp 76 miliar untuk bangun air bersih? Saya rasa geli. Seolah-olah ada uang tapi DPRD Kabupaten Sikka TIDAK setuju. Padahal sesungguhnya uang tidak ada,”tulis Siflan dalam content WhatsApp yang diterima citra-news.com, Sabtu 6 Oktober 2018.

SIFLAN yang juga Ketua Fraksi NASDEM di DPRD Kabupaten Sikka itu membeberkan, APBD Kabupaten Sikka setiap tahun sangat kurang jika focus membangun hal-hal yang erat kaitannya dengan janji-janji kampanye mereka sebelumnya.

“Untuk biaya operasional PDAM termasuk gaji karyawan senilai Rp 76 miliar itu, terus Bupati bicara DPRD harus akomodir? Bicara asal bunyi saja. Emang-nya akomodir angin apa? Tidak ada uang koq bicara ngawur hanya untuk pencitraan saja. Iya stop sudah. Pilkada sudah selesai,”ungkap anggota Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kabupaten Sikka itu.

Menurut Siflan, kebijakan Bupati Roby Idong untuk beberapa hal dalam program 100 hari kerja pasca dilantik 20 September 2018 lalu, adalah kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan main. Membuktikan janji-janji kampanye adalah baik namun harus dibarengi dengan kemampuan dana APBD Kabupaten Sikka. Jangan tidak ada uang di APBD lalu larinya ke DPRD. Seolah-olah DPRD tidak setuju. Itu ngawur namanya.

Lebih jauh, tulis dia, prinsip saya (Siflan) sekarang saatnya DPRD dan pemerintah saling bergandengan tangan untuk membangun Nian Tanah Sikka. Agar hari ini lebih baik dari kemarin. Dan kondisi pembangunan ekonomi masyarakat di hari esok harus lebih baik dari hari ini. Lalu bagaimana caranya agar kontinuitas pembangunan terus berjalan sesuai relnya? Iya berdayakan beberapa potensi yang bisa mendongkrak PAD.

Ini bicara ngawur saja dan faktanya NOL besar.  Baru pimpin belum sebulan sudah menampakan langkah awal yang tidak bagus, kritik Siflan. Dia mencontohkan, merubah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi Pasar Pagi Terbatas (PPT) dengan alasan pendekatan pelayanan. Memangnya Pasar Tingkat Maumere dan Pasar Alok jauh diluar kota?

Saya menganggap ngawur terobosan yang dibuat Bupati Roby Idong. Tidak ada urgensinya. Koq bisa bebaskan retribusi masuk pasar Alok? Lalu dari mana sumber untuk menambah pundi-pundi PAD? Selama ini sudah bagus dan sangat menunjang PAD Sikka. Dengan pengawasan setiap harinya oleh Pol PP penghasilan sehari sekitar Rp 3-4 juta. Nah, kalau dikalikan 1 bulan kali satu tahun maka bisa meraup Rp 1 miliar lebih.

Tapi sekarang Bupati Roby Idong buat kebijakan bebas retribusi masuk pasar Alok kecuali parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Terobosan ini dia lakukan  hanya untuk penuhi janji saat kampanye.

Jika hanya berharap bea parkir saja, tambah dia,  maka hanya sekitar 250-300 ribu perhari. Dari angka ini jika dikalikan sebulan kali setahun maka pendapatan hanya sekitar Rp 90-an juta saja. Lucu bukan?

Belum lagi kondisi pasar yang sebelumnya sudah tertata apik, saat ini jadinya amburadul dan semrawut oleh ulah pedagang yang berdatangan tanpa dibendung lagi. Itu karena bebas masuk berjualan dan bebas retribusi alias gratis. Ini kebijakan yang sangat konyol. Misinya sangat wah tapi realisasi? Itu yang saya sedih.

Seperti diberitakan citra-news.com sebelumnya, pada Jumat 28 September 2018 Bupati Roby Idong dan beberapa pejabat teras Setda Kabupaten Sikka  menggelar acara Launching TPI (Tempat Pendaratan Ikan) jadi PPT (Pasar PagiTerbatas).

“Mulai hari ini warga boleh berjualan atau berbelanja apa saja disini. Mulai hari ini juga aktivitas pasar dibatasi oleh waktu. Aktivitas pasar dilakukan pada pukul 6 hingga pukul 9 atau pukul 10 pagi pada hari Minggu. Di luar dari jam-jam itu tidak ada lagi aktivitas jual beli di arena TPI,”tegas Roby dalam sambutannya.

Dia menambahkan, terobosan ini kami (Bupati Roby dan Wakil Bupati Romanus) lakukan karena tuntutan dari kebutuhan masyarakat. Sehingga harus dilakukan penataan kembali area yang ada, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.  Upaya penataan ini juga demi kebaikan kita bersama. Karena kota yang bersih dan indah akan menyisakan kenangan tersendiri, ungkap Roby.

PDAM Data Potensi Bappelitbang Hitung Kebutuhan Dana

Sementara pada hari Selasa dan Rabu tanggal 2 dan 3 Oktober Bupati Roby Idong berdiskusi dengan petinggi PT PLN Wilayah Flores Bagian Timur. Pihak PLN berkomitmen akan membangun jaringan kelistrikan di wilayah kepulauan Teluk Maumere dan desa-desa yang belum terlayani listrik.

Juga pertemuan serupa dilanjutkan pada hari berikutnya yakni dengan pihak PDAM. Dalam pertemuan itu Bupati Roby meminta pihak PDAM untuk mendata semua potensi mata air yang ada.  Mempelajari segala kesulitan dan tantangan lalu membangun system pompanisasi yang bagus.

“Kami ingin mengoptimalkan semua potensi yang ada dan dimiliki rakyat. Baik sumber air tanah (sumur pompa) maupun sumber air permukaan dari beberapa sumber mata air yang ada di seluruh wilayah Nian Tana Sikka. Mau mata air yang ada dari tebing, atau dari sungai, atau air hujan kita optimalkan pemanfaatannya. Bila tidak ada mata air lagi maka air laut jadi alternative nanti kita sentuh dengan teknologi, iya jadi air bersih sudah. Yang terpenting masyarakat jangan susah air,”jelas Roby

Frans Laka dalam laporannya menjelaskan, data pelanggan SR IKK dan BNA saat ini sebanyak 15.103 pelanggan. Dari jumlah SR yang ada sebanyak 9.125 pelanggan ada di wilayah Kota Maumere. Sumber air yang terpasang berasal dari mata air jernih juga sungai dan air tanah melalui sumur bor.

Sementara kondisi mesin dalam keadaan baik namun sering mengalami kesulitan perbaikan pipa manakala mesin macet. Untuk pelanggan, lanjut Frans, pembayaran iuran bulanan tidak lancar sehingga perbaikan peralatan tidak bisa dilakukan segera.

Menjawab keluhan Frans, Bupati ROBY meminta Bappelitbang menghitung dana yang bisa dipakai untuk pemasangan gratis bagi 40.000 SR yang terdata. Dengan menggunakan rumusan yang dipakai oleh PDAM. Untuk pemasangan 40.000 SR dibutuhkan dana sekitar Rp 76 miliar.

“Kami optimis penyediaan dana berjumlah sekitar Rp 76 miliar ini akan didukung oleh DPRD Sikka. Dan Pemerintah tentunya harus meminta restu dari anggota DPRD Sikka untuk penggunaan dana ini. Namun saya percaya segenap anggota DPRD Sikka yang terhormat pasti juga punya kerinduan yang sama untuk bersama-sama dengan pemerintah membantu rakyat keluar dari soal kronis yang turun-temurun dari periode ke periode ini,”ungkap Roby. +++ cnc 1

Gambar : SIFLAN ANGI, Anggota DPRD Kabupaten Sikka, saat menghadiri acara Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Terpilih, ROBY Idong dan ROMANUS Woga, di Gedung Sasando, Jl. El Tari Kota Kupang, Kamis 20 September 2018 .

Foto : doc.CNC/marthin radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *