OPTIMIS Pelaksanaan UNBK Aman Kecuali ‘Force Major’

Melaksanakan ujian ulang atau ujian susulan karena masalah force major sangat berpengaruh pada psikologi siswa peserta UNBK. Cara antisipasinya?

Kupang, citra-news.com – PARA SISWA kelas akhir di semua tingkatan satuan pendidikan, sejatinya telah mempersiapkan diri secara baik dalam menghadapi ujian akhir nasional atau ujian nasional (UAN/UN). Terutama siswa sekolah menengah (SMP dan SMA/SMK) yang harus berhadapan dengan dua peristiwa ujian yang berstandar nasional. Yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (USBN dan UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Benyamin Lola, M.Pd melalui Sekretaris Dinas, Drs. Aloysius Min mengatakan, system pendidikan nasional saat ini mengedepankan mutu. Dalam visi menuju mutu maka terus dilakukan pembenahan system termasuk sy stem ujian dimaksud.

Menurut Alo, pelaksanaan UN di tahun ajaran 2018-2019 pemerintah pusat menuntut harus 100 persen UNBK. Selain menguntungkan dalam banyak hal, juga di era kemajuan lmu pengetahuan dan teknologi (IT) saat ini sekaligus melatih siswa untuk mengenal dunia IT dan mengoperasikannya secara benar.

“Tentunya tuntutan ini sudah melalui kajian mendalam oleh para akademisi yang mumpuni. Sesungguhnya ada keuntungan yang ditampuk dari tuntutan ini adalah menekan biaya. Iya dengan biaya murah dan yang pasti tidak  perlu biaya cetak soal ujian.  Pendistribusiannya dan murah biaya pengawas,”jelas Alo saat ditemui citra-news.com di ruang kerjanya Gedung I.H Doko di bilangan Jl. Soeharto Naikoten 2 Kupang NTT, Senin, 18 Maret 2019. .

Meski tuntutan yang sifatnya test case dari pemerintah pusat ini akan tetapi hampir semua sekolah menengah di Indonesia dengan 100 persen UNBK. Kalau yang tendaftar jadi peserta UNBK sudah semua sekolah, kata  Alo. Akan tetapi pelaksanaannya belum 100 persen. Karena  sebagiannya masih melakukan UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil).

Menyoal pelaksanaan UNBK di Provinsi NTT, Alo mengakui sudah banyak sekolah yang mendaftar jadi peserta UNBK 2019. Ada beberapa sekolah yang UNKP. “Kami sangat optimis kalau UNBK kali bisa terlaksana lebih aman dan nyaman. Laporan tertulis dari banyak  sekolah menyatakan kesiapan peralatan komputer, server dan lainnya sudah ready. Bahkan berkali-kali dikakukan uji coba iya dalam konndisi baik. Demikian juga kesiapan siswanya.”

Seperti diberitakan citra-news.com sebelumnya, Alo mengatakan, guna menjawabi kekurangan peralatan komputer di sekolah penyelenggara dilakukan sharing alat baik antar sekolah setingkat atau tidak setingkat dalam kabupaten/kota. Bahkan share alat antar kabupaten/kota.  Karena berbeda jadwal bisa sharing antara SMA dengan SMK atau dengan SMP.

“Untuk menjawab kekurangan peralatan bagi kita di NTT ada spesifikasinya. Yakni dengan UNBK system Off Line atau UNKP. Pertimbanganya, ada komputer namun kurang daya listrik atau  bahkan tidak ada jaringan listrik. Kemudian karena kondisi geografis yang berpengaruh pada aksesibilias mobilisasi peralatan,”jelas Alo saat ditemui di ruang kerrjanya Rabu, 6 Pebruari 2019.

Sementara jumlah siswa, sebut Alo, untuk UNBK SMK sebanyak 21.481 orang dan UNKP 2.534 orang. SMA sebanyak 50.818         orang (UNBK) dan UNKP sebanyak 12.723 orang. Sedangkan SMP untuk UNBK sebayak 32.9 orang. Jadwal   UNBK siswa SMK tanggal 25-28 Maret  dan SMA pada tanggal 1-8 April 2019. Untuk siswaSMP tanggaal 24-28 April 2019.

Pelaksanaan UNBK juga menggunakan system SIFT, tergantung jumlah siswanya. Dalam pengoperasian peralatan sudah ada Proktor (penjaga server) yang jua sudah terlatih. Juga ada Help Desk yang tuasnyamem-back up pergerakan data dari Proktor.

“Ini semua untuk mengantisipasi terjadinya “Force Major” kejadian darurat saat UNBK berlangsung. Karena masalah kelistrikan  biisa sja sewaktu-waktu terganggu. Ataukah Telkom dengan signal yang juga labil. Iya benar terjadi force major, siswa bisa ujian ulang (susulan). Namun secara psikis sangat terganggu. Tadinya siswa sudah siap mental dan terkonsentrasi akan buyar seketika. Jadinya hasil  ujian bisa melorot,”ucapnya.

Gubernur VIKTOR Isyaratkan UNBK 100 Persen  Tahun 2020

Secara regional, kata Alo, dalam mengamini akan tuntutan pemerintah pusat HARUS 100 persen UNBK, Pemerintah Provinsi NTT telah menganggarkannya di APBD-P/Perubahan tahun 2019. Sehingga nantinya bisa dieksekusi di pelaksanaan UNBK untuk Tahun Ajaran (TA) 2019-2020.

“Bapak Gubernur NTT (VIKTOR Bungtilu Laiskodat) juga sudah memberi isyarat bahwa semua sekolah tingkat menengah di NTT harus UNBK 100 persen di tahun 2020. Sehingga adalah tepat anggaran untuk belanja peralatannya juga sudah siap. Cara antisipasi kita di dinas ini demikian. Kan pelaksanaan UNBK sekitar Maret atau April 2020. Iya kesiapan peralatan komputer dan fasilitas lainnya sudah ready (siap) dibelanjakan dari APBD-P ini,”ungkap Alo.

Sedangkan untuk pelaksanaan UNBK tahun 2019, lanjut dia, belum bisa 100 persen. Kali ini dari kabupaten/kota se-NTT baru ada 4  (empat) kabupaten yang pelaksanaan UNBK-nya 100 persen. Yakni Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Selain itu baru berstatus terdaftar yang juga sebagiannya masih UNKP. +++ marthen/cnc

Gambar: Drs Aloysius Min saat diwawancarai di ruang kerjanya, Gedung I.H.Doko Kota Kupang-Timor Provinsi NTT, Senin 18 Maret 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *